The right man on the right place

Memahami The Right Man on The Right Place dalam Dunia Kerja

Filosofi the right man on the right place merupakan fungsi organisasi dalam manajemen strategi sumber daya manusia untuk menentukan posisi yang tepat.

 

 

Namun bagaimana cara yang tepat menentukan bahwa orang tersebut memang yang orang yang tepat? Bagaimana cara mengaplikasikan dalam dunia kerja? Silahkan simak artikel ini.

 

Apa Arti “The Right Man on The Right Place”? 

The right man on the right place memiliki pengertian untuk menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuan atau keahliannya.  Dengan menerapkan filosofi ini dalam perusahaan, diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan maupun produktivitas perusahaan.

Filosofi ini berguna untuk memberdayakan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan menjadi sumber daya manusia unggul. Hal ini juga dilakukan untuk memajukan perusahaan guna mencapai visi dan tujuan yang sudah dibentuk.

 

Apa Tujuan dari Filosofi Ini?

Sebuah filosofi dibentuk karena ada tujuan dan maksud dibalik itu. Untuk filosofi ini, apa tujuannya?

 

Pembagian Kerja Berdasarkan Kemampuan

Dengan menempatkan seseorang dalam posisi yang tepat, dapat mempermudah dalam pembagian kerja. Pembagian kerja merupakan hal penting dalam menentukan alur kerja yang baik.

Karena menempatkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, pastinya pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat tanpa banyak kesalahan serta mengerjakannya tanpa beban.

 

Dapat Melaksanakan Tugas dengan Penuh Tanggung Jawab

Karena mengerjakan tugas sesuai dengan kemampuan, pastinya lebih bertanggung jawab akan tugas tersebut. selain itu perkerjaan akan dilakukan dengan rasa senang dan tanpa beban, membuat rasa memiliki akan pekerjaan tersebut menjadi semakin besar. 

 

Meningkatkan Skill

Memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan bukan berarti kemampuan yang dipunya akan sampai situ saja. Melainkan akan meningkatkan kemampuan tersebut hingga batas maksimal bahkan dapat memperoleh kemampuan baru.

Misalnya, Anda diberikan tanggung jawab dalam menjual suatu produk dan Anda memang handal dalam bagian sales. Bukan hanya skill negosiasi yang semakin terasah, namun public speaking dan market research juga bertambah

 

performance review

 

Kendala Menerapkan “The Right Man on The Right Place”

Untuk menerapkan konsep ini pastinya ada beberapa hambatan dalam pengaplikasiannya.

Ini dia beberapa hambatan dalam penerapannya.

 

Mudah Jenuh

Dengan memplotkan seorang karyawan berdasarkan resume atau CV yang dipunya berdasarkan database karyawan, seseorang dapat mudah jenuh dengan pekerjaan yang berulang.

Tidak sedikit karyawan yang ingin menambah skillnya dalam bidang lain. Sehingga hal ini membuat karyawan menjadi mudah jenuh dengan pekerjaan yang sedang digeluti dan produktivitas menurun. 

 

Kurangnya Pengalaman

Salah satu kendala yang cukup banyak ditemui yaitu kurangnya pengalaman karyawan tersebut.  Walaupun memiliki latar belakang yang baik dan sesuai kualifikasi, namun dengan kurangnya bahkan tidak memiliki pengalaman membuat hal ini menjadi cukup sulit.

Terutama dalam pekerjaan formal seperti akuntan atau pekerja proyek. Bisa diambil contoh pengalaman pekerjaan generasi baby boomers dengan generasi millennial.

Generasi baby boomers, lebih handal dalam pekerjaan yang bersifat formal dan monoton karena memang ladang pekerjaan tersebut tetap dan sudah ada dari zaman dahulu.

Namun untuk general millennial, pekerjaan yang lebih mengandalkan kreativitas dan tanpa aturan lebih nyaman dan paham untuk dikerjakan. Karena saat ini, industri kreatif sedang marak dibuka dimana-mana.

Bayangkan jika generasi baby boomers diberikan pekerjaan dalam industri kreatif, nampaknya akan tidak paham bahkan tidak bisa mengerjakannya karena memang tidak memiliki pengalaman dan taste yang berbeda.

 

Persaingan Antar Karyawan yang Cukup Sengit

Walaupun banyaknya terbuka lebar lapangan pekerjaan, namun keterampilan yang dipunyai setiap karyawannya hampir sama. Oleh karena itu, persaingan antar karyawan semakin sengit.

Sehingga HR Dituntut untuk lebih jeli dan detail agar menemukan the right man on the right place. Perbedaan sedikit skill antar karyawan juga ikut mempengaruhi  performa perusahaan suatu saat nanti.

Jadi, pastikan karyawan bersaing secara sehat untuk meningkatkan kinerja perusahaan, bukan untuk kepentingan individu semata.

 

Salah Perkiraan Terhadap Sumber Daya Manusia

Salah penilaian bisa menjadi hambatan dalam penerapan filosofi ini.

Misalnya, ada seorang karyawan memiliki latar belakang pendidikan Akuntansi, namun karena hobi dan kesukaannya terhadap menggambar, membuat dia lebih fokus pada design graphic atau apapun diluar ranah akuntansinya. Padahal IPK selama berkuliah mendapatkan hasil yang memuaskan.

Hal ini bisa menjadi salah penempatan oleh HR dalam menentukan penempatan posisi. Di satu sisi, memiliki latar belakang akuntansi dan keuangan yang cukup baik namun design graphic lebih ditekuni sehingga lebih expert. Oleh karena itu, filosofi ini bisa menjadi bimbang dan salah penempatan.

Hal ini dapat terpecahkan dengan bertanya bagian mana yang lebih disukai dan mengerjakannya dengan sepenuh hati.

 

Mindset yang Kurang Tepat

The right man on the right place dapat disalahartikan jika seorang individu memiliki mindset yang salah. Sering kali seorang individu merasa posisi tersebut hanya cocok dengan orang yang memiliki kualifikasi wajib sama persis, sehingga membuat kesempatan bagi yang lain akan pupus.

Sebenarnya bukan itu tujuannya. Karena filosofi tersebut dimaksudkan agar memudahkan dalam memposisikan seseorang di kantor tersebut. Pastinya setiap perusahaan memiliki pertimbangan mengapa seseorang diberikan jabatan terlepas dari faktor skill dan lainnya. 

 

Baca Juga: Apa Fungsi dan Tujuan Delegasi di Perusahaan? 

 

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menerapkan “The Right Man on The Right Place”? 

Setelah Anda mempelajari tujuan dari filosofis ini dan hambatan yang sekiranya akan dihadapi, ada hal yang harus Anda lakukan agar filosofi ini dapat diterapkan dan tepat sasaran  :

 

  1. Evaluasi minat dan latar belakang karyawan
  2. Bertanya kepada karyawan goals yang ingin diambil selama bekerja di perusahaan ini
  3. Sharing pengalaman yang menarik dan kurang menarik selama bekerja
  4. Pimpinan wajib peka terhadap karakteristik karyawan
  5. Mengenal satu sama lain agar tidak membuat gap yang terlalu besar

 

HRIS LinovHR Solusi Membantu Penerapan “The Right Man on The Right Place”

LinovHR membantu Anda dalam menerapkan konsep “the right man on the right place” dengan sistem HRIS terbaik. Dengan menggunakan HRIS, dapat memudahkan HR dalam mengumpulkan database karyawan hingga  mengukur performance dengan tepat.

Adanya database karyawan yang saling terintegrasi dapat membantu Anda dalam menentukan karyawan sesuai dengan kemampuan serta pengalaman sebelumnya hingga karyawan ditempatkan tepat sasaran dan bekerja secara dinamis dan efektif.

Dengan begitu, tiap lini dalam perusahaan hanya diisi oleh orang-orang kompeten. Namun. Karyawan unggulan ini juga harus dikelola dengan baik sehingga dapat mengeluarkan talenta terbaiknya.

Oleh karenanya HRIS LinovHR juga dilengkapi dengan modul Performance Management dan Learning and Development untuk memfasilitasi pengembangan serta pengelolaan karyawan secara holistik. 

Dengan Software HRIS LinovHR  kami siap memudahkan HR untuk mendapatkan kandidat yang tepat disetiap posisinya. 

Lihat berbagai fitur Software HRIS LinovHR disini

 

Kesimpulan

Istilah “the right man on the right place” sudah banyak diterapkan oleh perusahaan untuk membentuk strategi pengembangan perusahaan dan sumber daya manusia-nya.

Strategi ini bisa jadi strategi yang kurang tepat jika tidak memiliki tujuan dan maksud dibalik pembentukannya.

Oleh karena itu, artikel ini telah membahas tujuan, hambatan serta cara yang dapat Anda lakukan agar strategi ini dapat tepat sasaran.

Semoga Artikel ini dapat Membantu  untuk menerapkan “the right man on the right place”