tugas accounting

Perbedaan Tugas Accounting dan Finance di dalam Perusahaan

Dalam sebuah Perusahaan, kita tentu mengenal istilah Accounting dan Finance. Keduanya sering dianggap sama lantaran berada pada divisi yang sama yaitu Keuangan. Lebih dari itu, karyawan accounting maupun finance biasanya berasal dari bidang ilmu yang sama yaitu lulusan akuntansi. Tapi apakah benar keduanya sama?

Ternyata, accounting dan finance sebenarnya jelas berbeda. Meskipun keduanya sama-sama mengurus keuangan, tetapi masing-masing dari mereka memiliki tugas spesifik yang berbeda. Apa saja perbedaan tersebut?

 

Pengertian Accounting dan Finance

Sebelum membahas lebih jauh soal tugas accounting dan finance, ada baiknya kita mengetahui dahulu apa pengertian dari keduanya. Accounting atau Akuntansi, dalam investopedia diartikan sebagai proses pencatatan transaksi keuangan yang sistematis dan komprehensif yang berkaitan dengan bisnis. Akuntansi mengacu pada proses meringkas, menganalisa, dan melaporkan transaksi-transaksi kepada badan pengawas, regulator, dan entitas penagih pajak.

Sedangkan Finance atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai keuangan adalah ilmu dalam mengelola uang dan proses aktual untuk memperoleh dana yang mempengaruhi kehidupan setiap perusahaan. Finance berhubungan dengan pengawasan, penciptaan dan studi keuangan, perbankan, kredit, investasi, aset, dan liabilitas yang membentuk sistem keuangan.

 

Perbedaan Tugas Accounting dan Finance

Setelah mengetahui pengertian masing-masing antara accounting dan finance. Maka sebenarnya kita sudah bisa melihat hal mendasar yang membedakan keduanya. Secara umum, berikut tugas dan tanggung jawab dari accounting dan finance.

 

1. Tugas Accounting

Meskipun mengatur keuangan perusahaan, tetapi pada bagian akuntansi tidak bersinggungan langsung dengan uang itu sendiri. Accounting hanya bertugas untuk memroses dan mengelola laporan keuangan dan mencatat transaksi dari bisnis. Setelah melakukan pencatatan, akuntan harus melakukan otorisasi di setiap divisi terkait.

Sebagai contoh, terdapat transkasi di bagian gudang maka akuntan harus melakukan otorisasi ke bagian marketing. Setelah itu, akuntan harus membuat laporan keuangan dengan memeriksa dan memastikan semua transaksi telah tercatat.

Selain itu, bagian accounting juga memiliki tanggung jawab pada urusan pajak. Akuntan bertanggung jawab pada pengelolaan data keuangan perusahaan untuk memenuhi tujuan kualitatif perhitungan perpajakan. Akuntan juga harus bisa memberikan saran perencanaan finansial pada masa depan yang berdampak terhadap pajak.

 

Baca Juga: Struktur Organisasi Yang Ideal Untuk Perusahaan Startup

 

2. Tugas Finance

Jika accounting tidak bersentuhan langsung dengan uang, maka bagian finance langsung bersentuhan dengan uang perusahaan itu sendiri. Finance akan lebih fokus dalam tugas dan tanggung jawab pencarian, pengelolaan, pengalokasian dana, dan melakukan pembayaran di perusahaan.

Selain itu, bagian finance juga bertanggung jawab untuk mengatur kebutuhan uang kas perusahaan dan memastikannya sesuai dengan pencatatan yang sudah dilakukan oleh bagian accounting. Ini artinya, seorang finance berhak untuk memegang uang perusahaan, termasuk untuk menerima dan mengeluarkan uang tersebut baik yang ada pada kas, bank, deposit, atau investasi.

 

Amankah Tugas Accounting dan Finance Digabungkan?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sejatinya accounting dan finance memiliki tugas yang berbeda. Namun tak bisa dipungkiri bahwa masih ada perusahaan yang menggabungkan tugas keduanya kepada satu bagian atau staf yang sama. Biasanya hal tersebut terjadi untuk bisnis kecil karena jumlah transaksi yang dikelola masih terbatas.

 

Baca Juga: Mengenal Struktur Organisasi Perusahaan Dan Tugas Tiap Jabatan

 

Bagaimana dengan perusahaan kelas menenangah dan besar? Hal tersebut tentu akan sangat berisiko. Menggabungkan tugas keuangan/finance dengan akuntansi/accounting akan membuat pengawasan menjadi tidak maksimal. Artinya, risiko kecurangan dan kekeliruan dalam pengeluaran kas menjadi lebih besar. Dalam penjelasan di atas bisa dilihat bahwa keduanya bisa berfungsi sebagai kontrol karena antara laporan dan kenyataan harus sesuai satu sama lain. Ketika seluruh dokumen dipegang oleh bagian atau staf yang sama, maka dokumen fiktif bisa saja terjadi.

 

Baik accounting dan finance memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan. Seorang finance memiliki otoritas untuk memegang, mengeluarkan, dan menerima uang. Sedangkan seorang akuntan bertugas dalam hal pencatatan, pemeriksaan, dan pelaporan uang perusahaan tersebut.