kemandirian dalam bekerja

10 Cara Untuk Mendorong Kemandirian Dalam Bekerja Karyawan

Ada banyak cara yang bisa diterapkan perusahaan untuk mendukung produktivitas. Salah satunya adalah membangun kemandirian dalam bekerja para karyawan.

Selain membuat karyawan lebih produktif, kemandirian pada setiap karyawan sangat berguna untuk meningkatkan performa karyawan di perusahaan.

Dengan sikap mandiri, karyawan dapat mengurangi sikap ketergantungannya kepada orang lain. Sehingga karyawan bisa lebih produktif dan bisa mengerjakan pekerjaannya tanpa harus ada bantuan dari orang lain.  

Sikap ini juga dapat membuat karyawan lebih inisiatif dan memicu kemampuan karyawan dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

Selain itu, kemandirian pada karyawan juga dapat membuat karyawan lebih percaya diri, lebih inovatif, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab.. 

Lantas bagaimana cara perusahaan dalam mendorong kemandirian dalam bekerja pada karyawannya?

Mari simak artikel LinovHR berikut ini!

 

 

10 Cara Untuk Mendorong Kemandirian Dalam Bekerja Karyawan

Kemandirian kerja adalah hal yang perlu didorong oleh perusahaan agar dapat meningkat inisiatif karyawan.

Berikut adalah 10 cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mendorong kemandirian dalam bekerja pada setiap pribadi karyawan.

 

1. Tetapkan Ekspektasi

Ketika karyawan tidak memahami apa yang menjadi tanggung jawab mereka atau bagaimana kinerja mereka akan diukur, kemungkinan besar mereka akan mencari validasi untuk setiap keputusan atau tindakan—sekecil apa pun.

Mendefinisikan ekspektasi dan KPI sejak awal akan memungkinkan mereka mengambil peran secara penuh dan minim meminta bantuan.

Selain itu, perusahaan juga penting untuk menyampaikan prioritas agar karyawan pun bisa mengatur waktu dan tugas.

 

2. Berikan Insentif

Solusi kedua untuk meningkatkan kemandirian kerja adalah dengan memberi insentif tambahan lain di luar gaji karyawan.

Sebetulnya, insentif ini tidak hanya melulu tentang uang. Anda bisa memberikan apa saja yang ingin Anda berikan pada karyawan. Anda juga bisa belajar memahami apa yang dibutuhkan oleh karyawan Anda. 

Tujuan pemberian insentif ini adalah salah satu bentuk penghargaan yang Anda atas apa saja yang dicapai oleh karyawan Anda.

Dengan begitu, karyawan Anda bisa termotivasi untuk melakukan pencapaian-pencapaian lain dan meningkatkan performa mereka dalam bekerja.

 

3. Pastikan Ada Dokumentasi yang Jelas

Sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memfasilitasi karyawan dengan dokumentasi tentang proses dan tugas yang relevan dengan tanggung jawab mereka.

Dengan begini, karyawan dapat belajar dengan merujuk dokumen-dokumen tersebut. Cara ini juga mengasah karyawan untuk berpikir kritis dan mendukung kesinambungan saat atasan tidak ada di kantor.

 

4. Dorong Pemikiran Kritis

Ketika karyawan dihadapkan dengan sebuah masalah, jangan langsung memberikan solusi tapi cobalah tanyakan apa yang telah mereka lakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Anda pun dapat mendorong mereka untuk lebih berpikir kritis dengan beberapa cara berikut:

  • Pastikan karyawan sudah mengidentifikasi masalah spesifik
  • Teliti masalahnya dengan informasi dan data yang dimiliki perusahaan
  • Ajukan masalah kepada rekan-rekan yang lain untuk melihat apakah mereka pernah mengalami masalah yang serupa

 

5. Bangun Hubungan Profesional

Cara selanjutnya untuk mendorong kemandirian kerja adalah dengan cara memberi dorongan pada karyawan Anda untuk mampu menjalin hubungan profesional selama bekerja.

Biasanya, dorongan ini sangat berguna bagi karyawan muda yang baru saja masuk ke dalam perusahaan Anda. Menjalin hubungan profesional dapat dimulai pada saat karyawan bekerja di bawah mentor mereka.

Dengan mentor yang berpengalaman, karyawan bisa mulai menanyakan banyak hal secara mandiri terkait apa saja yang dikerjakan. 

Selain itu, mentor yang berpengalaman dapat membuat karyawan Anda termotivasi untuk mencapai target yang sama dalam berkarir.

Menjalin hubungan secara profesional juga dapat membuka peluang baru yang harus dicapai sendiri oleh karyawan, maka dari itu kemandirian sangatlah penting dalam menjalin hubungan profesional.

 

Baca Juga: Cara Meningkatkan Etos Kerja secara Mandiri

 

6. Dukung dengan Otomatisasi

Salah satu bentuk dukungan perusahaan dalam mendorong kemandirian dalam bekerja bagi karyawan adalah dengan cara melakukan otomatisasi atau melakukan modernisasi pada sistem kantor yang sudah mulai termakan oleh zaman. Seperti contohnya mengganti sistem pengelolaan dokumen yang masih konvensional.

Sistem yang masih konvensional akan melelahkan dan membuat karyawan sulit untuk melakukan tugas-tugas lainnya.

Sehingga dengan sistem yang masih kolot, karyawan akan membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan tugasnya agar tidak melebihi tenggat waktu yang telah ditentukan. 

 

7. Hindari Micromanaging

Langkah yang perlu perusahaan dalam mendorong kemandirian kerja pada karyawan adalah dengan cara menghindari atau berhenti menggunakan micromanagement pada karyawan.

Micromanagement akan membuat efisiensi pekerjaan karyawan menurun dan mengecilkan hati karyawan pada perusahaan Anda.

Dengan pengawasan yang super ketat dan bergantung pada keputusan atasan, karyawan akan sulit untuk melakukan inisiatif dalam bekerja karena hal tersebut ditakutkan malah menjadi bumerang sendiri yang akan menyerang mereka. Dengan begitu pekerja hanya bisa mengikuti arahan atasan. 

 

Baca Juga: Hindari Micromanagement Dengan 5 Hal ini

 

8. Terima Kegagalan Karyawan

Kegagalan tidak selamanya buruk. Bahkan kegagalan ini dapat memberi pelajaran dan dapat mendorong kemandirian dalam bekerja bagi karyawan dalam memperbaiki kesalahannya.

Saat gagal dalam melakukan pekerjaan, seorang karyawan akan merefleksikan diri dan merenung dari kegagalannya tersebut. 

Sikap perusahaan dalam menghadapi kegagalan pada karyawan tersebut dapat ditunjukan dengan memberi dukungan, apresiasi, dan dorongan yang dapat memotivasi karyawan untuk kembali bangkit lagi. 

 

9. Berikan Mereka Kesempatan Bertanya

Berikan mereka kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Dengan cara ini, perusahaan dapat membuat karyawan berani dalam menyampaikan gagasannya, ide kreatif dan menyalurkan sikap kritis karyawan yang dapat berdampak positif pada perusahaan.

Memberikan kesempatan karyawan untuk bertanya dan berpendapat merupakan cerminan bahwa perusahaan menganggap bahwa mereka menghargai setiap karyawan mereka.

Sehingga karyawan akan senantiasa untuk berani bertanya dan berpendapat tanpa takut dihakimi oleh perusahaan.

 

10. Memperbaiki Komunikasi

Cara terakhir yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan kemandirian kerja adalah dengan cara memperbaiki dan menjaga komunikasi yang baik dengan karyawan Anda.

Dengan membangun komunikasi yang baik, perusahaan akan menciptakan komunikasi yang personal dengan karyawan, sehingga karyawan mampu mempercayai perusahaan Anda.

Terciptanya komunikasi yang baik, karyawan tidak akan merasa sungkan untuk menyampaikan permasalahan atau masukan yang muncul di kepala mereka sehingga perusahaan bisa menjadi wadah yang baik dalam mengutarakan aspirasi karyawan.

 

Tumbuhkan Kemandirian Dalam Bekerja Karyawan Menggunakan Aplikasi ESS LinovHR

Kemandirian dalam bekerja haruslah dimiliki oleh semua karyawan. Hal ini karena kemandirian karyawan dapat mendorong inisiatif mereka dalam bekerja. Mereka pun dapat bekerja tanpa tergantung pada orang lain sehingga hasilnya karyawan bisa lebih produktif.

Selain itu, kemandirian yang dimiliki karyawan pun membuat mereka sadar dengan apa peran mereka dan apa yang dapat mereka lakukan untuk memajukan perusahaan.

Contoh menumbuhkan kemandirian bekerja melalui penggunaan employee self service (ESS) di mana karyawan akan terlibat secara aktif dalam proses administrasi perusahaan.

ESS ini bukan hanya mendorong kemandirian tapi juga dapat meningkatkan keterlibatan karyawan di dalam perusahaan.

 

aplikasi absen online
Aplikasi Absensi

 

Saat ini, untuk membangun budaya ESS, perusahaan dapat menggunakan aplikasi ESS LinovHR. Melalui aplikasi ESS LinovHR ini, karyawan dapat mengelola data diri mereka sendiri, mulai dari melakukan perubahan, menambahkan, atau melakukan update. Semua ini mungkin dilakukan dalam fitur Profile.

Setelah karyawan melakukan update pada bagian data dirinya, HR hanya perlu melakukan approval saja dan database pun akan otomatis berubah.

Tidak hanya bisa digunakan untuk keperluan perubahan data diri, aplikasi ESS LinovHR juga bisa digunakan untuk keperluan absen online.

Bahkan absen online di aplikasi ini sudah berbasis face recognition dan geolocation.  Dengan kemampuan ini, memungkinkan karyawan untuk melakukan absen secara mandiri dimanapun bahkan saat mereka tidak datang ke kantor.

Fitur lainnya yang dihadirkan aplikasi ESS LinovHR untuk mendukung kemandirian adalah fitur Request. Dengan fitur ini karyawan bisa secara mandiri mengajukan cuti, izin, sampai reimbursement.

Aplikasi yang merupakan bagian dari Aplikasi Absensi LinovHR ini sendiri bisa digunakan di smartphone Android maupun IoS dan tidak memakan memori penyimpanan yang besar.

Menarik bukan? Ayo ajukan demo gratisnya sekarang!