rotasi pekerjaan

Dampak Positif dan Negatif dari Rotasi Pekerjaan

Untuk meningkatkan pengalaman dan keahlian karyawan di bidang yang diinginkannya, seringkali perusahaan membuat kebijakan tertentu agar karyawan semakin berkembang dan karirnya semakin meningkat. Salah satu caranya adalah dengan melakukan rotasi pekerjaan kepada karyawan tertentu.

 

Apa Itu Rotasi Pekerjaan? 

Rotasi pekerjaan adalah perpindahan karyawan secara sistematis dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dalam organisasi untuk mencapai berbagai tujuan sumber daya manusia seperti mengorientasikan karyawan baru, melatih karyawan, meningkatkan pengembangan karir, dan mencegah pekerjaan dari kebosanan atau kelelahan.

 

Rangkaian Sistematik Proses Rotasi Pekerjaan

Di dalam proses rotasi pekerjaan, terdapat rangkaian proses administrasi yang biasanya dilakukan oleh perusahaan maupun karyawan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Apabila rotasi pekerjaan ini diajukan oleh karyawan terhadap perusahaan, maka karyawan dapat mengajukan rotasi pekerjaan tersebut dengan menggunakan permintaan secara tertulis. Kepada atasannya. Di dalam surat permintaan harus menunjukkan pekerjaan yang diinginkan, lokasi pekerjaan, durasi penugasan, hasil yang diharpkan serta manfaat penugasan tersebut. Jika rotasi pekerjaan disarankan oleh supervisor, maka

Supervisor dan karyawan yang mengirimkan surat permintaan tersebut harus menentukan bagaimana tugas pekerjaan karyawan saat ini akan dilakukan sebelum melanjutkan dengan perjanjian rotasi pekerjaan.

Karyawan, supervisor yang mengirim dan supervisor yang menerima surat permintaan harus melakukan pertemuan untuk membahas kemungkinan rotasi pekerjaan, tugas yang diberikan, kerangka waktu, jadwal, jam, dll., Sehingga rincian dapat dinegosiasikan dan diatur. Permintaan rotasi pekerjaan dapat ditolak jika tidak dapat diimbangi dengan kebutuhan perusahaan.

Atasan pengirim, atasan penerima dan karyawan harus berkolaborasi untuk menentukan durasi rotasi pekerjaan. Rotasi mungkin penuh waktu, setengah waktu atau satu hari dalam seminggu. Rotasi juga dapat didasarkan pada alokasi waktu di mana seorang karyawan bekerja di pekerjaan regulernya untuk sebagian dari setiap hari kerja dan selama sisa hari itu berotasi ke pekerjaan lain.

Pengawas yang mengirim dan menerima harus mendapatkan persetujuan untuk penugasan rotasi pekerjaan melalui rantai komando yang sesuai.

Pengawas yang mengirim dan menerima harus mendapatkan persetujuan untuk penugasan rotasi pekerjaan melalui rantai komando yang sesuai.

Jika pengaturan ini dapat diterima oleh semua pihak, supervisor yang menerima akan menyelesaikan perjanjian rotasi pekerjaan dan membuatnya ditandatangani oleh karyawan, supervisor pengirim dan direktur yang sesuai. Salinan perjanjian yang ditandatangani harus diberikan kepada semua pihak. Perjanjian yang ditandatangani dan asli harus diteruskan ke  HRD di mana perjanjian itu akan dicatat untuk upaya perencanaan tenaga kerja dan disimpan dalam arsip personalia karyawan.

Seorang karyawan pada rotasi pekerjaan akan menerima evaluasi kinerja pada jam kerja. Pengawas dan karyawan yang dirotasi harus berkolaborasi jika perlu pada evaluasi. Dan Pengawas harus bertanggung jawab atas penyelesaian evaluasi yang tepat waktu.

Jika biaya perjalanan terlibat dalam penugasan rotasi pekerjaan, area penerima akan bertanggung jawab untuk pembayaran biaya perjalanan, kecuali jika pengaturan pembayaran lain dilakukan dan disetujui oleh para pihak yang terlibat.

Penugasan rotasi pekerjaan dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama kedua belah pihak. Manajemen dapat menghentikan penugasan setiap saat. Jika penugasan rotasi diperpanjang atau dihentikan, perpanjangan atau penghentian harus didokumentasikan secara tertulis, ditandatangani oleh semua individu pada perjanjian awal dan disalin ke semua pihak, termasuk HRD.

 

Dampak Positif dari Rotasi Pekerjaan

Sebuah kebijakan mustahil dibuat jika tidak mengandung manfaat di dalamnya, khususnya kebijakan rotasi pekerjaan. Berikut adalah keuntungan dari rotasi pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan:

 

1. Mengasah Keterampilan Karyawan

Keterampilan dapat diasah dan ditingkatkan melalui hal-hal yang ada di luar pekerjaan anda. Tentunya ini menjadi salah satu keuntungan dari rotasi pekerjaan yang dapat anda rasakan sebagai karyawan, terutama bagi perkembangan karir karyawan yang akan datang.

 

Baca Juga: Bagaimana Cara Melatih Soft Skill?

 

2. Terhindar dari Rasa Bosan

Bosan bukanlah kata yang ingin kita gunakan ketika menggambarkan pekerjaan kita. Namun sadar atau tidak, kita seringkali merasa bosan dengan apa yang sudah kita lakukan. 

Menurut sebuah penelitian yang dilansir dari Psychology Today, sebesar 30 hingga 90 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kebosanan di beberapa titik dalam kehidupan mereka sehari-hari, termasuk pekerjaan mereka.

Rotasi Pekerjaan berpotensi menghilangkan rasa bosan kepada karyawan, karena karyawan diberikan tanggung jawab dan pengalaman yang baru.

 

3. Pengetahuan Karyawan terhadap perusahaan semakin bertambah

Rotasi pekerjaan berpotensi menambah pengetahuan karyawan akan perusahaan. Dengan begitu, ia dapat memahami bagaimana pekerjaan yang ada di divisi tertentu di dalam perusahaan. Tentunya, pengetahuan ini akan bermanfaat bagi karyawan apabila suatu saat ia menerima tanggung jawab yang lebih besar atau ketika mendapatkan promosi jabatan.

 

4. Dapat Mengidentifikasi Posisi Terbaik bagi Karyawan

Program rotasi pekerjaan juga dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan, sehingga perusahaan dapat menempatkan karyawan di posisi dan divisi yang tepat sesuai potensi yang dimiliki masing-masing karyawan.

 

Baca Juga: Budaya Organisasi Berkaitan Dengan Pelanggan Terbaik

 

5. Plan B untuk Karyawan yang Resign

Apabila suatu saat ada karyawan yang resign, manajemen bisa meminta karyawan lain yang pernah mengerjakan tugas yang sama kepada karyawan yang mengikuti program rotasi pekerjaan. 

Dengan begitu, anda tak perlu terburu-buru untuk merekrut karyawan yang baru untuk mengisi kekosongan posisi akibat karyawan yang resign.

 

Dampak Negatif dari Rotasi Pekerjaan

Disamping dampak positif seperti yang telah dijabarkan diatas, rotasi pekerjaan juga memiliki dampak negatif terhadap karyawan maupun perusahaan. Dampak negatifnya adalah sebagai berikut:

 

1.  Membutuhkan Biaya dan Waktu

Tidak ada yang instan dalam proses rotasi pekerjaan karyawan. Dibutuhkan proses yang panjang seperti proses pelatihan, pembelajaran hingga penyesuaian ritme kerja. Hal tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. 

 

2. Berpotensi Mengecewakan Karyawan

Tidak semua karyawan suka dengan pekerjaan dan posisi yang baru ditawarkan oleh manajemen dalam program rotasi pekerjaan. Mereka dapat beranggapan bahwa kebijakan tersebut malah akan mengacaukan pekerjaan mereka sendiri.

 

3. Menurunnya Produktivitas Kerja

Dengan memindahkan karyawan dari posisi dan tanggung jawab yang berbeda dari yang biasanya mereka lakukan, maka potensi menurunnya produktivitas kerja dapat terjadi. Karena karyawan tidak mampu beradaptasi dengan posisi barunya dengan cepat.

 

Baca Juga: 7 Ide Kreatif HRD Agar Tingkatkan Produktivitas Kerja Karyawan

 

Hal ini tentunya tidak akan lama berlangsung hingga manajemen memberikan pelatihan atau program orientasi yang cukup.

 

4. Bukan Solusi yang Tepat

Walaupun secara teori, rotasi pekerjaan memiliki dampak positif terhadap peningkatan engagement karyawan, namun bisa jadi kebijakan tersebut bukanlah solusi yang tepat untuk dilakukan. 

Pikirkan kembali solusi dari penyelesaian masalah yang ada dihadapi oleh perusahaan dan carilah alternatif lain untuk menyelesaikan masalah yang ada

 

Seperti halnya kebijakan lainnya, rotasi pekerjaan memiliki dampak positif dan negatif bagi karyawan sebagai individu maupun perusahaan pada umumnya. Dengan memahami dan menganalisa dengan baik, anda dapat memutuskan untuk memilih mana yang terbaik untuk diterapkan.