ump 2021

Daftar UMP 2021 di 34 Provinsi: Ada yang Naik ada yang Tetap!

UMP menjadi salah satu alasan ramainya jumlah pencari kerja di satu wilayah tertentu ketimbang di wilayah lainnya. Anda mungkin sudah pernah dengar tentang UMR atau yang biasa kita kenal dengan Upah Minimum Regional. Istilah ini seringkali muncul di berbagai media dan menjadi topik hangat untuk dibicarakan. Bagaimana perbedaan UMP dan UMK? Simak penjelasan daftar UMP 2021 di bawah ini! 

 

Apa yang Dimaksud UMP?

UMP sebenarnya mengarah pada UMR. Perbedaan hanya terletak pada penyebutan istilahnya saja. UMR merupakan istilah lama yang digunakan untuk menjelaskan upah minimum di suatu wilayah yang dikenal dengan Regional Tingkat I. Namun, mungkin istilah ini tidak saklek atau lugas memberikan batasan wilayah. Sehingga dikenal lah istilah yang baru dengan nama UMP. UMP adalah singkatan dari Upah Minimum Provinsi. Karena dikatakan provinsi, maka ketentuan upah minimum ini berlaku untuk semua kabupaten di provinsi tersebut. 

Misalnya Jabodetabek. Jakarta dan Bogor merupakan provinsi yang berbeda sehingga penetapan UMP nya pun bisa berbeda. Sedangkan Bogor, Depok, dan Bekasi, sama – sama terletak di satu provinsi, Jawa Barat. Sehingga penetapan UMP mereka sama. Upah Minimum Propinsi atau yang sebelumnya dikenal dengan UMR ini biasanya berubah per-tahunnya. Perubahan ini tentu saja peningkatan jumlah. Yang bisa turun dan naik adalah persentase peningkatannya. Bisa tinggi, bisa rendah sekali. Persentase kenaikan UMP yang paling tinggi berada disekitar angka 40% dimana hal tersebut terjadi di tahun 1997, 2003, dan 2013. 

Baca Juga: Payroll Management System untuk Penggajian Akurat

 

Apa Perbedaan UMP dan UMK?

Lalu ada lagi istilah UMK. Apa itu UMK dan apa bedanya dengan UMP? UMK adalah singkatan dari Upah Minimum Kota. Selain masing – masing provinsi, penetapan upah minimum dipecah lagi menjadi per kabupaten atau kota yang didasarkan pada penetapan UMP. Disini, UMP akan berperan sebagai batas maksimal penetapan UMK. Misalnya Bogor, Depok, dan Bekasi yang merupakan kabupaten/kota di dalam wilayah provinsi Jawa Barat, mereka bisa saja memiliki UMK yang berbeda. 

 

Penetapan Besar UMP Tahun 2020

Setelah tahu bahwa nilai UMP dan UMK itu berubah setiap tahunnya, Anda pasti penasaran mengenai penetapan UMP 2020. Meskipun sudah akhir tahun, ada baiknya memang mengetahui UMP 2020 dan UMK sebagai pondasi untuk pembanding UMP dan UMK di tahun depan. Anda bisa langsung akses saja situs ketenagakerjaan pemerintah untuk mengetahuinya. Poin yang tak kalah penting dan pastinya Anda juga penasaran adalah darimana sebenarnya penetapan besaran UMP tadi berasal? Apa yang menjadi pertimbangan? 

 

Kebutuhan hidup layak menjadi pertimbangan besar dalam penetapan besaran UMP dan UMK. Kenapa Anda bisa melihat UMP Jakarta misalnya bisa lebih besar dibandingkan dengan daerah sumatera. Ini dikarenakan usaha untuk memenuhi kehidupan layak di dua provinsi tersebut juga berbeda. Sebut saja sandang, pangan, dan papan serta pendidikan. Kemudian bagaimana produktivitas pekerja di daerah tersebut serta pertumbuhan ekonominya. UMP Jakarta 2020 dan tahun – tahun sebelumnya yang tinggi berbanding lurus dengan penghidupannya yang juga tergolong mahal dibandingkan dengan provinsi lainnya. 

 

Daftar UMP 2021 di 34 Provinsi

Sudah di penghujung tahun 2020, Anda pasti penasaran dengan bagaimana UMP di tahun 2021. Apalagi ditambah dengan situasi perekonomian global yang kurang kondusif saat ini. Pasti UMP menjadi topik yang sensitif untuk dibahas tidak hanya bagi karyawan, pemberi kerja atau badan usaha, juga pemerintah. Anda bisa melirik dahulu UMP 2020 untuk 34 Provinsi. Bagaimana persentase kenaikan di masing – masing kota/kabupaten juga provinsinya.

 

UMP dikategori tinggi masih dipegang oleh DKI Jakarta, Papua dan sekitarnya, Sulut, Sulsel, Kalimantan Utara, Aceh,  Kepri, Bangka Belitung, dan Sumsel. Sedangkan di kategori rendah adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan NTT. Sedangkan sisanya berada di kategori menengah dengan UMP sekitar 2 jutaan. UMP tertinggi di Indonesia memang tetap UMP Jakarta 2020. 

 

Baca Juga: 10 Fasilitas yang Diharapkan Karyawan Selain Gaji

Sedangkan untuk 2021 sendiri, sudah ada wacana bahwa mungkin tidak ada kenaikan UMP dikarenakan pandemi COVID-19 yang membuat banyak perusahaan mengalami gangguan operasional. Jika dipukul rata, maka UMP Jakarta tetap akan jadi yang tertinggi di 2021. Hal ini bisa menjadi salah satu alasan kenapa di Jakarta lebih banyak pencari kerja bahkan dari luar kota.  Inilah daftar UMP 2021: 

UMP 2021 yang Mengalami Kenaikan

  1. Jawa Tengah  Rp1.798.979, naik 3,27% dari Rp1.742.015 
  2. Jawa Timur  Rp1.868.777, naik 5,65% dari Rp 1.768.000 
  3. Sulawesi Selatan Rp3.165.876,  naik 2% dari Rp3.103.800
  4. DKI Jakarta naik  Rp4.416.186, naik 3,27% dari Rp4.276.349 
  5. Daerah Istimewa Yogyakarta Rp1.765.000,  naik 3,54% dari Rp1.704.609 

UMP 2021 yang Tidak Naik atau Tetap

  1. Sulawesi Utara Rp3.310.723
  2. Bengkulu Rp2.213.604
  3. Gorontalo Rp2.586.900
  4. Maluku Utara Rp2.721.530
  5. Banten Rp2.460.996
  6. Jawa Barat Rp1.810.351
  7.  Aceh Rp3.165.030
  8. Sumatera Utara Rp2.499.500
  9. Sumatera Barat Rp2.484.041
  10. Sumsel Rp3.043.111
  11. Jambi Rp2.630.162
  12. Kepulauan Riau Rp3.005.460
  13. Riau Rp2.885.563
  14. Lampung Rp2.432.001
  15. Bangka Belitung Rp3.230.002
  16. Kalimantan Utara Rp3.000.804
  17. Kalimantan Tengah 2.903.144
  18. Kalimantan Barat Rp2.399.698
  19. Kalimantan Timur Rp2.981.378
  20. Kalimantan Selatan Rp2.877.448
  21. Bali Rp2.494.000
  22. Nusa Tenggara Barat Rp2.183.883
  23. Nusa Tenggara Timur Rp1.950.000
  24. Provinsi Sulawesi Tengah Rp2.303.711
  25. Provinsi Sulawesi Tenggara Rp2.552.04
  26. Provinsi Sulawesi Barat Rp2.369.670
  27. Provinsi Maluku Rp2.604.961
  28. Provinsi Papua Rp3.516.700
  29. Provinsi Papua Barat Rp3.134.600

Itulah daftar UMP 2021 di 34 provinsi. Harap menjadi catatan bahwa besaran UMP yang mengalami kenaikan hanya berlaku untuk perusahaan yang tidak terkena dampak COVID-19. Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 berdampak pada banyak hal, contohnya kesehatan mental karyawan bahkan gaji itu sendiri. Jadi, untuk perusahaan yang terkena dampak COVID-19, tidak ada kenaikan gaji. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi Anda!