database cuti karyawan

Mudahkan Manajemen Database Cuti Karyawan Bersama LinovHR

Mengajukan cuti merupakan hak bagi karyawan. Akan tetapi, manajemen cuti menjadi tantangan tersendiri bagi HRD. Dibutuhkan manajemen database cuti karyawan yang baik dan benar supaya semua berjalan lancar.  

Ada berbagai masalah yang dihadapi oleh HRD dalam mengelola database manajemen karyawan mulai dari data yang sulit didokumentasikan hingga sisa jatah cuti karyawan yang tidak jelas. LinovHR punya beberapa penyelesaian untuk manajemen database cuti karyawan perusahaan Anda yang mungkin belum terorganisir dengan baik. Ikuti terus pembahasan di bawah ini! 

 

Berbagai Masalah dalam Pengelolaan Cuti

Tidak menjadi masalah jika jumlah karyawan yang mengajukan cuti setiap bulannya hanya satu atau dua orang. Namun, bagaimana jika skala perusahaan sangat besar dan ada beberapa karyawan yang mengajukan cuti setiap harinya? 

Jumlah karyawan yang banyak dan informasi yang beragam akan membuat  masalah baru jika pengelolaan cuti masih dilakukan secara manual. Adapun beberapa masalah yang biasa yang biasa dihadapi dalam manajemen cuti.

 

Sisa Jatah Cuti Karyawan Tidak Jelas 

Setiap karyawan pasti mempunyai jatah cuti setiap tahunnya tergantung ketentuan dan peraturan perusahaan. Apa penyebab jatah cuti yang tidak jelas bisa menjadi masalah? 

Biasanya jatah cuti jadi tidak teratur dan informasi data yang ada tidak terdokumentasikan dengan baik. Alhasil sisa kuota cuti tiap karyawan sulit diketahui dengan pasti.

HRD menjadi sulit melakukan approval karena harus mengecek berkali-kali berapa jatah cuti yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Pada akhirnya hal ini akan merugikan pihak karyawan dan HRD itu sendiri. 

 

Baca Juga: Tetap Digaji! Pahami 4 Jenis Paid Leave dalam Perusahaan

 

Pengajuan Cuti Tidak Terdokumentasi

Seperti yang telah disebutkan, kesulitan dalam dokumentasi informasi merupakan hal yang umum dalam pengelolaan cuti secara manual. Pengajuan cuti yang tidak terdokumentasi pun merugikan karyawan karena karyawan sudah mempunyai agendanya masing-masing di luar jam kerja yang sudah direncanakan.

Bayangkan pula apabila karyawan mengalami sakit dan tiba-tiba harus mengajukan cuti sakit di hari itu, sementara pengajuannya tidak tercatat oleh HRD. Cukup merepotkan bagi karyawan, bukan? 

 

Informasi Sering Tertukar

Karyawan A sudah mengajukan cuti dari jauh hari, sementara di arsip HRD yang mengajukan cuti adalah karyawan B. Padahal, karyawan B tidak mengajukan cuti sama sekali di periode ini. Cukup familiar dalam kasus ini?

Hal seperti ini biasa ditemukan dalam perusahaan yang masih mengandalkan metode konvensional dalam pengelolaan administrasi karyawan. 

 

Approval Berlangsung Lama 

Bila informasi saja sudah sering tertukar dan banyak pengajuan yang tidak tercatat dengan baik dan benar, tentu saja akan berpengaruh ke approval cuti karyawan. 

Karena inilah karyawan harus menunggu persetujuan dari pengajuan cuti jauh lebih lama karena HRD sendiri sudah dibuat pusing dengan sistem pengelolaan cuti yang berantakan. Jika sudah begini, karyawan akan menilai bahwa pihak manajemen tidak profesional dalam mengelola karyawan di perusahaan.  

 

Tidak Ada Pengganti untuk Mengisi Posisi Kosong Sementara

Tidak masalah kalau karyawan hanya cuti sehari atau paling lama seminggu. Namun, bagaimana jika karyawan mengajukan cuti yang memakan waktu lama seperti cuti melahirkan? Harus ada pengganti sementara untuk mengisi posisi kosong agar proses kerja berlangsung normal. 

 

Baca Juga: Regulasi Cuti Melahirkan Bagi Karyawan Lelaki dengan Istri di Indonesia 

 

Manajemen Cuti Karyawan Lebih Mudah dan Praktis Bersama Software HRD LinovHR dan LinovESS!

 

mobile ess

Tanpa disadari, manajemen cuti yang berantakan bisa menimbulkan berbagai masalah baik dari sisi karyawan dan HRD itu sendiri. Kemunculan masalah ini nantinya akan berpengaruh kepada produktivitas kerja. Untuk itu penting bagi perusahaan untuk mengelola cuti karyawan dengan baik agar tidak menimbulkan spekulasi tertentu dari karyawan.

LinovHR memberikan solusi atas masalah di atas melalui fitur manajemen waktu yang ada pada Software ESSHRD dapat menentukan kuota cuti, menentukan sistem alur pengajuan, hingga proses approval lebih mudah dan efisien dalam satu sistem. 

Sementara itu, pihak karyawan dapat mengajukan cuti lebih mudah menggunakan aplikasi LinovESS. Cukup dengan menggunakan satu aplikasi, karyawan dapat mengajukan cuti kapan dan di mana saja serta mengetahui sisa jatah cuti yang tersisa. 

Baik antara aplikasi LinovESS dan Time Management Software HRD LinovHR saling terintegrasi secara real time. Jadi, proses approval cuti pun juga dapat lebih cepat tanpa menunggu lama. 

Penasaran bagaimana peran LinovESS dan Time Management Software HRD LinovHR dalam memudahkan database cuti karyawan perusahaan Anda? Ketuk tautan berikut untuk informasi lebih lengkap dan ajukan demo bersama tim kami!