ambrivert

HRD Wajib Tahu! 10 Ciri-ciri Karyawan Ambivert

Seorang HRD harus mampu memahami perilaku karyawan dengan baik, karena bagaimanapun HRD bertanggung jawab atas yang terjadi pada karyawan selama masih berhubungan dengan pekerjaan. Mengingat ada banyak tipe kepribadian maka perilaku karyawan pun akan berbeda-beda. Misalnya saja tipe kepribadian ambivert.

Dalam dunia kerja ada beberapa sifat seorang ambivert yang tak dimiliki oleh karyawan dengan kepribadian introvert atau pun ekstrovert. Berikut ini adalah 10 ciri-ciri karyawan ambivert yang sebaiknya diketahui oleh seorang HRD:

 

1. Ambivert itu Tidak Pandai Dalam Membuat Perencanaan

Seorang ambivert tak pandai dalam membuat perencanaan atau strategi. Ia cenderung memutuskan berdasarkan kondisi moodnya saat itu. Bagi HRD ini tentu penting untuk diketahui, apalagi saat akan mengklasifikasikan karyawan berdasarkan pekerjaan yang harus dilakukan. Menempatkan mereka dalam divisi yang berfokus pada pembuatan strategi tidaklah cocok karena akan sedikit membahayakan.

 

2.Ambivert Itu Sangat Mudah Bersosialisasi

Biarpun tidak pandai dalam membuat perencanaan, tapi mereka sangat mudah loh dalam bersosialisasi. Baik dengan teman kantornya sendiri atau klien baru yang harus ia tangani. Nah, ini bisa jadi keuntungan juga untuk perusahaan. Bagaimanapun perusahaan membutuhkan orang yang mudah bersosialisasi agar bisa membawa citra baik perusahaan dengan baik dan menjalankan segala program perusahaan dengan lancar.

 

3.Tidak Keberatan Dengan Lingkungan Baru

Karyawan dengan tipe kepribadian ambivert juga tak akan merasa keberatan dengan lingkungan baru. Ia akan menerima bila perusahaan memberikan perintah agar ia berdinas ke luar kota. Ini karena kepribadian yang easy going dan fleksibel membuatnya mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

 

4. Berbicara Dengan Tipe Kepribadian Apapun Tak Jadi Masalah

Beberapa orang mungkin akan merasa segan saat ia harus berbicara dengan orang di luar kepribadiannya. Misal, seorang  karyawan introvert  yang agak segan bila berbicara dengan lawan yang ekstrovert. Nah, berbeda dengan ambivert ia tak masalah berbicara dengan kepribadian apa saja. Bahkan mereka mampu menyesuaikan dirinya sendiri saat berhadapan dengan kepribadian berbeda.

 

5. Menyukai pembahasan yang spesifik

Ciri ini tentu menjadi hal positif. Perusahaan membutuhkan seseorang yang bisa mengerti pembahasan secara spesifik apalagi dalam sebuah meeting. Dengan begitu perusahaan dengan mudah dapat menyampaikan maksud dalam meeting yang dilakukan.

 

6. Mudah merasa bosan

Seorang karyawan ambivert juga sangat sering mudah merasa bosan. Saat melakukan suatu hal mungkin saja moodnya akan menurun dan ia merasa bosan. Namun tenang saja, ia tetap dalam mengontrol dirinya sendiri selama dalam lingkungan professional.

 

7. Bisa mengerjakan 2 hal dalam satu waktu

Ini disebut juga multi tasking. Yap, orang ambivert memang kebanyakan multi tasking, ia tidak masalah melakukan beberapa hal dalam satu waktu selama masih bisa mengerjakan sesuai kemampuan. Mereka juga tak masalah bila harus bekerja sendiri atau bersama-sama.

 

8. Lebih senang berkelompok

Walaupun ambivert bisa bekerja sendiri namun ia cenderung lebih senang berkelompok. Ia akan lebih mudah mendapatkan teman diskusi dan mengobrol karena pada dasarnya mereka lebih senang berdiskusi saat kerja.

 

Baca Juga : Bahaya Menggunakan Test Kepribadian Dalam Merekrut Karyawan

 

9.Lama menentukan pilihan

Inilah kenapa pada poin pertama disebutkan kalau seorang ambivert akan sulit membuat perencanaan. Selain dipengaruhi mood juga, mereka yang memiliki sifat ini selalu banyak pertimbangan akibatnya dalam menentukan pilihan akan sangat lama.

 

10.Peka pada perubahan

Yang terakhir ada peka terhadap perubahan, mereka juga akan lebih peka pada perubahan, baik dari lingkungan atau pun sikap lawan bicaranya.

Itulah ciri-ciri karyawan ambivert yang harus diketahui HRD. Mengetahui ciri di atas tentu sangat penting untuk dapat mengindentifikasi sifat setiap karyawan demi kemajuan perusahaan.