kompensasi

5 Bentuk Kompensasi perusahaan yang diberikan karyawan

Kompensasi adalah imbalan yang diterima seseorang akan kerja yang ia lakukan. Dalam dunia bisnis dan usaha, kompensasi berarti imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Kompensasi inilah yang biasanya menjadi pertimbangan seorang karyawan bersedia tidaknya bekerja di suatu perusahaan.

Pemberian kompensasi menjadi hal penting bagi perusahaan untuk meningkatkan loyalitas dan motivasi kerja karyawan. Dengan demikian, produktivitas perusahaan akan meningkat dan berarti berpengaruh kepada keuntungan perusahaan.

Pemberian kompensasi juga bisa menjadi alat untuk menseleksi karyawan terbaik atau qualified. Jika kompensasi yang diberikan baik, maka karyawan yang qualified akan bertahan. Begitupun sebaliknya, jika kompensasi yang diberikan tidak sesuai, maka karyawan yang qualified akan pindah ke perusahaan lain yang dirasa lebih baik. Begitupun dalam proses rekrutmen, nilai kompensasi yang baik akan membuat karyawan yang berkualitas bersedia bekerja karena mereka tentu memiliki ‘nilai’ akan dirinya sendiri.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa kompensasi tidak hanya bermanfaat bagi karyawan. Pemberian kompensasi dan pengelolaannya yang baik, juga akan berdampak positif bagi produktivitas perusahaan. Dalam jangka panjang, perusahaan juga bisa menghemat biaya-biaya yang tak perlu seperi untuk rekrutmen dan lain sebagainya.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah kompensasi itu sama dengan gaji? Ternyata kompensasi tidak hanya soal gaji, melainkan semua imbalan atau manfaat yang didapatkan oleh karyawan. Berikut 5 macam bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

 

1.     Gaji atau Upah

Setiap karyawan sudah pasti mendapatkan kompensasi berupa gaji atau upah. Bentuk kompenasasi berupa gaji atau upah ini adalah hal utama yang penting bagi karyawan karena bisa menjadi patokan akan besarnya kompensasi bentuk lain yang diberikan perusahaan.

Gaji dan upah sendiri sebenarnya berbeda. Gaji (salary) adalah pembayaran imbalan kerja yang dilakukan dalam periode atau jangka waktu tertentu. Sedangkan upah (wages) adalah pembalas jasa atau pembayaran tenaga akan suatu pekerjaan yang tidak terpaut pada periode waktu tertentu. Dari perbedaan itu bisa disimpulkan bahwa secara umum gaji adalah kompensasi bagi karyawan tetap, sedangkan upah adalah kompensasi untuk pegawai tidak tetap atau kontrak.

 

2.     Insentif

Insentif adalah tambahan-tambahan imbalan diluar gaji atau upah yang diberikan perusahaan. Insentif ini biasanya diberikan langsung (bersama gaji) sebagai penghargaan akan kinerja karyawan. Program-program insentif biasanya berdasarkan produktivitas, penjualan, keuntungan, atau upaya pemangkasan biaya. Melalui insentif pula, karyawan bisa termotivasi untuk lebih meningkatkan kemampuan diri.

Program insentif bisa dikatakan sangat penting diterapkan oleh perusahaan karena merupakan daya tarik bagi karyawan untuk berkinerja sesuai keinginan perusahaan. Kebijakan insentif yang memadai akan membuat karyawan yang berkualitas akan terus mengembangkan keahliannya dan karyawan yang belum memenuhi standar bisa berupaya agar bisa memberi kontribusi positif untuk kesejahteraan dirinya sendiri.

 

3.     Bonus

Hampir serupa dengan insentif, pemberian bonus juga dilakukan atas kinerja yang melebihi standar dari karyawan atau pendapatan yang melampaui target dari perusahaan. Besaran bonus juga tidak diatur secara khusus melainkan berdasar kondisi masing-masing perusahaan.

Umumnya, kita mengenal 6 jenis bonus yaitu bonus tahunan, bonus prestasi, bonus retensi, bonus referral, bonus keahlian, dan tantiem.

  • Bonus tahunan diberikan atas pencapaian perusahaan tahun sebelumnya,
  • bonus prestasi yang diberikan atas apresiasi kinerja,
  • bonus retensi yang diberikan untuk mempertahankan karyawan yang cakap agar tetap di perusahaan,
  • bonus referrral yang diberikan pada karyawan yang merekomendasikan kandidat karyawan potensial untuk bekerja di perusahaan,
  • bonus keahlian yang diberikan pada karyawan dengan keahlian khusus dan berkontibusi pada pencapaian perusahaan, dan
  • tantiem yang merupakan bentuk hadiah kepada direksi dan komisaris oleh pemegang saham atas keuntungan perusahaan.

 

Baca Juga : Macam – Macam Bonus Tahunan untuk Karyawan di Indonesia

 

4.     Tunjangan

Bentuk kompensasi lainnya adalah tunjangan. Tunjangan ini biasanya meliputi asuransi kesehatan (BPJS Kesehatan), asuransi ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), tunjangan hari tua, program pensiun, uang transport, uang makan, tunjangan hari raya, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kepegawaian.

Salah satu yang sering menjadi pertimbangan terbesar karyawan dalam memilih perusahaan selain soal gaji adalah tunjangan. Hal ini karena tunjangan memiliki peran dalam kenyamanan dan ketenangan mereka untuk hal-hal langsung bagi dirinya maupun yang tak terduga seperti kesehatan dan pasca pensiun.

 

5.     Fasilitas

Bentuk kompensasi yang bisa dirasakan karyawan namun tidak berbentuk uang adalah fasilitas yang diberikan perusahaan untuk keberlangsungan kerja. Fasilitas ini diberikan agar karyawan tidak perlu lagi memikirkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan selama mereka bekerja, seperti lingkungan kerja yang nyaman, fasilitas parkir, fasilitas penunjang kerja seperti komputer, kendaraan dinas, hingga bisa juga berupa keanggotaan di suatu klub.

Kompensasi yang layak yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya berbanding lurus dengan tingkat kepuasan kerja dan juga kinerja karyawan tersebut.

Saat ini anda dapat mengelola dengan mudah segala macam benefit untuk karyawan melalui Sofware HRD Indonesia LinovHR, Melalui salah satu modulnya yaitu Modul Benefit pengelolaan benefit akan menjadi lebih mudah dan terstruktur . Segera dapatkan ujicoba gratis Software HR LinovHR Lewat sini -> https://www.linovhr.com/#/request-free-trial