training kerja

8 Jenis Training Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Persaingan bisnis dan kebutuhan perusahaan terus meningkat dari waktu ke waktu. Untuk mengatasi hal ini, setiap perusahaan tentu perlu meningkatkan kinerja para karyawannya. Hal tersebut dapat dilakukan melalui training kerja.

Training kerja adalah aktivitas latihan yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kemampuan karyawan guna mencapai target-target organisasional. Kegiatan ini dilaksanakan secara sistematis dengan memberikan pembelajaran baik berupa ilmu maupun cara terbaru yang lebih efektif untuk karyawan.

 

Berikut ini adalah 8 jenis training kerja yang dapat tingkatkan produktivitas karyawan Anda.

 

Jenis-Jenis Training Kerja 

Dalam pelaksanaannya, training kerja terbagi dalam beberapa jenis. Berikut di antaranya.

 

1. Rotasi Divisi atau Jabatan

Perusahaan melakukan training kerja ini pada saat hendak melakukan regenerasi jajaran kepemimpinan.  karyawan yang potensial akan diberikan kesempatan untuk menjalani rotasi jabatan.

Nantinya, karyawan dapat memahami lebih lanjut cara kerja divisi atau jabatan lain. Alhasil, setiap pihak akan paham betapa pentingnya koordinasi antar satu divisi dan lainnya dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja.

 

Contoh Penerapan Rotasi Divisi atau Jabatan:

“Andi merupakan pegawai perusahaan ABC. Manajemen menilai Andi merupakan seorang yang potensial. Namun, untuk memastikannya, manajemen memberikan promosi jabatan sementara. Jika hasilnya baik, maka Andi akan mengisi posisi tersebut.” 

 

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Job Rotation

 

Selain itu untuk mensukeskan proses rotasi divisi atau jabatan, HRD dapat menggunakan Software HR LinovHR, Melalui modul Competency Management dan Succession Management. Perusahaan dapat melakukan rotasi setiap jabatan dari berbagai divisi menjadi lebih sesuai dan tertarget.

Undang Kami untuk melakukan Demo Software HR Gratis! LinovHR Melalui tautan ini:

LinovHR.com/Free-Demo/

 

2. Simulasi Kerja

Perusahaan dapat melaksanakan pelatihan kerja melalui sebuah program simulasi. Namun, untuk melakukan training jenis ini perlu akan adanya komputer beserta perangkat lunak atau teknologi terkait. 

Umumnya, training  jenis ini dilakukan pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, seperti pilot, dokter, dan lainnya. Melalui pelatihan ini, karyawan Anda dapat mencoba meningkatkan kemampuannya dengan cara mereka sendiri.

 

Contoh Penerapan Simulasi Kerja:

“PT. XYZ sebagai salah satu perusahaan penyalur tenaga kebersihan sudah melayani banyak client yang kebanyakan berasal dari perusahaan besar. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, PT XYZ mengadakan simulasi kerja kepada para pekerjanya agar dikemudian hari para pekerja bisa handal untuk menjadi tenaga kebersihan perusahaan client.”

 

3. Mentoring 

Jenis training ini dilakukan oleh manajemen dengan cara mengajarkan langsung karyawan di saat waktu kerja. Dalam mentoring, pengajar umumnya ialah seorang atasan langsung yang ahli dalam bidang tertentu. Nantinya, karyawan dapat langsung mengetahui apa saja kemampuan yang dibutuhkan manajemen.

 

Contoh Penerapan Mentoring:

“Daffa merupakan seorang karyawan baru PT Ilham Sejahtera. Namun dirinya belum mampu bekerja dengan baik. Pihak manajemen pun menunjuk seorang ahli untuk menjadi mentor yang akan membantu Budi agar dapat lebih produktif.”

 

4. Seminar

Seminar merupakan salah satu metode training perusahaan dalam bentuk penyampaian materi oleh pihak-pihak yang ahli pada suatu bidang kemampuan.

Nantinya penyelenggara seminar akan mengundang pemateri yang dinilai punya kompetensi yang baik. Diharapkan, pembicara seminar mampu memberikan tips dan cara yang lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas kerja.

 

Contoh Penerapan Training Kerja dengan Seminar:

“PT Dedi Makmur Jaya hendak mengadakan pelatihan karyawan untuk divisi sales. Namun, jumlah karyawan dalam perusahaan dalam divisi sales sangat banyak. Agar lebih efisien, perusahaan mengadakan seminar dengan maksud seluruh karyawan dapat terlatih sekaligus dalam satu waktu.”

 

hris

 

5. Studi Kasus dan Masalah

Metode studi kasus merupakan suatu cara perusahaan dalam memprediksi masalah yang  berpotensi terjadi di kemudian hari. Lalu, karyawan akan diberikan kesempatan untuk memahami masalah tersebut.

Dengan demikian, kemampuan dalam pemecahan masalah dapat terasah. Selain itu, karyawan pun dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi kasus-kasus serupa.

 

Contoh Penerapan Studi Kasus dan Masalah: 

“Divisi Research and Development PT Kapal Perak Seribu mengidentifikasi berbagai masalah yang mungkin terjadi di masa mendatang mengenai keamanan kapal untuk berlayar. Agar karyawan mampu menyelesaikan masalah ini di kemudian hari dan kapal dapat berlayar dengan aman, manajemen mengadakan latihan studi kasus.”

 

6. Diskusi Kelompok

Apabila perusahaan Anda memiliki karyawan yang perlu dilatih dalam jumlah banyak, dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan sesuai kemampuan yang hendak ditingkatkan.

Setelah itu, perusahaan Anda dapat menunjuk seorang instruktur ahli dari bidang terkait untuk memimpin kelompok tersebut. Nantinya, instruktur tersebut akan memberikan arahan berupa saran, tips, teknik, dan lainnya yang dapat mendongkrak produktivitas karyawan.

 

Contoh Penerapan Training Diskusi Kelompok Kerja:

“Divisi pemasaran hendak beradaptasi dengan teknik marketing terbaru. Untuk mewujudkannya, mereka membentuk kelompok diskusi untuk mempelajari teknik tersebut. Nantinya, mereka akan saling bertukar pikiran satu sama lain.”

 

Baca Juga: Tips Brainstorming Efektif di Lingkungan Perusahaan

 

7. Role Playing (Bermain Peran)

Metode role playing merupakan suatu bentuk training kerja yang meminta karyawan untuk bermain suatu peran dan dihadapkan sebuah masalah.

Karyawan diwajibkan menyelesaikan masalah itu menggunakan cara berpikir dan sudut pandang peran yang dimainkan. Dengan demikian, pola pikir karyawan dalam penyelesaian masalah dapat semakin luas. 

 

Contoh Penerapan Role Playing:

“Andi diberikan kesempatan untuk berperan sebagai manajer. Nah, Andi diminta menyelesaikan sejumlah masalah dengan cara cepat. Apabila berhasil mengambil keputusan secara tepat maka kemampuan manajemen masalah Andi telah meningkat.”

 

 

8. Creative Thinking

 

Dalam jenis training kerja ini, karyawan akan dihadapkan dengan sejumlah masalah. Namun, karyawan tersebut harus menggunakan cara-cara yang unik untuk menyelesaikannya. 

Dengan demikian, karyawan akan terangsang untuk berpikir out of the box serta mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif. Seiring meningkatnya kreativitas karyawan, tentu akan menghasilkan kinerja yang semakin optimal.

“PT Pelangi ingin meningkatkan produk yang dipasarkan. Mereka hendak menyasar pasar baru yakni kalangan muda. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan pelatihan kreativitas karyawan agar dapat menciptakan ide-ide yang segar dalam teknik pemasaran.”

 

Sekian penjelasan mengenai jenis-jenis training kerja. Sebaiknya, sebelum menentukan jenis training kerja yang cocok dengan budaya perusahaan, perlu akan perencanaan yang baik meliputi berbagai aspek. Dengan demikian perusahaan Anda melaksanakan training kerja dengan lebih optimal dan mampu meningkatkan produktivitas karyawan. 

Apabila Anda menginginkan perencanaan training kerja dengan lebih baik, dapat menggunakan modul Learning and Development dari LinovHR. Apa saja kelebihannya?

  1. Materi pelatihan menjadi lebih tersusun rapi
  2. Mudah mengkalkulasi anggaran 
  3. Merangkum hasil secara rinci
  4. Penetapan waktu lebih efisien
  5. Penyimpanan terpusat dan sistematis

 

Yuk, kembangkan kualitas SDM perusahaan Anda bersama LinovHR! Pengelolaan training kerja jadi lebih mudah dengan Learning and Development dari Software HRD LinovHR. Segera jadwalkan demo Software HRD bersama tim kami!