tunjangan makan

Wajibkah Perusahaan Memberikan Tunjangan Makan Kepada Karyawan?

Di Indonesia, beberapa perusahaan masih ada yang memberikan tunjangan makan karyawan setiap bulannya. Hal tersebut menjadi pertanyaan oleh banyak pihak apakah perusahaan wajib memberikan uang makan kepada karyawannya?

Untuk mengetahui lebih jelasnya, simaklah pembahasan artikel LinovHR berikut ini!

 

Ketentuan Tunjangan Makan dalam Perusahaan 

Dalam peraturan UU Ketenagakerjaan, pemerintah tidak mewajibkan setiap perusahaan untuk memberikan tunjangan kepada para karyawannya. Sebaliknya, perusahaan bisa mengganti uang makan dengan bentuk memberikan makan siang kepada karyawan sebagai bagian dari benefit non tunai.

Namun demikian, ada banyak perusahaan yang memberikan uang atau tunjangan makan kepada pegawainya yang termasuk ke dalam komponen gaji. Perusahaan yang memberikan tunjangan kepada karyawannya, jumlahnya tidak boleh lebih dari 25% dari total gaji pokok.

 

FYI: Pengertian tunjangan makan karyawan adalah pemberian sejumlah uang dari perusahaan kepada karyawan untuk kebutuhan makan karyawan selama jam kerja berlangsung. 

 

Persentase ini juga merujuk kepada UU Ketenagakerjaan soal komponen gaji yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Besarnya gaji pokok yang harus diberikan minimal sebesar 75% dari total gaji pokok dan tunjangan, 25% sisanya adalah tunjangan karyawan. 

Jadi, bisa dikatakan jika tunjangan makan karyawan dalam perusahaan bersifat opsional atau tidak wajib. Semua tergantung dengan kebijakan dan kondisi perusahaan itu sendiri.

 

Standar Penentuan Tunjangan Makan

Di bawah ini adalah standar uang makan karyawan swasta yang dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

  1. Tunjangan makan karyawan bisa diberikan paling besar sejumlah 25% dari total gaji dalam 1 periode atau bulan.
  2. Bagi karyawan yang bekerja selama 6 hari dalam seminggu, maka uang makan dapat dihitung dengan cara 25% dari gaji pokok selama 25 hari kerja dalam sebulan
  3. Bagi karyawan yang bekerja selama 5 hari dalam seminggu, maka uang makan dapat dihitung dengan cara 25% selama 21 hari kerja dalam sebulan.

 

Baca Juga : Seberapa Pentingkah Tunjangan Karyawan dalam Perusahaan?

 

Cara Menghitung Uang Makan Karyawan

Besaran uang makan karyawan yang akan diberikan perusahaan adalah 20% hingga 25% dari gaji pokok selama sebulan. Maka cara menghitung uang makan karyawan yang dimasukan kedalam perhitungan gaji adalah sebagai berikut.

 

Menghitung uang makan karyawan yang dilakukan secara manual pastinya cukup rumit, apalagi jika jumlah karyawan dalam perusahaan cukup banyak. Untuk mempercepat proses perhitungan uang makan karyawan beserta seluruh komponen gaji yang lain,  Anda bisa memanfaatkan aplikasi Payroll dari LinovHR.

payroll

 

1. Perusahaan Korporat

Untuk menghitung besaran uang makan dari perusahaan korporat, perhatikanlah ilustrasi di bawah ini.

Pak Dadi adalah seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan di Jakarta. Ia bekerja selama 6 hari dalam seminggu dan mendapatkan gaji pokok sebesar Rp. 5.000.000 per bulannya. Maka, tunjangan yang akan diterima Pak Dadi selama sebulan adalah?

 

Gaji Pokok : Rp. 5.000.000

Tunjangan makan : Rp. 5.000.000 × 25%

Tunjangan makan yang akan diterima Pa Dadi selama 1 bulan sebesar Rp. 1.250.000

 

2. Perusahaan Startup

Untuk menghitung besaran uang makan dari perusahaan Startup, perhatikanlah ilustrasi di bawah ini.

Ibu Wina bekerja di salah satu perusahaan Startup dengan gaji pokok yang diterima selama sebulan adalah Rp. 4.000.000. Lalu berapa tunjangan makan yang akan diterima Ibu Wina selama satu bulan?

 

Gaji pokok : Rp. 4.000.000

Tunjangan makan : Rp. 4.000.000 × 25%

Jadi tunjangan makan yang akan diterima Ibu Wina sebesar Rp. 1.000.000 selama 1 bulan.

 

Baca Juga : Panduan Lengkap Soal PPh 21 Bukan Pegawai

 

Mudahkan Hitung Tunjangan  Makan Karyawan dengan Software Payroll LinovHR

Software Payroll dari LinovHR akan memudahkan perusahaan Anda untuk menghitung besaran uang makan kepada karyawan yang termasuk ke dalam komponen gaji secara otomatis dengan tingkat akurasi dan keamanan yang tinggi.

Selain menghitung tunjangan, software Payroll LinovHR juga bisa melakukan hal-hal yang bersifat administratif lainnya seperti gaji pokok, BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, asuransi, hingga PPh 21 secara efisien. 

Tidak hanya itu, software ini akan menyajikan data berupa laporan payroll secara komprehensif dan akurat. Perhitungan otomatis membuat HRD lebih banyak waktu untuk menyusun strategi yang membutuhkan fokus dan analisis yang cukup tinggi

 

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk memberikan tunjangan makan kepada para karyawannya. Dalam peraturan UU Ketenagakerjaan pun tidak ada penjelasan mengenai kewajiban perusahaan dalam memberikan uang makan. 

Yang terpenting harus diperhatikan perusahaan adalah pemberian gaji karyawan tidak boleh kurang dari upah minimum yang sudah ditetapkan pemerintah. Sehingga karyawan mendapatkan taraf hidup yang layak.