Metode Work Measurement: Cara Tepat untuk Mengukur Jam Kerja

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

work measurement
Isi Artikel

Menentukan apakah sebuah pekerjaan bisa dikerjakan dengan ideal dan melihat apakah karyawan mengalami overwhelmed bisa dilakukan menggunakan work measurement.  Cara ini bisa sangat membantu untuk melakukan pengukuran yang bermanfaat dalam perencanaan jadwal, manpower planning maupun anggaran.

Oleh karena itu, pengukuran ini penting untuk dilakukan oleh perusahaan.

Penasaran dengan arti work measurement secara lebih rinci? Berikut LinovHR telah merangkum informasi mengenai definisi work measurement beserta metode yang dapat diterapkan oleh perusahaan. Mari kita simak artikel berikut bersama!

 

Apa Itu Work Measurement?

Pengukuran waktu kerja atau work measurement adalah perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. 

Pengukuran waktu kerja biasanya didapatkan dari data histori atau pengamatan secara langsung. Biasanya, work measurement dihitung dengan mengasumsikan jumlah waktu operasional yang normal dengan waktu istirahat normal.

Pengukuran kerja juga bisa dipergunakan sebagai perencanaan tenaga kerja, untuk menentukan berapa jumlah orang yang tepat di setiap posisi yang dibutuhkan untuk pekerjaan di masa mendatang.

Selanjutnya, hasil work measurement perlu diperbaiki secara berkala karena tingkat efisiensi kerja karyawan yang mungkin berubah.

 

Tujuan Work Measurement

Work measurement dilakukan dengan tujuan untuk: 

  1. Membandingkan waktu kerja dengan metode alternatif.
  2. Menyusun jadwal kerja dengan realistis.
  3. Menyusun insentif karyawan yang adil dan realistis.
  4. Menganalisis kegiatan untuk menemukan pekerjaan yang tidak perlu.
  5. Mengatur pekerjaan yang efektif.
  6. Mengorganisir karyawan dan jumlah waktu kerjanya dibandingkan dengan waktu target.

 

Fungsi Work Measurement

Adapun kegunaan work measurement bagi perusahaan adalah untuk:

  1. Merencanakan pekerjaan serta jadwalnya.
  2. Menentukan biaya standar dan membantu dalam penyusunan anggaran.
  3. Mempersiapkan jalur produksi untuk produk baru.
  4. Meninjau efektivitas mesin.
  5. Menentukan standar waktu yang menjadi dasar penetapan biaya karyawan, mulai dari upah hingga insentif.
  6. Menetapkan tujuan pengawasan dan dasar pengukuran efisiensi pengawasan.

 

Pelaksanaan work measurement bisa dibagi dalam beberapa metode. Berikut adalah metode-metode work measurement. 

 

Metode Work Measurement

Metode work measurement dibagi berdasarkan cara pelaksanaannya yang secara langsung dan tidak langsung. 

Metode yang dapat dilakukan secara langsung adalah metode Jam Henti dan Work Sampling. Sedangkan metode tidak langsung biasanya dilaksanakan ketika pengamat tidak ada di tempat ketika work measurement dimulai.

Adapun penjelasan lebih rinci terkait metode-metode work measurement adalah sebagai berikut.

 

1. Metode Stop Watch

Metode Stop Watch Time Study atau Jam Henti adalah metode work measurement yang dicetuskan pertama kali pada abad 19 oleh Frederick W. Taylor. 

Metode Jam Henti biasanya diterapkan dalam industri manufaktur yang memiliki karakteristik kerja berulang-ulang, ditetapkan secara jelas, dan output yang dihasilkan relatif sama. 

Namun, metode ini dapat digunakan oleh industri bukan manufaktur, seperti kantor gudang atau jasa pelayanan, asalkan memiliki karakteristik, yaitu pekerjaannya homogen. Output perusahaan harus bisa dihitung secara kuantitatif dan pekerjaannya cenderung dilakukan secara teratur agar dapat diukur waktu bakunya.

Metode ini tidak cocok dilaksanakan untuk bidang pekerjaan yang jumlah outputnya beragam serta tidak dapat distandardisasi, seperti karya seni dan research dalam bidang kreatif.

Adapun unsur yang perlu diketahui dalam metode Jam Henti adalah Waktu Baku dan Output Standar.

Waktu Baku adalah waktu yang diperoleh dari waktu penyelesaian pekerjaan oleh operator berkualitas baik dan sudah mendapat pengaruh dari waktu istirahat. Di samping itu, Output Standar adalah penghitungan yang didapatkan setelah pengukuran waktu kerja dan keseragaman output serta kecukupan data.

 

2. Metode Work Sampling

Metode work sampling adalah metode work measurement yang digunakan untuk mengamati aktivitas kerja dari mesin, proses operasional, atau kerja karyawan. Metode work sampling dinilai lebih efektif dan efisien karena bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam waktu lebih singkat dan biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. 

Contoh dari penerapan metode work sampling adalah penghitungan persentase aktivitas yang mencakup jam serta hari ketika mesin dan karyawan bekerja hingga jam serta hari ketika mesin dan karyawan tidak bekerja.

Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menerapkan metode work sampling adalah:

  1. Menentukan tujuan work sampling.
  2. Memastikan kondisi dan cara kerja sesuai dengan tujuan work sampling.
  3. Memilih operator-operator yang baik. Bila perlu, buat pelatihan agar operator terbiasa dengan sistem kerja yang ada.
  4. Melakukan pemisahan kegiatan sesuai keinginan. Misalnya, kegiatan produktif dan non produktif
  5. Menyiapkan peralatan seperti papan pengamatan, lembaran pengamatan, pena, dan lain-lain.

 

Baca Juga: Apa Arti Dari Regular Hour?

 

Pantau Work Measurement dengan Software HRIS LinovHR

Work measurement sangat membantu perusahaan dalam memastikan kesesuaian jam kerja, upah, sampai dengan strategi rekrutmen perusahaan di masa depan. Dengan cara ini, manajemen perusahaan lebih tertata dan dijalankan dengan strategi yang jelas baik jangka pendek dan jangka panjang.

Tentunya menjalankan work measurement yang baik dan terarah tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara manual karena ini bisa sangat melelahkan dan juga merepotkan.

Untuk itu ada baiknya Anda sudah menggunakan software HRIS yang punya modul dan fitur lengkap seperti LinovHR.

 

software hris

 

Di dalam software HRIS LinovHR ada modul-modul yang bisa Anda manfaatkan untuk menjalankan work measurement. Mulai dari modul Personnel Administration untuk menyimpan database karyawan,  modul Time Management yang bisa dipergunakan untuk membuat jadwal karyawan.

Lalu ada juga modul Performance Management, yang membantu Anda untuk melihat performa setiap karyawan dan pencapaiannya. Ada juga modul Competency Management, di sini Anda bisa melihat apakah kompetensi karyawan sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Lalu, ada juga modul Rekrutmen yang memudahkan Anda untuk melakukan manpower planning dan perencanaan rekrutmen dari awal hingga onboarding.

Software HRIS LinovHR yang sudah terintegrasi akan memudahkan admin mengelola administrasi dan aktivitas karyawan melalui sistem berbasis cloud sehingga dapat mengurangi biaya penyimpanan dan pemeliharaan.

Mari, gunakan LinovHR sekarang agar dapat melaksanakan work measurement dengan efektif dan efisien!

Bagikan Artikel Ini :

Tentang Penulis

Meirza Anggakara
Meirza Anggakara

Memiliki minat dalam pemasaran digital serta senang memberikan pengetahuan terkait dunia kerja di LinovHR dengan penerapan SEO yang baik dan sesuai kaidah mesin pencari
Follow them on Linkedin

Related Articles

.

Newslater

Newsletter

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter