Management Trainee

Ikut Program Management Trainee? Pertajam Lagi 10 Skill ini

Bagi seorang fresh graduate, mengikuti program management trainee menjadi pilihan yang tepat dalam memulai karir. Karena selain mendapatkan jenjang karir yang terjamin, Anda bisa mendapatkan ilmu, skill serta wawasan baru pada bidang pekerjaan tertentu.

Tapi sudah tahukah Anda apa itu management trainee? Untuk mengetahui lebih jauh simak pembahasan berikut ini!

 

Apa itu Management Trainee?

Management Trainee (MT) adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada karyawan baru dengan memberikan pelatihan bersama dengan manajer dan eksekutif dengan tujuan untuk bisa mempersiapkan karyawan menjadi manajer dalam organisasi di masa depan.

Setiap karyawan baru yang sedang melakukan program ini akan dibimbing oleh manajer dan karyawan senior yang sudah berpengalaman. Mereka akan mengawasi, memberikan instruksi atau arahan, dan mengajari karyawan teknik dan sistem kerja yang diperlukan agar bisnis perusahaan bisa berjalan secara efisien dan efektif.

 

Skill Management Trainee

Untuk mempersiapkan diri menjadi seorang manajer, terdapat beberapa skill yang akan dilatih dan dibentuk dalam program management trainee. Antara lain:

 

1. Kepemimpinan

Menjadi pemimpin yang ideal tak hanya berkutat mengkoordinasi tugas ke bawahannya, tapi juga mampu membuat kerangka tujuan ke depan dan menentukan road map. Yang juga penting, pemimpin harus punya kemampuan untuk menganalisa data atau situasi yang berkembang. Dengan memiliki kemampuan ini, jenjang karir lebih tinggi akan berpeluang mudah diraih.

 

2. Komunikasi

Merupakan skill paling penting dalam management trainee. Skill ini bahkan bisa mempengaruhi berhasil tidaknya menggaet klien. Bisa juga dikatakan bahwa skill komunikasi merupakan inti yang akan menjaga hubungan kerja karena dapat memecahkan atau mencegah segala isu yang mungkin berkembang. Masalah akan bermunculan, dan hanya lewat komunikasi yang efektif semua bisa dicegah.

 

3. Problem Solving

Dalam konteks memecahkan masalah, kandidat harus mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko. Banyak proyek yang keluar dari tujuan, anggaran, juga tenggat waktu karena kejutan kecil yang tak bisa dikelola. Problem solving sangat dibutuhkan, terutama saat masalah baru muncul. Tak banyak kandidat yang punya kemampuan ini, dan akan jadi nilai lebih jika skill ini diolah dulu.

 

Baca Juga: Cara untuk Meningkatkan Skill Problem Solving

 

4. Adaptif

Di lingkungan kerja yang serba cepat, perubahan akan terjadi cepat, dan pekerja dituntut mampu adaptasi secara langsung. Ketidakmampuan beradaptasi di situasi baru akan memberi persoalan sendiri, baik secara personal juga kolektif. Itu sebabnya sikap adaptif harus dikembangkan guna menghadapi tantangan baru dunia dalam dunia kerja, baik secara internal atau eksternal.

 

5. Efisien

Anggaran dalam suatu proyek kadang terbatas, dan perlu kelihaian dalam mengelola anggaran supaya pengeluaran jadi lebih efisien. Efisiensi secara tak langsung akan membantu perusahaan tumbuh, dan hal pertama yang dilakukan adalah memotong anggaran pengeluaran dan waktu. Hanya kandidat yang punya skill tinggi yang dapat melakukan efisiensi ini.

 

6. Inovatif

Apa yang membedakan perusahaan maju dan yang tidak yaitu dalam aspek inovasi, dan ini diperoleh dari tim dibalik layar yang punya kemampuan semacam ini. Lewat inovasi, persaingan bisnis akan berpeluang besar lebih mudah dimenangkan tanpa usaha yang berlebihan. Untuk skala yang lebih luas, inovasi mampu menghilangkan sekat pembatas sehingga kreativitas akan lebih terbuka.

 

7. Kemauan Belajar

Belajar adalah proses berkelanjutan, bahkan saat sudah masuk dunia kerja dan punya karir. Kemauan belajar akan direfleksikan pada kualitas perusahaan, yang mana bisnis akan jauh berkembang berkat hal-hal baru yang didapat saat proses pembelajaran. Karena perusahaan selalu ingin di atas, perusahaan akan menuntut pekerja untuk selalu berkembang, dan proses ini bisa didapat dari belajar tanpa henti.

 

8. Interpersonal Skill

Secara umum interpersonal skill dideskripsikan sebagai kemampuan yang dimiliki individu. Kemampuan untuk berbicara di depan banyak orang, berinteraksi dengan rekan kerja, mampu memberi solusi, mau mendengarkan masalah, dan memberi motivasi, merupakan contoh dari interpersonal skill. Semua kemampuan dasar ini berguna dalam rangka mengembangkan kemampuan secara individu dalam lingkup kecil, dan tim untuk lingkup yang lebih besar.

 

9. Pengetahuan Tentang Bidang yang Digeluti

Pengetahuan mendalam tentang bisnis yang akan digeluti sangat dibutuhkan sebagai bentuk persiapan. Memahami bisnis, termasuk organisasinya, merupakan aset penting yang dibutuhkan dalam management trainee. Tujuan dari management trainee yaitu untuk memaksimalkan sumber daya yang dipunyai perusahaan sehingga bisa membangun lingkungan kerja yang lebih efisien dan produktif.

 

10. Kemampuan Mengukur dan Menilai Kebutuhan

Inilah kemampuan penting lain yang harus disiapkan para kandidat sebelum ikut program management trainee. Dibutuhkan pengetahuan agar mampu melakukan analisa, dan ini harus disiapkan sebelum benar-benar terlibat dalam program management trainee.

Dalam hal ini, apa yang diinginkan perusahaan yaitu kemampuan karyawan dalam menilai satu kebutuhan dan mencari solusi.

Baca Juga: Berbagai Keuntungan Mengikuti Program Management Trainee

 

Tujuan Mengikuti Program Management Trainee

software hris

Terdapat beberapa tujuan diadakannya program Management Trainee yang dapat diikuti oleh para fresh graduate, antara lain:

 

  • Mempersiapkan Seseorang untuk Pekerjaan yang Sebenarnya

Dalam program Management Trainee, perusahaan akan memberikan kegiatan dan juga pelatihan yang benar-benar mensimulasikan karyawan baru pada prospek kerja yang sebenarnya.

Walau terkadang program ini sering disama artikan dengan program magang atau internship, program MT ini lebih diakui dalam perusahaan sebagai posisi staff yang sebenarnya. Selain itu, pada program ini setiap peserta nantinya akan diberikan projek dan tanggung jawab yang cukup besar untuk melancarkan bisnis perusahaan. 

Sehingga posisi yang diberikan pada program MT lebih memiliki konsekuensi yang cukup besar dibandingkan dengan program magang.

 

  • Memberikan Pengalaman Kerja yang Layak

Sebagai seorang fresh graduate yang masih minim dengan pengalaman kerja, mengikuti management trainee akan memberikan Anda pengalaman kerja yang layak dan professional.

Karena peserta yang melakukan program ini akan dianggap sebagai karyawan tetap dan anggota tim dalam sebuah perusahaan. Jadi setelah lulus dari program tersebut, Anda memiliki pengalaman kerja yang baik untuk dituliskan di dalam CV atau resume dan akan dipandang baik oleh para perusahaan di masa depan.

 

Baca Juga: Fresh Graduate Tidak Punya Pengalaman Kerja? Ikuti Tips Berikut Ini!

 

  • Mendapatkan Penghasilan

Selain berkesempatan mendapatkan pelatihan, wawasan, dan pengalaman kerja yang sesungguhnya, Anda akan mendapatkan bayaran atau gaji selama program MT berlangsung.

Sebab, para peserta management trainee dianggap sebagai karyawan tetap yang mengerjakan tugas dan tanggung jawab penting dalam perusahaan. Sehingga setiap peserta juga wajib untuk mendapatkan gaji setiap bulannya.

 

Program management trainee memang cukup menjadi incaran para pencari kerja terutama para lulusan baru. Agar bisa mengikuti program ini, tentunya Anda harus bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan masing-masing perusahaan. Maka dari itu, kuasailah skill-skill di atas agar bisa lolos dan menjadi peserta management trainee. Selamat mencoba!