Perbedaan feedback vs feedforward

Feedforward vs Feedback: Mana yang Efektif untuk Nilai Karyawan?

Feedforward, sebagai pendekatan manajemen yang semakin mendapatkan sorotan, menjadi fokus perdebatan terkait pengembangan karyawan di era kerja yang terus berubah. 

Dalam menghadapi dinamika pasar dan tuntutan perubahan yang pesat, pertanyaan mendasar pun muncul.

Apakah feedforward memiliki dampak yang lebih positif dibandingkan dengan feedback konvensional dalam upaya meningkatkan kinerja dan nilai karyawan?

Pertimbangan ini menjadi semakin relevan seiring dengan kebutuhan organisasi untuk terus beradaptasi dan inovatif. 

Dalam artikel LinovHR ini, kita akan menyelami secara mendalam perbandingan antara dua pendekatan ini. 

 

Apa Itu Feedforward?

Feedforward merupakan konsep dinamis yang berfokus pada pemberian saran, ide, dan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan, daripada terfokus pada kesalahan atau kinerja masa lalu.

Tujuannya adalah memberikan bimbingan konstruktif dan dukungan untuk pengembangan pribadi atau profesional.

Berbeda dengan feedback tradisional yang sering kali memusatkan perhatian pada tindakan atau perilaku masa lalu.

Feedforward mengambil pendekatan yang berorientasi ke depan dengan fokus pada apa yang bisa dilakukan dengan cara yang berbeda atau lebih baik di masa mendatang. 

Proses ini memindahkan sudut pandang dari apa yang salah ke bagaimana hal-hal dapat ditingkatkan ke depannya.

 

Keuntungan Feedforward dan Contohnya

Pendekatan feedforward, sebagai alternatif inovatif terhadap umpan balik konvensional, membuka pintu berbagai keuntungan yang dapat meningkatkan kinerja dan perkembangan karyawan. Seperti berikut ini:

 

1. Orientasi ke Depan yang Lebih Proaktif

Feedforward memiliki orientasi ke depan yang proaktif, memungkinkan individu dan tim untuk lebih fokus pada pembenahan di masa depan. 

Sebagai contoh, dalam memberikan saran kepada seorang karyawan terkait proyek, kita dapat mengidentifikasi peluang perbaikan dan mengusulkan pendekatan baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan hasil akhirnya.

Dengan demikian, orientasi ke depan ini membantu menciptakan mindset yang lebih inovatif dan progresif di antara anggota tim.

 

2. Umpan Balik Tanpa Penilaian Negatif

Keuntungan lainnya adalah umpan balik tanpa penilaian negatif. Dalam memberikan feedforward terkait presentasi, sebagai contoh, kita dapat menghindari kritik yang bersifat menghakimi.

Sebaliknya, kita dapat memberikan saran positif yang membantu memperkuat penjelasan dengan menambahkan contoh konkret. 

Pendekatan ini menciptakan lingkungan yang mendukung penerimaan saran konstruktif tanpa menimbulkan rasa malu atau penilaian yang merugikan.

 

3. Memperkuat Hubungan Interpersonal yang Positif

Feedforward memperkuat hubungan interpersonal dengan mengapresiasi aspek positif dan kekuatan individu.

Ketika memberikan feedforward kepada anggota tim, kita dapat mencakup pengakuan atas kreativitas dan dedikasi mereka dalam menyelesaikan suatu proyek. 

Dengan menekankan pada hal-hal positif, hubungan tim dapat diperkuat, menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan positif.

 

4. Mengatasi Hambatan

Salah satu keuntungan feedforward adalah kemampuannya dalam mengatasi hambatan dengan fokus pada solusi. 

Misalnya, ketika memberikan saran atau ide kepada seorang manajer terkait hambatan komunikasi di tim, kita dapat mengusulkan pelatihan untuk memperkuat keterampilan komunikasi interpersonal. 

Dengan demikian, feedforward tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga memberikan solusi konstruktif untuk mengatasinya.

 

5. Membantu Menemukan Pemimpin dalam Tim

Selain itu, metode ini juga membantu dalam menemukan pemimpin potensial dalam sebuah tim ataupun proyek di perusahaan. 

Sebagai contoh, ketika memberikan feedforward kepada anggota tim yang telah menunjukkan keterampilan kepemimpinan, kita dapat memberikan dorongan positif untuk mempertimbangkan peran kepemimpinan di masa depan. 

Dengan cara ini, feedforward dapat menjadi alat identifikasi dan pengembangan bakat kepemimpinan dalam organisasi.

 

6. Fokus pada Masa Depan yang Lebih Baik

Keuntungan lainnya adalah mendorong fokus pada cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa depan. 

Sebagai contoh, dalam memberikan feedforward terkait rencana strategis, kita dapat berdiskusi tentang pengembangan keterampilan tim melalui pelatihan dan workshop

Dengan fokus pada masa depan yang lebih baik, organisasi dapat merencanakan langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan jangka panjang.

 

7. Mempraktikan Umpan Balik pada Tingkat Lebih Tinggi

Praktik feedforward pada tingkat yang lebih tinggi membantu menciptakan budaya pengembangan dan inovasi.

Sebagai contoh, pemimpin organisasi dapat memberikan feedforward terkait visi perusahaan dengan mendorong penerimaan ide-ide kreatif dan adopsi teknologi terbaru. 

Dengan melibatkan semua tingkatan dalam praktik feedforward, organisasi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan, kreativitas, dan inovasi secara keseluruhan.

 

Baca Juga: Apa Itu Feedback Sandwich

 

Perbedaan Feedback dan Feedforward

 

feedback vs feedforward
feedback vs feedforward

 

Di dalam performance management, kita sangat akrab dengan feedback. Nah, antara feedback dan feedforward walau sama-sama berbentuk umpan balik ternyata memiliki beberapa perbedaan, sebagai berikut ini:

 

KriteriaFeedbackFeedforward
Fokus UtamaBerfokus pada kinerja masa lalu.Berfokus pada perbaikan di masa depan.
Aspek yang DitanganiMelibatkan tindakan, perilaku, atau hasil masa lalu .Memberikan saran, ide, atau rekomendasi untuk pertumbuhan dan pengembangan di masa depan.
Penekanan pada Kelemahan dan KekuatanMenyoroti baik area kekuatan maupun area yang perlu perbaikan.Membangun pada kekuatan yang sudah ada dan berfokus pada bagaimana individu dapat meningkatkan kinerja atau keterampilannya lebih lanjut.
Tujuan UmumReflektif dan korektif.Berorientasi pada tindakan dan solusi.
Penerapan UmumDigunakan untuk evaluasi formal dan manajemen kinerja.Dapat digunakan untuk pertumbuhan pribadi dan profesional, seringkali diaplikasikan dalam konteks pengembangan individu atau tim.
Pola PikirLebih terkait dengan evaluasi masa lalu.Mendorong pola pikir pertumbuhan, positif, dan berorientasi ke depan, mendorong eksplorasi ide baru, pengambilan risiko, dan penerimaan peluang belajar.

 

Perbandingan di atas memberikan gambaran tentang perbedaan antara feedback dan feedforward, menekankan poin-poin kunci yang membedakan keduanya dalam konteks pengembangan individu dan lingkungan kerja.

 

Bagaimana Melakukan Penilaian Feedforward?

Penerapan penilaian feedforward adalah langkah kritis dalam menciptakan lingkungan kerja yang berfokus pada pertumbuhan dan pengembangan. 

Proses ini memerlukan perhatian khusus agar memberikan hasil yang berharga dan memberdayakan individu untuk mencapai potensi maksimal mereka. 

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk melakukan penilaian feedforward dengan efektif:

 

1. Menetapkan Tujuan

Sebelum memulai penilaian, penting untuk menetapkan tujuan yang jelas. 

Pertimbangkan apa yang ingin dicapai melalui proses ini, apakah itu meningkatkan keterampilan karyawan, memperkuat kolaborasi tim, atau menciptakan lingkungan kerja yang lebih inovatif. 

Tujuan yang didefinisikan dengan baik akan menjadi pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian feedforward.

 

2. Merencanakan Penilaian

Langkah berikutnya adalah merencanakan penilaian feedforward dengan seksama.

Tentukan metode yang akan digunakan, apakah itu melalui sesi pertemuan satu per satu, FGD, atau platform online.

Pastikan bahwa proses penilaian ini dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif.

Selain itu, pertimbangkan pula apakah akan melibatkan pihak eksternal, seperti konsultan atau mentor, untuk memberikan pandangan yang objektif.

 

3. Melakukan Penilaian

Waktu pelaksanaan adalah kesempatan untuk mengumpulkan informasi berharga.

Saat melakukan penilaian, fokus pada memberikan umpan balik yang positif dan saran konstruktif untuk pertumbuhan di masa depan.

Ajak partisipan untuk merenung tentang kekuatan mereka dan identifikasi area di mana mereka dapat berkembang lebih jauh.

Pastikan bahwa suasana yang tercipta bersifat inklusif, memungkinkan semua pihak merasa nyaman untuk berkontribusi.

 

4. Mengambil Tindakan

Setelah penilaian feedforward selesai, langkah berikutnya adalah mengambil tindakan yang sesuai.

Identifikasi langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mendukung pengembangan individu atau tim.

Hal ini mungkin melibatkan pelatihan tambahan, pendelegasian tugas yang lebih menantang, atau penyediaan sumber daya yang diperlukan.

Pastikan bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

5. Mengevaluasi Tindakan dan Hasilnya

Tahap evaluasi sangat penting untuk memastikan keberhasilan tindakan yang diambil. Lakukan pemantauan terhadap implementasi tindakan dan analisis hasilnya. 

Pertimbangkan apakah tindakan tersebut berhasil mencapai tujuan pengembangan yang telah ditetapkan. 

Jika ada kebutuhan untuk penyesuaian atau perbaikan, jadikan evaluasi ini sebagai pembelajaran untuk penilaian di masa mendatang.

 

6. Mengatasi Tantangan Umum

Dalam melaksanakan penilaian feedforward, mungkin akan muncul tantangan tertentu, seperti resistensi dari individu atau kurangnya partisipasi aktif.

Hal ini bisa diatasi dengan meningkatkan komunikasi, memastikan transparansi, dan memberikan pemahaman yang jelas tentang manfaat yang dapat diperoleh melalui proses ini. 

Selain itu, dapat diterapkan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu atau tim untuk meningkatkan efektivitas penilaian feedforward.

Melalui pendekatan yang terencana dan berfokus pada pengembangan, penilaian feedforward dapat menjadi alat yang kuat untuk mencapai pertumbuhan optimal dalam konteks profesional dan organisasional.

 

Nilai Kinerja Karyawan dengan Performance Management LinovHR

Memberikan penilaian karyawan menjadi salah satu manajemen talenta yang amat penting. Bukan hanya untuk perusahaan, tapi juga untuk karyawan yang bersangkutan.

Dengan mengetahui seperti apa penilaian yang diberikan kepadanya terkait kinerja dan pencapaian kerja, karyawan bisa melakukan intropeksi untuk meningkatkan kinerjanya.

Namun, perlu dipahami proses penilaian ini perlu dilakukan dengan mempertahankan objektivitas.

Untuk menjaga objektivitas dalam penilaian kinerja karyawan, manfaatkan berbagai keunggulan dan fitur andal dari Performance Management LinovHR.

 

performance review

 

Di dalam Performance Management System LinovHR, Anda bisa menetapkan Goals dan KPI untuk menjadi standar penilaian.

Lalu, untuk memberikan saran Anda juga bisa memanfaatkan fitur Performance Review. Fitur satu ini memfasilitasi Anda untuk memberikan review 360 dan telah dilengkapi dengan template pertanyaan review yang bisa digunakan atau juga kustom sendiri. Serta memberikan bobot penilaian terhadap tiap pertanyaan review

Dengan Performance Management LinovHR, organisasi dapat memastikan bahwa penilaian kinerja dilakukan secara objektif, transparan, dan berkelanjutan. 

Jadikan setiap langkah menuju peningkatan kinerja karyawan sebagai landasan untuk keberhasilan jangka panjang. 

Segera optimalkan nilai kinerja karyawan Anda dengan LinovHR hari ini!