10 Best Practice Performance Review, HR Harus Tahu!

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

best practice performance review
Isi Artikel

Performance review merupakan elemen kunci dalam manajemen sumber daya manusia dan perkembangan perusahaan.

Namun, di dalam praktiknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga proses peninjauan kinerja bisa optimal.

Ada beberapa best practice performance review, yang bisa Anda terapkan sehingga dapat mencapai tujuan mereka lebih efektif, mengidentifikasi potensi bakat, dan memastikan karyawan terlibat secara optimal. 

Lalu, apa saja best practice performance review yang dapat diterapkan oleh perusahaan? Simak artikel LinovHR ini untuk mengetahui selengkapnya!

 

Mengapa Harus Melakukan Performance Review dengan Efektif?

Melakukan performance review dengan efektif sangat penting karena merupakan cara terstruktur untuk mengevaluasi, memberikan feedback, dan merencanakan pengembangan karyawan secara tepat.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa performance review harus dilakukan dengan efektif:

 

Meningkatkan Kinerja

Menurut survei global yang dilakukan oleh Gartner, kinerja karyawan cenderung 10% lebih rendah saat perusahaan tidak memperhatikan evaluasi kinerja.

Lalu, karyawan yang tidak menerima umpan balik dan pengakuan secara teratur memiliki penurunan output sebesar 28%. 

Melalui tinjauan kinerja yang efektif, karyawan dapat memahami ekspektasi, memperbaiki kinerja mereka, serta mengidentifikasi solusi untuk perbaikan, misalnya dengan pelatihan.

 

Menemukan Bakat

Penilaian kinerja membantu dalam mengidentifikasi bakat dan potensi karyawan.

Tinjauan kinerja memberikan gambaran terperinci tentang kemampuan, pengetahuan, inisiatif, serta komitmen karyawan terhadap misi perusahaan.

Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan career path dan memberikan pelatihan yang tepat untuk mengatasi kesenjangan keterampilan.

 

Mendorong Keterlibatan

Masih merujuk penelitian Gartner, kurangnya penilaian kinerja dapat menyebabkan kekecewaan, terutama bagi karyawan berkinerja tinggi. 

Melalui proses peninjauan, karyawan dapat terlibat dalam percakapan penting, menerima feedback yang bermanfaat, dan merasa didukung dalam tugas mereka.

Hal ini membantu mereka merasa diarahkan dan didukung untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

 

Baca Juga: Tujuan dan Fungsi Performance Appraisal di Perusahaan

 

Best Practice Performance Review

list best practice performance review
Penerapan Best Practice Performance Review

 

Melakukan performance review dengan baik tidak hanya membantu Anda mengetahui kinerja karyawan, tapi juga dapat mendukung Anda dalam manajemen talenta yang lebih baik.

Ada beberapa praktik tinjauan kinerja yang dapat diterapkan oleh perusahaan. Berikut adakah 10 best practice performance review:

 

1. Menyertakan KPI dalam Tujuan

Praktik ini menegaskan pentingnya mengaitkan Key Performance Indicators (KPI) dengan tujuan karyawan.

Hal ini memungkinkan pengukuran kinerja yang konkret dan memastikan bahwa karyawan dapat mengukur pencapaian mereka. 

KPI memberikan panduan yang jelas tentang apa yang diharapkan dari karyawan, sehingga tinjauan kinerja dapat menjadi lebih efektif.

 

2. Tetap Singkat, Jujur, dan Informal

Tinjauan kinerja adalah kesempatan bagi manajer untuk memberi tahu karyawan tentang bagaimana kinerja mereka dalam peran mereka dan perbaikan apa yang bisa dilakukan, jadi harus ringkas dan efektif.

 

3. Tepat Waktu

Saat Anda hendak memberikan performance review, sebaiknya dilakukan pada waktu yang sesuai, seperti sekitar musim tinjauan kinerja atau sebelum hari gajian. 

Hal ini dilakukan agar dapat membantu menjaga motivasi karyawan dan memberikan konteks atau pemahaman yang tepat untuk pembicaraan tentang kinerja.

 

4. Miliki Poin Check-In yang Jelas

Membuat titik tinjauan yang terdefinisi dengan baik membantu dalam memberikan arahan yang jelas kepada karyawan.

Titik tinjauan sendiri dapat dipertimbangkan dengan tiga tujuan, yaitu mencakup poin untuk mendapatkan umpan balik, memberikan dukungan, dan memberikan penilaian rutin terhadap pertumbuhan.

Adanya pertimbangan ini dapat membantu karyawan tetap fokus dan mendapatkan arahan yang mereka butuhkan.

 

5. Kembangkan Ulasan yang Saling Menguntungkan

Dalam hal ini, berarti bahwa selama performance review, manajer harus mengambil pendekatan kolaboratif dengan karyawan.

Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengajukan pertanyaan seperti “Apa yang dapat saya lakukan sebagai manajer untuk membantu karyawan menjadi lebih sukses?” 

Pertanyaan ini menjadikan tinjauan kinerja sebagai kesempatan untuk saling mengenal, membangun hubungan yang kuat antara manajer dan karyawan, dan menciptakan rasa saling percaya.

Dalam proses ini, manajer dan karyawan sama-sama berperan dalam pencapaian tujuan organisasi dan pengembangan individu.

 

6. Mendokumentasikan Proses Peninjauan Kinerja

Best practice performance review berikutnya adalah dengan mendokumentasikan proses peninjauan kinerja. Ini mencakup pencatatan semua langkah dan dokumen yang terkait dalam proses tersebut. 

Hal ini bisa termasuk performance review template, panduan tinjauan kinerja, atau catatan-catatan pertemuan tinjauan kinerja. 

Dokumentasi ini membantu untuk memahami apa yang telah dilakukan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki.

Selain itu, hal ini juga membantu mencegah perubahan yang signifikan dalam proses tanpa pertimbangan yang matang.

 

7. Lakukan Check-In Reguler dan Informal

Poin check-in adalah langkah-langkah yang terdefinisi dengan baik untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada karyawan.

Dengan berfokus pada umpan balik, dukungan, dan penilaian berkala, manajer memberikan panduan yang jelas kepada karyawan dalam mencapai tujuan mereka.

Misalnya, mengadakan pertemuan tatap muka dengan masing-masing anggota tim setiap dua minggu sekali atau sebulan sekali.

Usahakan pertemuan tersebut dilakukan secara santai sehingga dapat membantu Anda mengidentifikasi titik-titik masalah dan area yang perlu ditingkatkan.

Kesempatan ini juga bisa dijadikan untuk memberikan selamat kepada karyawan atas keberhasilan mereka, dan membantu mengatasi masalah apa pun yang mungkin mereka alami di luar masalah kinerja.

 

8. Gunakan Proses Tinjauan 360 Derajat

360 degree feedback adalah alat yang kuat dalam mengevaluasi kinerja karena melibatkan berbagai pihak yang berinteraksi dengan karyawan, misalnya seperti manajer atau atasan.

Hal ini memberikan sudut pandang yang lebih menyeluruh dan mendalam tentang kekuatan dan kelemahan karyawan. 

Proses ini sering dibantu oleh software khusus dan memungkinkan manajer dan karyawan mendapatkan pemahaman yang lebih holistik tentang kinerja.

 

9. Berikan Rencana Tindakan di Akhir Setiap Tujuan

Di akhir setiap tujuan yang ditinjau, berikan rencana tindakan. Hal ini mencakup langkah-langkah konkret yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, serta tanggung jawab masing-masing pihak.

Rencana ini harus spesifik, terukur, dan relevan, sehingga karyawan memiliki panduan yang jelas untuk mencapai tujuan mereka.

Selain itu, diskusi tentang konsekuensi jika tujuan tidak tercapai juga harus disertakan.

 

10. Luangkan Waktu untuk Merayakan Kesuksesan

Tinjauan kinerja seharusnya tidak hanya menjadi wadah untuk kritik negatif.

Penting juga untuk merayakan kesuksesan dan memberikan umpan balik positif. Ini menciptakan suasana kerja yang positif dan memotivasi karyawan.

Selain itu, ketika menghadapi kelemahan, manajer sebaiknya memberikan umpan balik dengan bijaksana, fokus pada pengembangan keterampilan yang diperlukan, dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.

 

Tingkatkan Performance Review Perusahaan dengan Performance Management System LinovHR

 

performance review

 

Performance review perusahaan adalah langkah kunci dalam memastikan bahwa karyawan berhasil memenuhi ekspektasi perusahaan serta memastikan seluruh tujuan tercapai dengan optimal.

Dari hasil tinjauan kinerja keberhasilan dan pertumbuhan perusahaan pun bisa terjabarkan dengan detail. Hasil tinjauan kinerja juga akan membantu HR dalam merencanakan strategi perkembangan karyawan.

Untuk dapat melakukan performance review dengan baik, penggunaan teknologi akan sangat membantu sehingga setiap proses bisa dilakukan secara komprehensif.

 

Di sini Anda bisa menggunakan Performance Management System LinovHR yang memiliki berbagai fitur pendukung proses peninjauan kinerja. Mulai dari penetapan KPI yang bisa dilakukan melalui fitur Goals & KPI.

Anda bisa merumuskan secara detail KPI yang perlu dicapai baik tingkat tim maupun masing-masing individu. Selain itu, Anda juga bisa menetapkan durasi berapa lama KPI harus dicapai, serta melakukan monitoring pencapaian KPI secara real-time.

 

Performance Management LinovHR juga tersedia fitur 360 degree yang bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan fitur ini, perusahaan pun akan terbantu untuk mendapatkan insight menyeluruh mengenai kinerja perusahaan.

Bersama Performance Management LinovHR, proses performance review perusahaan tentunya dapat dilakukan secara maksimal melalui manfaat dari modul ini yang nantinya akan membawa peningkatan keterlibatan karyawan serta pertumbuhan perusahaan.

 

Jika Anda ingin merasakan bagaimana LinovHR dapat meningkatkan efektivitas peninjauan kinerja perusahaan, segera ajukan demonya sekarang dan temukan manfaatnya!

Tentang Penulis

Picture of Sasa Karyono
Sasa Karyono

SEO specialist yang mengombinasikan antara pengoptimasian situs web dan membagikan wawasan HRD melalui artikel lengkap dan menarik. Follow her on Linkedin.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Sasa Karyono
Sasa Karyono

SEO specialist yang mengombinasikan antara pengoptimasian situs web dan membagikan wawasan HRD melalui artikel lengkap dan menarik. Follow her on Linkedin.

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter