goodwill adalah

Apa Itu Goodwill: Pengertian, Manfaat dan Cara Menghitungnya

Dalam dunia akuntansi dan bisnis, istilah “goodwill” menjadi hal yang penting dan sering kali menjadi fokus utama dalam evaluasi nilai suatu perusahaan. 

Goodwill mewakili nilai tambahan yang melekat pada sebuah perusahaan, di luar aset fisik yang terukur dengan jelas. 

Konsep ini berkaitan dengan reputasi, hubungan pelanggan, kredibilitas merek, keahlian manajemen, dan aspek-aspek non-material lainnya yang memberikan keunggulan kompetitif kepada suatu entitas bisnis.

Dalam artikel LinovHR ini, kita akan membahas secara mendalam apa sebenarnya goodwill, manfaatnya bagi perusahaan, dan bagaimana menghitungnya. Yuk, disimak!

 

 

Apa Itu Goodwill?

Goodwill adalah nilai yang melekat pada sebuah perusahaan karena reputasi, merek, hubungan pelanggan, faktor-faktor manajemen, karyawan yang berkualitas, dan aset imateriel lainnya. 

Ini adalah aset tak berwujud yang sulit diukur dan tidak dapat dilihat dalam neraca perusahaan. 

Secara sederhana, goodwill dalam akuntansi mencerminkan nilai dari citra positif yang dimiliki oleh perusahaan dan kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan di atas dari apa yang dapat dihasilkan dari aset fisik semata.

Nilai ini muncul ketika suatu perusahaan diakuisisi dengan harga yang lebih tinggi daripada total nilai aset dan kewajiban yang tercatat. 

Ini juga sering kali menjadi pendorong utama di balik akuisisi perusahaan dan dapat menjadi faktor penentu yang sangat penting dalam mengevaluasi nilai sebenarnya dari suatu entitas bisnis.

 

Jenis-jenis Goodwill

Goodwill dapat dibagi beberapa macam dan masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut ini  uraiannya:

 

1. Goodwill Ekonomi

Ini juga dikenal sebagai goodwill pasar, merujuk pada nilai yang melekat karena beberapa faktor di luar neraca dan laporan keuangan perusahaan

Faktor ini mencakup reputasi perusahaan, hubungan yang kuat dengan pelanggan, pengetahuan dan keterampilan karyawan, serta keunggulan merek.

Ini juga mencerminkan keyakinan pasar, pelanggan, dan pemangku kepentingan bahwa perusahaan memiliki nilai lebih tinggi daripada sekadar aset dan kewajiban yang tercatat.

Nilai ini tidak selalu dapat diukur secara pasti, tetapi sangat penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan, mempertahankan pangsa pasar, dan meningkatkan daya saing.

 

2. Goodwill Akuntansi

goodwill akuntasi dapat disebut juga sebagai goodwill buku, adalah nilai dalam neraca perusahaan ketika perusahaan mengakuisisi entitas lain dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai wajar aset dan kewajiban bersih yang diakuisisi. 

Ini dapat disusutkan seiring waktu berdasarkan kebijakan akuntansi perusahaan. 

Nilai ini penting untuk menunjukkan investasi perusahaan dalam akuisisi, tetapi dapat berfluktuasi seiring berjalannya waktu jika perusahaan tidak dapat mempertahankan nilai aset tak berwujud tersebut.

 

Faktor yang Memengaruhi Goodwill

manfaat goodwill adalah
Goodwill Kualitas Produk

 

Goodwill, adalah nilai yang tak berwujud memengaruhi penilaian suatu perusahaan, dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Berikut ini adalah rangkumannya:

 

1. Kualitas Produk

Kualitas produk akan meningkatkan daya tarik pelanggan, mendongkrak penjualan, dan menghasilkan keuntungan berkelanjutan. 

Dengan memiliki produk berkualitas, maka perusahaan akan mendapatkan kepuasan pelanggan sehingga reputasi dan nilai goodwill perusahaan menjadi lebih kuat.

 

2. Efisiensi Manajemen

Jika manajemen berjalan efisien, operasional perusahaan akan berjalan lancar, biaya akan lebih terkendali, dan segala keputusan dapat diambil secara efektif.

Dengan begitu, kinerja perusahaan akan menjadi baik, sehingga reputasi dan kepercayaan terhadap perusahaan meningkat. 

 

3. Lokasi

Lokasi yang strategi menjadi keunggulan tersendiri bagi perusahaan. Karena dengan begitu, pelanggan akan lebih mudah mengakses produk.

Pemilihan lokasi yang tepat dapat menciptakan peluang penjualan yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan nilai goodwill perusahaan.

 

4. Kondisi Pasar

Jika perusahaan memiliki posisi yang kuat dalam industri, perusahaan berkesempatan untuk menghasilkan keuntungan lebih besar. Situasi pasar pada umumnya dapat meningkatkan goodwill.

 

5. Keuntungan Khusus

Perolehan keuntungan khusus, seperti merek dagang yang kuat, citra produk yang baik, atau keunggulan kompetitif dapat memberikan nilai tambah pada perusahaan. 

 

Manfaat Goodwill

Goodwill memiliki beragam manfaat yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang melakukan akuisisi. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

 

1. Mendapatkan Penghasilan dari Penjualan Produk Perusahaan

Perusahaan yang melakukan akuisisi dapat memperoleh keuntungan dari penjualan produk perusahaan yang diakuisisi. 

Meski mungkin terdapat selisih harga, produk tersebut diharapkan mengalami kenaikan nilai di masa depan.

Hal ini tentunya memberikan peluang keuntungan bagi perusahaan yang mengakuisisi.

 

2. Mendapatkan Penghasilan dari Penyewaan

Apabila perusahaan yang diakuisisi tidak langsung dijual kembali atau dioperasikan secara langsung, perusahaan tersebut dapat disewakan untuk memperoleh pendapatan tambahan.

Uang sewa tersebut dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi perusahaan yang melakukan akuisisi.

 

3. Menambah Kualitas Customer Service

Dengan memiliki dua perusahaan sekaligus setelah akuisisi, jika produk yang ditawarkan mirip atau serupa, perusahaan dapat melakukan promosi bersama dan meningkatkan customer service.

Kolaborasi antara perusahaan dapat mempercepat proses distribusi dan memberikan layanan yang lebih baik kepada konsumen.

 

4. Mendapatkan Lisensi Perusahaan Baru

Selain mendapatkan goodwill, melakukan akuisisi juga berarti mendapatkan perusahaan baru dan secara otomatis mendapatkan lisensi baru. 

Dalam beberapa kasus, perusahaan yang melakukan akuisisi harus membayar lisensi kepada perusahaan yang diakuisisi, mengamankan hak dan izin yang diperlukan.

 

5. Menghemat Biaya Pengeluaran Perusahaan

Akuisisi perusahaan dengan goodwill mungkin terlihat kurang menguntungkan pada awalnya karena tidak mengacu pada nilai buku. Namun, keuntungan akan terlihat di masa depan. 

Misalnya, penggabungan perusahaan dapat memungkinkan penghematan biaya operasional. 

Karyawan dari perusahaan yang diakuisisi dapat dialihkan ke perusahaan lain, memungkinkan efisiensi operasional dan pengurangan biaya gaji.

 

Baca Juga: Return on Assets (RoA): Pengertian, Fungsi, dan Cara Hitung

 

Cara Menghitung Goodwill

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung goodwill pada bisnis adalah dengan mengurangi nilai pasar wajar dari aset bersih yang dapat diidentifikasi dari harga yang dibayar untuk akuisisi bisnis tersebut.

 

Langkah-langkah untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:

  • Tentukan nilai buku dari semua aset dalam neraca.
  • Tentukan nilai wajar dari aset tersebut.
  • Temukan penyesuaian nilai wajar, yang merupakan selisih nilai wajar dan nilai buku aset.
  • Hitung harga pembelian berlebih dengan mengurangkan harga yang dibayar untuk mengakuisisi bisnis target dari nilai bersih aset yang teridentifikasi.
  • Goodwill dihitung dengan mengambil selisih harga beli dan mengurangkan penyesuaian nilai wajar.

 

Berikut ini adalah rumus Goodwill:

Goodwill = P – (A – L)

Keterangan:

P = Harga beli perusahaan

A = Nilai pasar wajar aset

L = Nilai pasar wajar dari kewajiban

 

Contoh Perhitungan Goodwill

PT A ingin mengakuisisi PT B seharga Rp 5.550.000.000. Nilai wajar aset yang teridentifikasi PT B adalah Rp3.000.000.000. 

Nilai pasar wajar dari kewajibannya sendiri sebesar Rp1.000.000.000. Berapa cara menghitung nilai goodwill atas akuisisi tersebut?

 

Nilai goodwill = P – (A – L)

= Rp5.550.000.000 – (Rp3.000.000.000 – 1.000.000.000)

= Rp 5.550.000.000 – Rp 2.000.000.000

= Rp 3.550.000.000

 

Jenis Metode Perhitungan Goodwill

Adapun beberapa jenis metode perhitungan goodwill, antara lain:

 

1. Metode Laba Rata-rata

Metode ini menghitung nilai goodwill dengan menggunakan keuntungan rata-rata selama periode waktu tertentu. 

Nilainya dihitung dengan mengalikan keuntungan rata-rata dengan jumlah tahun pembelian.

 

Rumus:

Laba rata-rata = laba yang dapat dipertahankan di masa depan setelah pajak x jumlah tahun pembelian

 

 

2. Metode Super Laba

Metode ini membandingkan keuntungan rata-rata dengan estimasi keuntungan masa depan yang melebihi keuntungan rata-rata. 

Goodwill dihitung sebagai selisih antara keuntungan super dengan keuntungan normal, kemudian dikalikan dengan jumlah tahun pembelian.

 

Rumus:

Super laba = keuntungan rata-rata yang dapat dipertahankan – keuntungan normal

Goodwill = keuntungan super x jumlah tahun pembelian

 

3. Metode Kapitalisasi Keuntungan

Metode ini menilai berapa modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan rata-rata atau super laba dengan asumsi perolehan keuntungan normal untuk industri tertentu. 

 

Rumus:

Goodwill = nilai kapitalisasi rata-rata / laba super modal yang digunakan

 

Itulah pembahasan mengenai pengertian, manfaat, dan cara menghitung goodwill. Semoga artikel LinovHR ini dapat memberikan wawasan menyeluruh mengenai konsep dalam akuntansi ini, ya!