Pengertian OKR (Objective Key Result), Manfaat, Formula, dan Cara Membuatnya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

Objective Key Result (OKR)
Isi Artikel

 

Semua perusahaan pasti mempunyai tujuan tertentu yang akan menentukan bagaimana operasional berlangsung. Tujuan juga menjadi hal penting untuk memastikan bahwa perusahaan berjalan sesuai semestinya.

Oleh karenanya, perusahaan menggunakan berbagai macam parameter atau skala pengukuran untuk mengetahui seberapa jauh “perjalanan” perusahaan dan bagaimana perkembangan performa terhadap tujuan. OKR adalah salah satunya. 

OKR biasa digunakan untuk melihat performa bisnis suatu perusahaan atau juga dapat digunakan untuk membuat dan menetapkan strategis pencapaian tujuan.

Berikut LinovHR rangkum apa saja yang perlu Anda ketahui tentang objective key result dan apa manfaatnya bagi perusahaan Anda!

 

Pengertian Objective Key Result (OKR)

Sebelum mengenal OKR lebih jauh, Anda perlu mengetahui apa itu objective key result terlebih dahulu. 

Objective key result diartikan sebagai metode penetapan tujuan dan strategis dari suatu tim maupun individu sekaligus strategis untuk mencapai tujuan tersebut dengan hasil yang terukur.

Objective key result ini akan membantu untuk melacak adanya kemajuan juga evaluasi secara berkala penerapan rencana yang ada. 

OKR ini sering disebut juga dengan tujuan yang optimis dan ambisius, namun tetap terukur. Oleh karena itu, dalam penggunaan OKR, evaluasi dilakukan secara berkala juga untuk mengukur bagaimana pengaruh strategi yang diterapkan untuk pencapaian tujuan.

 

Sederhananya objective dan key results merupakan kata kunci dalam hal ini. OKR sebenarnya diterapkan untuk menjawab 2 pertanyaan.

  1. Kemana tujuan Anda kemudian kita sebut objectives?
  2. Lalu apa tolak ukur dan rencana terhadap tujuan Anda?  

 

Elemen Penting yang Harus Diperhatikan Pada OKR

elemen okr
Elemen OKR

 

Di dalam OKR Anda harus memerhatikan dua unsur penting yang ada di dalamnya, yaitu objective serta key result. Berikut ini penjelasan dari keduanya.

 

1. Objective

Ini adalah elemen yang sifatnya kualitatif dan haruslah bersifat SMART atau Specific, Measurable, Attainable, Relevant, serta Time-bound.

Umumnya, objective ini dibuat singkat, menarik, serta mampu menginspirasi. Anda harus mampu menyusun tujuan yang cukup ambisius sehingga saat gagal pun, segala pencapaian tetap substansial bagi para karyawan.

 

2. Key Result

Berbeda dari objective, key result bersifat kuantitatif dan dapat diukur. Tidak hanya itu, elemen ini juga memiliki rentang waktu serta haruslah realistis.

Object key results ini umumnya terdiri dari 2 hingga 5 per objeknya. Di mana ia diukur dengan menggunakan angka, contohnya adalah dengan skala 0-10.

 

Baca Juga: OKR Scoring: Pengertian, Cara Menilai dan Perlu Dipertimbangkan

 

Manfaat OKR

John Doerr dalam bukunya Measure What Matters selalu menjelaskan manfaat atau benefit dari menggunakan objective key results dengan FACTS (Focus, Alignment, Commitment, Tracking, dan Stretching)

Berikut penjelasan manfaat OKR untuk Anda: 

 

Berfokus Kepada Tujuan

Fokus dalam FACTS ini menjelaskan bahwa dengan penggunaan OKR pada perusahaan akan membuat tim lebih fokus.

Fokus mereka akan tertuju pada prioritas juga tujuan yang akan mereka capai. 

 

Penyelarasan Goals dan Strategis 

Alignment atau penyelarasan juga merupakan salah satu manfaat dari penggunaan OKR. Penggunaan OKR ini menyelaraskan seluruh perusahaan atau organisasi.

Tujuan masing-masing divisi, kemudian prioritas yang harus dicapai semuanya selaras dengan tujuan akhir yang ingin dicapai. 

 

Lebih Berkomitmen 

Masing-masing divisi dan tim tentu telah diberikan ‘tugas’ masing-masing yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan.

Adanya key result yang harus dilakukan juga objectives tujuan akan membuat karyawan lebih berkomitmen menjalankan tugas untuk mencapai tujuannya. 

 

Evaluasi dan Pelacakan Lebih Mudah

Penggunaan OKR ini memungkinkan melakukan evaluasi lebih sering, selain itu tim dapat lebih mudah melacak kemajuan dari strategi yang telah diterapkan.

Anda juga dapat memantau jalannya perencanaan, kapan harus evaluasi dan apakah diperlukan perubahan-perubahan taktik. 

 

Menyatukan Perusahaan 

Karyawan akan lebih termotivasi dalam bekerja karena jelas ada prioritas tujuan yang harus dicapai.

Selain itu adanya koordinasi dan hubungan antar divisi untuk mencapai tujuan utama yang jelas akan dapat menyatukan perusahaan dan mencapai tujuan bersama dengan lebih baik. 

 

Baca Juga: Contoh OKR Per Divisi perusahaan

 

Tujuan OKR

tujuan okr
Tujuan OKR

 

Tujuan dari penerapan OKR adalah untuk mencapai target tertentu dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Lebih dari itu, berikut ini beberapa tujuan dari penyusunan OKR.

 

1. Membantu Penyesuaian yang Lebih Cepat

Adanya penetapan tujuan dengan rentang waktu yang lebih pendek akan membantu karyawan melakukan penyesuaian lebih cepat serta mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan.

Hal ini mampu mendorong inovasi dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan.

 

2. Proses Penentuan Tujuan Lebih Cepat

OKR adalah metode yang simple serta fleksibel. Ini membuat proses penentuan tujuan dapat lebih cepat dan mudah. Hasilnya penggunaan waktu dan sumber daya dapat lebih efisien.

 

3. Komunikasi Lebih Jelas

Objective key result adalah sebuah metode yang sederhana dan transparan. Sehingga memungkinkan tim atau karyawan untuk memenuhi tujuan dan prioritas perusahaan.

OKR juga akan membantu perusahaan untuk mengomunikasikan bagaimana setiap individu dapat berkontribusi dalam mencapai tujuan perusahan.

 

4. Meningkatkan Teamwork

Sifat dari OKR yang menurun dan saling terikat antar tim membuat team work antar tim yang ada di perusahaan juga dapat lebih menyatu.

 

5. Fokus Lebih Meningkat

Tujuan yang singkat yang ditetapkan dalam OKR membantu karyawan untuk lebih fokus dalam mencapai target tersebut.

Karyawan dapat menerima arahan dengan jelas, mereka pun bisa secara bebas dan mandiri menentukan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Karyawan pun akan lebih bertanggung jawab dengan tujuan mereka.

 

Baca Juga: Perbedaan OKR dengan KPI, Kapan Menggunakannya?

 

Implementasi

KPI cocok diimplementasikan apabila perusahaan sudah memiliki rencana atau proyek yang serupa sebelumnya dan sangat mudah untuk menambahkan sistem pengukuran ke proyek dan proses yang sedang berlangsung.

Namun, jika perusahaan memiliki visi yang lebih besar atau ingin mengubah arah secara keseluruhan, OKR mungkin menjadi alternatif yang lebih baik. 

Objectives yang ada memiliki kedalaman yang lebih besar untuk memperluas tujuan lebih jauh dan kreatif tentang bagaimana perusahaan berencana untuk mencapai tujuan tersebut.

OKR sebaiknya diterapkan perusahaan masih merintis dan memiliki sedikit karyawan. Nantinya, objectives dan key results yang ada akan menjadi budaya organisasi dan mengakar lebih dalam. 

 

Formula OKR

Formula OKR
Formula OKR

 

Formula OKR diturunkan oleh John Doerr, formula ini juga dikenal dengan sebutan Formula Doerr. Di malam formula tersebut berbunyi “Saya akan_____ (objective) diukur dengan ____(key results)”.

Objective di sana menjelaskan apa yang hendak dicapai yang dijelaskan dengan bentuk deskriptif. Sedangkan key result menjelaskan bagaimana pengukuran keberhasilan tindakan yang diukur dengan metrik tertentu.

Untuk kemajuan dalam key result akan diberikan skor dengan skala 0-100%, sedangkan untuk objective adalah rata-rata dari kemajuan yang dicapai dari key results.

 

Cara Membuat OKR dengan Tepat

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda terapkan saat membuat OKR.

 

1. Coba Tetapkan Objective

Cara membuat OKR pertama adalah dengan menetapkan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan ini haruslah dapat mendeskripsikan hasil akhir, bukan berupa aktivitas yang dilakukan.

Selain itu, Anda juga harus menjelaskan batas waktu yang jelas dari tujuan tersebut.

Tujuan di dalam OKR idealnya tidak disusun terlalu banyak. Anda juga sangat disarankan untuk menetapkan tiga atau empat tujuan di dalam periode tertentu.

 

2. Tentukan Key Result

Selanjutnya, buatlah key result yang melibatkan semua tim di perusahaan. Pastikan antara key result dan objective sesuai. Key result haruslah dapat menjawab bagaimana tujuan akan dicapai.

Agar Anda dapat memantaunya dengan mudah, pastikan key result dapat diukur. Umumnya untuk mengukur key result Anda bisa menggunakan metode SMART.

 

3. Buat Initiative

Initiative adalah cara yang perlu dilakukan dalam rangka memenuhi tujuan yang dibuat dan dicapai dalam key result.

Saat Anda membuat initiative, gunakanlah kata-kata spesifik dan jelas. Pastikan initiative bersifat independen, tanpa bergantung pada hal lain.

 

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat OKR

Agar OKR yang telah Anda buat bisa berjalan dengan efektif, ada baiknya Anda menghindari hal-hal berikut ini.

 

1. Membuat Tujuan yang Realistis

Pastikan tujuan yang Anda susun realistis dan dapat dicapai. Hindari untuk terlalu ambisius sehingga Anda menetapkan tujuan yang mustahil dicapai.

Menetapkan tujuan yang terlalu ambisius justru membuat karyawan mengalami demotivasi dalam bekerja.

 

2. Tidak Memonitoring Perkembangan

Mengabaikan proses monitoring pencapaian akan membuat OKR yang telah Anda susun menjadi sia-sia. Maka dari itu, cobalah untuk konsisten mendiskusikan perkembangan yang terjadi.

 

3. Menggunakan Bahasa dan Ukuran yang Tidak Jelas

Saat Anda menyusun OKR, penting untuk menggunakan bahasa dan ukuran yang tepat. Hal ini akan membantu karyawan untuk dapat menerjemahkan tujuan yang hendak dicapai dengan mudah.

Sebagai contoh, daripada Anda menulis “meningkatkan engagement”, cobalah buat ukuran seperti “meningkatkan engagement seratus persen dalam jangka waktu tiga bulan”.

 

4. Terlalu Banyak Tujuan yang Ingin Dicapai

Hindari menetapkan tujuan yang terlalu banyak, hal ini hanya akan membuat karyawan kurang fokus serta kewalahan. Sehingga pada akhirnya tidak ada tujuan yang mampu dicapai.

Maka dari itu, susun tujuan 3 sampai 4 dalam periode triwulan.

 

5. Alokasi Sumber Daya yang Tidak Tepat

Pastikan Anda mengalokasikan sumber daya dengan tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Alokasi sumber daya yang kurang tepat hanya akan menghambat tercapainya tujuan.

 

Baca Juga: Lengkap! Contoh OKR Template Excel, Google Sheets, dan Power Point

 

Contoh OKR di Dunia Kerja

OKR awalnya diperkenalkan oleh perusahaan prosesor terbesar saat itu yaitu Intel.

Namun, yang mempopulerkannya adalah Google, dimana Google mengadaptasi kerangka tersebut. Dapat dikatakan bahwa Google salah satu dari contoh keberhasilan penerapan OKR dalam dunia kerja. 

Sebelum membuat OKR pada perusahaan, Anda harus memperhatikan hal-hal seperti menentukan tools yang digunakan, merancang OKR untuk kebutuhan perusahaan, tim dan individu, serta struktur tim untuk perencanaan OKR.

Contoh: penerapan objective key results case study pada Digital Advertising Agency. 

 

Tahap 1: Buat OKR untuk perusahaan. 

Objective untuk perusahaan: meningkatkan engagement dan reputasi perusahaan di tingkat nasional. 

Key results:

  • Bekerja sama dengan 15 brand lokal Indonesia dalam setahun. 
  • Mendapatkan 100 klien baru dalam setahun. 
  • Meningkatkan kepuasan klien sebesar 25%.
  • Mendapatkan revenue perusahaan sebesar 1 miliar rupiah. 
  • Membuka 1 cabang kantor baru di pusat perkotaan. 

 

Tahap 2: Poin-poin key results diturunkan per divisi.

Objective divisi Graphic Design: meningkatkan kepuasan klien sebesar 25%. 

Key result: 

  • Komunikasi desain dengan klien hingga mencapai hasil yang diinginkan. 
  • Melakukan pitching dengan 1 calon klien per minggu. 

Objective divisi marketing: membangun kerja sama dengan 15 brand lokal dari Indonesia 

Key result:

  • Melakukan research mendalam untuk mencari potensi brand lokal
  • Melakukan perencanaan kerja sama dan pitching setiap brand.
  • Membentuk tim khusus research potensi brand lokal. 

 

Tahap 3: Buat OKR individu yang disesuaikan dengan job description yang dimiliki.

 

Baca Juga: Contoh OKR untuk Tiap Divisi di Perusahaan 

 

Ukur Pencapaian Tujuan Lebih Mudah dengan Performance Appraisal

 

performance review

 

Menyusun OKR di perusahaan adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk dapat memotivasi karyawan agar dapat mencapai tujuan yang telah disusun oleh perusahaan.

Di dalam penyusunannya, OKR juga perlu untuk dipantau sehingga segala progres atau kendala dapat terlihat.

Sayangnya, cara manual tidak bisa melakukan monitoring segala pencapaian yang terjadi dalam OKR. Untuk itu, Anda membutuhkan software yang mampu melakukan monitoring serta menilai pencapaian yang diraih oleh karyawan.

Software tersebut bisa Anda dapatkan dalam Software Performance Appraisal LinovHR yang sudah berbasis cloud.

Dengan bantuan dari fitur Goals & KPI di dalam Software Performance Appraisal LinovHR, Anda bisa menetapkan tujuan, lalu Anda pun dapat melakukan monitoring secara real-time dari tujuan yang telah ditetapkan tersebut.

Software Performance Appraisal LinovHR pun menyediakan report yang Anda unggah untuk melihat secara holistik segala pencapaian dari tujuan yang telah ditetapkan.

 

Dengan bantuan Software Performance Appraisal LinovHR, memantau kinerja dan tujuan perusahaan bukan lagi jadi pekerjaan yang rumit. Ayo ajukan demo gratisnya sekarang!

 

Bagikan Artikel Ini :

Tentang Penulis

Admin LinovHR
Admin LinovHR

Akun Admin dikelola oleh tim digital sebagai representasi LinovHR dalam menyajikan artikel berkualitas terkait human resource maupun dunia kerja.

Related Articles

.

Newslater

Newsletter

Artikel Terbaru