kuesioner kepuasan kerja

Seberapa Penting Kuesioner Kepuasan Kerja? Berikut Contoh Pertanyaannya!

Kepuasan kinerja karyawan adalah salah satu hal krusial bagi perusahaan. Perusahaan dan Human Resource Department (HRD) harus lebih peka untuk memahami seberapa puas karyawan mereka di perusahaan. Survei kepuasan karyawan adalah sarana yang sangat baik untuk mendapatkan gambaran mengenai kepuasan tersebut. Untuk lebih jelas mengenai kuesioner kepuasan kerja, simak pembahasan berikut in! 

 

Kenapa Perusahaan Perlu Melakukan Survei Kepuasan Kinerja? 

Kepuasan karyawan dalam perusahaan sangat penting. Mengapa demikian? Karyawan dengan tingkat kepuasan kinerja tinggi cenderung bertahan dan lebih loyal terhadap perusahaan. Segala tugas yang dilakukan karyawan berasal dari hati yang tulus dan bukan dari keterpaksaan. Dengan begitu, kinerja karyawan dapat lebih produktif dan lebih termotivasi dibandingkan karyawan yang ogah-ogahan dalam bekerja. Berangkat dari hal ini, HRD selalu berusaha untuk menjaga kepuasan kinerja karyawan.

 

Baca Juga: 7 Cara Efektif Meningkatkan Kepuasan Kerja Karyawan

 

Sebelum menerapkan strategi untuk mempertahankan kepuasan kinerja karyawan, HRD harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana kondisi karyawan saat ini. Salah satu metode yang dapat digunakan HRD untuk mengetahui apakah karyawan merasa puas atau tidak dengan pekerjaannya saat ini adalah menggunakan kuesioner kepuasan kerja. Karyawan akan mengisi serangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan, dimana jawaban dari pertanyaan tersebut akan dianalisis dan diidentifikasi oleh HRD. 

 

performance review

Hubungan Survei Kepuasaan Kinerja dengan Evaluasi Kinerja SDM

Survei kepuasan kinerja dengan evaluasi kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) adalah 2 hal yang berbeda tetapi berhubungan satu sama lain. Survei kepuasan kinerja atau kuesioner kepuasan kerja akan menunjukkan dapat menunjukkan kondisi terkini karyawan mengenai kepuasan atas kinerjanya. Sementara evaluasi kinerja SDM dapat menunjukkan performa atau progress kinerja karyawan. HRD dapat membandingkan 2 hal tersebut. Apakah keduanya menunjukkan hasil yang saling terkait? 

Karyawan dengan tingkat kepuasan kinerja rendah cenderung memiliki performa yang rendah. Sementara itu, karyawan yang memiliki kepuasan kinerja tinggi memiliki performa kerja yang tinggi. Namun tak menutup kemungkinan jika karyawan yang memiliki performa tinggi pun akan merasa tidak puas dengan kinerjanya karena beberapa faktor, misalnya karena merasa gaji atau fasilitas yang diberikan perusahaan kurang. 

Berdasarkan kuesioner kepuasan kerja dan evaluasi kinerja SDM, HRD dapat menentukan masukan atau feedback dan langkah apa yang akan digunakan HRD untuk meningkatkan kepuasan kinerja karyawan. Contohnya kasusnya seperti ini, A adalah karyawan fresh graduate yang berusaha belajar beradaptasi dengan kondisi perusahaan. Namun, A merasa kurang puas dengan kinerja karena kesulitan dalam me-manage kinerjanya, sehingga sering kali merasa kewalahan dalam menghadapi deadline. HRD akan melakukan pendekatan profesional dan manusiawi untuk mempersuasi A mencari cara untuk mengelola kinerja lebih efektif dan menentukan skala prioritas. Pada akhirnya, si A dapat bekerja sesuai tuntutan deadline. 

 

Baca Juga: 8 Kiat Menentukan Skala Prioritas Pekerjaan Dengan Mudah

Contoh lainnya adalah karyawan dengan performa tinggi, tetapi tidak puas dengan kinerja. B adalah karyawan staff advertising yang berpengalaman selama 4 tahun dan mempunyai berbagai banyak pencapaian selama karirnya. Namun, B merasa perusahaannya saat ini kurang mengapresiasi kinerjanya karena perusahaan tidak sama sekali memberikan bonus atas prestasinya.  Sementara banyak perusahaan lain mulai membujuk B untuk bergabung bersama mereka. Nah, HRD harus menjaga karyawan bertalenta seperti si B agar tetap betah bekerja di perusahaan. 

 

Contoh Pertanyaan Kuesioner Kepuasan Kerja

Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa ketika karyawan puas dengan pekerjaan mereka, karyawan cenderung lebih bahagia, berkontribusi aktif, dan produktif. Perusahaan yang sukses dibangun atas kinerja karyawan yang puas dan termotivasi. 

Pastikan untuk menghindari menaburkan jargon bisnis atau pembicaraan perusahaan ke dalam pertanyaan yang sulit dipahami. Sebab, penggunaan istilah yang sulit hanya akan membuat karyawan sulit memahami maksud perusahaan, sedangkan perusahaan harus berkomunikasi dan mendapatkan jawaban seakurat dan sejujur mungkin yang mencerminkan keadaan sebenarnya. Jadi, pertanyaan apa yang harus ada dalam survei kepuasan karyawan? Dilansir dari Tinypulse, berikut contoh-contoh yang perusahaan bisa cantumkan: 

 

 

  • Apakah Anda menikmati budaya perusahaan?
  • Apakah Anda merasa terhubung dengan rekan kerja Anda?
  • Seberapa terbuka perusahaan untuk berubah sebagai organisasi?
  • Apakah manajer Anda menghargai masukan Anda?
  • Apakah atasan Anda mengkomunikasikan berita perusahaan secara efektif dan tepat waktu?
  • Apakah manajemen berorientasi kepada kesuksesan tim?
  • Menurut Anda, seberapa transparan manajemen perusahaan?
  • Apakah didistribusikan secara merata ke seluruh divisi Anda?
  • Apakah pekerjaan Anda bermakna bagi kehidupan Anda?
  • Seberapa bahagia Anda di tempat kerja?

 

 

Demikianlah penjelasan mengenai survei kepuasan kinerja, hubungannya dengan evaluasi kinerja SDM, dan contoh pertanyaan dalam kuesioner kepuasan kerja. Untuk mempermudah menyusun kuesioner kepuasan kerja, HRD dapat memanfaatkan performance management software dari LinovHR. Maka penyusunan pertanyaan dapat berjalan sistematis. Sementara itu, data jawaban karyawan yang masuk pun kedalam sistem terjamin keamanannya. Semoga penjelasan di atas dapat membantu dalam pengelolaan SDM yang lebih baik!