15 Contoh Laporan Kegiatan dan Cara Membuatnya

Daftar Isi

Bagikan Artikel Ini :

15 Contoh Laporan Kegiatan dan Cara Membuatnya

Tahukah Anda, bahwa laporan kegiatan seringkali diperlukan, terutama ketika mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat formal.

Hal ini diperlukan sebagai bukti untuk mengetahui kegiatan yang sudah berlangsung tersebut, umumnya laporan ini dibuat setelah berakhirnya sebuah kegiatan.

Laporan yang dibuat nantinya akan diberikan kepada atasan maupun orang-orang yang memiliki keperluan dari laporan tersebut, sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan suatu kegiatan.

Ada beragam contoh laporan kegiatan yang ada, tergantung pada fungsi dari laporan itu dibuat.

Pada artikel kali ini LinovHR akan membahas mengenai contoh-contoh dan juga panduan cara membuat laporan kegiatan yang baik dan benar.

Baca juga: 6 Kendala Ini Biasa Muncul Dalam Menyusun Laporan Evaluasi Kinerja Karyawan

Apa itu Laporan Kegiatan?

Laporan kegiatan adalah dokumen tertulis yang merangkum atau mendeskripsikan secara rinci aktivitas yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi.

Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan yang telah dilaksanakan, hasil yang dicapai, serta evaluasi terhadap kegiatan tersebut.

Biasanya, laporan kegiatan dibuat setelah acara atau aktivitas selesai. Laporan ini kemudian diserahkan kepada atasan atau pihak lain yang memerlukan informasi tersebut.

Selain itu, laporan harus disusun dengan jelas dan mudah dipahami agar penerima dapat mengerti perkembangan yang terjadi.

Baca juga: Laporan Kinerja dan Manfaatnya

Fungsi Laporan Kegiatan

Sebelum menuju contoh-contohnya, penting untuk mengetahui beberapa fungsi dari laporan suatu kegiatan dibuat.

1. Bahan Evaluasi

Fungsi yang pertama yaitu sebagai bahan untuk evaluasi. Sebuah laporan kegiatan dibuat untuk mengetahui berjalannya sebuah acara, beserta dengan hambatan, kendala, maupun hal-hal yang membuat suatu kegiatan terganggu.

Dengan adanya laporan tersebut, hal-hal yang di atas bisa dicegah atau diminimalisir, agar tidak terjadi pada kegiatan-kegiatan berikutnya.

2. Pengambilan Keputusan

Fungsi selanjutnya yaitu sebagai dasar untuk mengambil suatu tindakan atau keputusan. Sebuah laporan bisa dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam mengambil suatu tindakan.

3. Bukti Sebuah Kegiatan

Fungsi yang terakhir yaitu sebagai sebuah bukti terlaksananya sebuah kegiatan. Laporan dibutuhkan sebagai sebuah bukti yang bisa dipertanggungjawabkan kepada atasan atau orang-orang yang berkepentingan mengenai sebuah kegiatan.

Baca juga: Tips HR: Contoh Laporan Kerja Harian Karyawan

Struktur Laporan Kegiatan yang Baik dan Benar

Struktur laporan kegiatan yang baik akan memudahkan pembaca memahami tujuan, proses, hingga hasil kegiatan tersebut.

Berikut format laporan kegiatan yang umum digunakan:

1. Judul Laporan

Bagian pertama adalah judul laporan yang mencerminkan nama kegiatan secara jelas dan spesifik.

Judul sebaiknya mencantumkan jenis kegiatan serta waktu pelaksanaannya agar pembaca langsung memahami konteks laporan tanpa perlu membaca keseluruhan isi terlebih dahulu.

2. Pendahuluan

Pendahuluan berisi latar belakang diselenggarakannya kegiatan.

Pada bagian ini dijelaskan alasan, urgensi, atau dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pendahuluan membantu pembaca memahami konteks dan tujuan umum dari kegiatan yang telah dilakukan.

3. Tujuan Kegiatan

Bagian ini menjelaskan secara spesifik apa yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut.

Tujuan dapat berupa peningkatan keterampilan peserta, pencapaian target perusahaan, sosialisasi program tertentu, atau bentuk realisasi rencana kerja.

4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Informasi mengenai kapan dan di mana kegiatan berlangsung perlu dicantumkan secara jelas.

Penulisan tanggal, hari, serta lokasi kegiatan penting sebagai bentuk dokumentasi administratif.

5. Susunan Panitia atau Pelaksana

Dalam laporan formal, biasanya dicantumkan struktur panitia atau pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan.

Bagian ini menunjukkan siapa saja yang terlibat dan memiliki peran dalam kegiatan tersebut.

6. Rangkaian atau Jalannya Kegiatan

Pada bagian ini dijelaskan secara kronologis bagaimana kegiatan berlangsung, mulai dari pembukaan hingga penutupan.

Penjelasan sebaiknya disampaikan secara runtut dan objektif agar pembaca dapat memahami alur kegiatan dengan jelas.

7. Hasil dan Evaluasi

Bagian hasil memuat pencapaian kegiatan, jumlah peserta, respons yang diterima, serta output yang dihasilkan.

Sementara itu, evaluasi berisi analisis terhadap kekurangan maupun kendala yang muncul selama pelaksanaan.

Bagian ini sangat penting karena menjadi dasar perbaikan kegiatan di masa mendatang.

8. Penutup

Penutup berisi kesimpulan singkat dari keseluruhan kegiatan serta harapan atau rekomendasi ke depan.

Bagian ini menandai berakhirnya laporan secara formal.

9. Lampiran (Jika Ada)

Lampiran biasanya memuat dokumentasi foto, daftar hadir, rincian anggaran, atau dokumen pendukung lainnya.

Tidak semua laporan wajib memiliki lampiran, tetapi untuk laporan resmi, bagian ini sangat disarankan.

Cara Membuat Laporan Kegiatan yang Sistematis dan Profesional

Setelah memahami struktur laporan kegiatan yang benar, langkah selanjutnya adalah menyusunnya secara sistematis agar mudah dipahami dan disetujui oleh atasan atau pihak terkait.

Berikut tahapan praktisnya:

1. Kumpulkan Data dan Dokumen Pendukung

Sebelum mulai menulis, pastikan seluruh data kegiatan telah terkumpul dengan lengkap. 

Data tersebut dapat berupa rundown acara, daftar hadir peserta, dokumentasi foto, anggaran dan realisasi biaya, hingga hasil evaluasi. 

Dengan menyiapkan dokumen pendukung sejak awal, proses penulisan akan lebih cepat dan terstruktur.

2. Tentukan Tujuan dan Penerima Laporan

Setiap laporan memiliki audiens yang berbeda, sehingga gaya penyusunan dan kedalaman pembahasan perlu disesuaikan. 

Laporan untuk atasan biasanya membutuhkan data hasil dan evaluasi yang jelas, sedangkan laporan untuk sponsor lebih menekankan pada pencapaian dan dampak kegiatan. 

Menentukan tujuan laporan sejak awal membantu Anda menyusun isi yang lebih relevan dan tepat sasaran.

3. Susun Isi Sesuai Struktur yang Telah Ditentukan

Agar laporan mudah dipahami, tulislah isi sesuai dengan struktur yang sistematis, mulai dari pendahuluan, tujuan, pelaksanaan kegiatan, hasil, hingga evaluasi dan penutup. 

Hindari menyampaikan informasi secara acak atau melompat-lompat antarbagian. 

Penyusunan yang runtut akan membuat laporan lebih enak dibaca dan menunjukkan profesionalisme penyusunnya.

4. Gunakan Bahasa yang Formal dan Objektif

Laporan kegiatan termasuk dokumen resmi, sehingga sebaiknya menggunakan bahasa formal dan objektif. 

Hindari penggunaan opini pribadi yang tidak didukung data, serta kalimat yang terlalu emosional. 

Gunakan kalimat yang jelas, ringkas, dan langsung pada inti pembahasan agar pembaca dapat memahami isi laporan tanpa kebingungan.

5. Lakukan Pemeriksaan Akhir Sebelum Dikirim

Sebelum laporan diserahkan, luangkan waktu untuk melakukan pengecekan ulang. 

Pastikan tidak ada kesalahan penulisan, data angka sudah sesuai, tanggal konsisten, serta lampiran sudah tercantum dengan lengkap. 

Pemeriksaan akhir ini sering kali menentukan apakah laporan akan langsung disetujui atau justru dikembalikan untuk revisi.

Baca juga: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ): Pengertian, Prinsip, dan Format Penyusunannya

Kesalahan Umum dalam Menyusun Laporan Kegiatan

Menyusun laporan kegiatan terlihat sederhana, tetapi dalam praktiknya masih banyak laporan yang dikembalikan untuk revisi karena dianggap kurang lengkap atau tidak sistematis. 

Kesalahan-kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap struktur dan tujuan laporan itu sendiri.

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan:

1. Tidak Mengikuti Struktur yang Jelas

Salah satu kesalahan paling umum adalah menyusun laporan tanpa struktur yang runtut. 

Informasi disampaikan secara acak sehingga pembaca kesulitan memahami alur kegiatan. 

Laporan yang baik seharusnya mengikuti susunan yang sistematis, mulai dari pendahuluan hingga penutup, agar isi lebih mudah dipahami dan terlihat profesional.

2. Minim Data dan Bukti Pendukung

Banyak laporan hanya berisi narasi tanpa didukung data konkret seperti jumlah peserta, dokumentasi kegiatan, atau hasil evaluasi. 

Padahal, laporan kegiatan bukan sekadar cerita, melainkan dokumen pertanggungjawaban. 

Tanpa data yang jelas, laporan akan dianggap kurang valid dan kurang meyakinkan.

3. Bahasa Terlalu Informal atau Subjektif

Penggunaan bahasa yang terlalu santai, emosional, atau mengandung opini pribadi dapat mengurangi kredibilitas laporan. 

Laporan kegiatan seharusnya menggunakan bahasa formal dan objektif, terutama jika ditujukan untuk atasan, instansi, atau pihak eksternal.

4. Tidak Menyertakan Evaluasi

Sebagian penyusun laporan hanya menjelaskan jalannya kegiatan tanpa mencantumkan evaluasi. 

Padahal, bagian evaluasi menunjukkan sikap profesional dan kesiapan untuk melakukan perbaikan di masa depan. 

Tanpa evaluasi, laporan terasa kurang lengkap dan tidak memberikan nilai pembelajaran.

5. Kesalahan Teknis dan Administratif

Kesalahan penulisan tanggal, inkonsistensi data angka, atau lampiran yang tidak lengkap juga sering menjadi penyebab laporan ditolak. 

Hal-hal kecil seperti ini dapat memengaruhi penilaian terhadap kualitas kerja penyusunnya. 

Oleh karena itu, pemeriksaan ulang sebelum menyerahkan laporan sangat penting untuk menghindari revisi yang tidak perlu.

Tips Membuat Laporan Kegiatan yang Mudah Disetujui Atasan

Dalam lingkungan kerja, laporan kegiatan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja. 

Agar laporan lebih mudah disetujui, perhatikan beberapa hal penting berikut ini:

1. Fokus pada Hasil dan Dampak, Bukan Hanya Proses

Atasan umumnya lebih tertarik pada hasil yang dicapai dibandingkan detail teknis pelaksanaan. 

Oleh karena itu, selain menjelaskan jalannya kegiatan, pastikan Anda menonjolkan pencapaian, data keberhasilan, serta dampak kegiatan terhadap tim atau perusahaan. 

Misalnya, peningkatan partisipasi, efisiensi biaya, atau tercapainya target tertentu.

2. Sajikan Data Secara Ringkas dan Terukur

Gunakan angka, persentase, atau indikator yang jelas untuk memperkuat laporan. 

Penyajian data yang terukur membuat laporan lebih objektif dan mudah dievaluasi. 

Hindari penjelasan yang terlalu panjang tanpa poin inti yang jelas, karena hal tersebut justru menyulitkan pembaca menangkap informasi utama.

3. Tulis Secara Sistematis dan Mudah Dipindai

Atasan biasanya membaca laporan dengan waktu terbatas. 

Oleh karena itu, pastikan laporan tersusun rapi, menggunakan subjudul yang jelas, serta paragraf yang tidak terlalu panjang. 

Struktur yang terorganisir membantu pembaca menemukan informasi penting dengan cepat.

4. Sertakan Evaluasi dan Rekomendasi

Selain memaparkan hasil, sertakan juga evaluasi serta saran perbaikan untuk kegiatan berikutnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya melaporkan, tetapi juga melakukan analisis. 

Sikap proaktif seperti ini biasanya dinilai positif oleh manajemen.

5. Lakukan Proofreading Sebelum Mengirim

Kesalahan kecil seperti typo, inkonsistensi angka, atau lampiran yang tertinggal dapat mengurangi kredibilitas laporan. 

Sebelum menyerahkan dokumen, luangkan waktu untuk membaca ulang secara menyeluruh. 

Laporan yang rapi dan minim kesalahan teknis cenderung lebih cepat disetujui.

Contoh Laporan Kegiatan

Ada beberapa contoh laporan bergantung pada jenis kegiatan yang dilaksanakan, yaitu:

1. Laporan Kegiatan Sekolah

Sumber: auditkinerja.com

 

2. Laporan Kegiatan Pramuka

Nama Kegiatan

Persami Angkatan 2021-2022

 

Latar Belakang

Pramuka adalah salah satu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dalam pendidikan nasional. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk melatih potensi-potensi yang dimiliki oleh murid-murid di luar dari pelajaran formal. Kegiatan ini juga berguna untuk mempersiapkan anak untuk menjadi bagian dari masyarakat luas.

 

Tujuan Kegiatan

  • Mempererat tali persaudaraan antar siswa
  • Melatih kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa, meliputi fisik, spiritual, dan intelektual.
  • Mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari masyarakat luas

 

Anggaran Dana

Kegiatan ini akan sepenuhnya ditanggung oleh pihak sekolah, sehingga para peserta tidak perlu mengeluarkan biaya.

 

Agenda Kegiatan

Berikut agenda kegiatan persami angkatan 2021-2022, diantaranya

  • Pelatihan leadership
  • Pemberian Materi oleh Kepala Sekolah
  • Pelatihan Spiritual

 

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan Persami angkatan 2021/2022 akan dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu di SMAN Indonesia Cerdas, Jakarta Selatan.

 

Hasil Kegiatan

Berdasarkan hasil yang didapatkan dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Sebanyak 90 siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan lancar, dan 10 siswa lainnya tidak bisa mengikuti kegiatan sampai akhir, dikarenakan terjadi kondisi yang kurang mendukung untuk mengikuti kegiatan.

 

Kesimpulan 

Kegiatan sudah berlangsung dengan sangat baik, tetapi ada beberapa kendala yang mengakibatkan acara tidak berjalan sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan. Diharapkan ke depannya, panitia memiliki rencana cadangan guna mengantisipasi kondisi yang tidak sesuai dengan agenda.

 

3. Contoh Laporan Kegiatan Pelatihan

Nama Kegiatan

Pelatihan Strategi Digital Marketing Zaman Now

 

Pendahuluan

Perkembangan zaman yang sudah semakin maju dan berkembang, mendorong berbagai industri untuk masuk ke dalam ranah digital, salah satunya yaitu marketing. Digital marketing merupakan cara terbaru dalam mencapai target konsumen yang diharapkan perusahaan.

 

Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan ini diselenggarakan yaitu untuk melatih para karyawan, terutama dalam bidang marketing untuk mempelajari strategi yang diperlukan dalam melakukan pemasaran dalam dunia digital.

 

Tanggal dan Tempat

Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2022, di Aula Kantor Digital Bahagia, Gedung B, Lt.22, Jakarta Barat.

 

Materi Pelatihan

  • Pengenalan Digital Marketing
  • Strategi yang dibutuhkan oleh seorang Digital Marketer
  • Pengenalan tools dalam Digital Marketing

 

Manfaat Kegiatan 

Adapun dampak kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi peserta di dalam dunia digital marketing, diantaranya:

  • Secara umum pelatihan ini berfungsi untuk meningkatkan pemahaman mengenai digital marketing secara umum.
  • Secara khusus pelatihan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan strategi dan juga tools dalam dunia digital marketing

 

Penutup 

Demikian laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas tugas dan juga kegiatan yang diselenggarakan.

4. Contoh Laporan Lomba

Pendahuluan

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, dan mempererat tali persaudaraan antar karyawan

 

Tujuan Kegiatan

  • Melatih kerja sama dan gotong royong antar karyawan
  • Melatih jiwa bersaing atau kompetitif antar karyawan
  • Memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme karyawan

 

Tanggal dan Tempat

Hari : Sabtu 17 Agustus 2022

Jam : 09:00 – selesai

Tempat : Kantor PT. Sejahtera Semua

 

Penutup

Demikian laporan ini kami buat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas diselenggarakannya acara ini. Kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan jadwal dan juga rencana yang sudah dibuat.

 

 

5. Laporan Kegiatan Kunjungan

Sumber: docdroid.net

 

6. Laporan Kegiatan Dinas

Sumber: scribd.com

7. Laporan Kegiatan Sosialisasi

Sumber: scribd.com

 

8. Contoh Laporan Kegiatan Bahasa Sunda

Sumber Gambar: scribd.com

 

9. Contoh Laporan Kegiatan PDF

 

10. Contoh Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan

Untuk membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan yang baik dan benar, berikut contoh yang dapat dijadikan acuannya.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN

BAB 1: PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Nama Kegiatan
  3. Maksud dan Tujuan Kegiatan

BAB 2: RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Rencana Mekanisme
  1. Waktu, Jadwal dan Tempat Kegiatan
  2. Calon Peserta
  3. Materi dan Narasumber
  4. Fasilitas
  • Rencana Anggaran Biaya
  1. Rencana Pengeluaran
  2. Rencana Pemasukan
  • Susunan Kepanitiaan

BAB 3: PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Mekanisme dan Realisasi Kegiatan
  1. Waktu, Jadwal dan Tempat Kegiatan
  2. Calon Peserta
  3. Materi dan Narasumber
  4. Fasilitas
  • Realisasi Anggaran Biaya
  1. Pemasukan
  2. Pengeluaran

 

11.  Contoh Laporan Kegiatan Harian

LAPORAN KEGIATAN HARIAN

Nama    : Ridho Alif Muhammad

Jurusan : PAI

Alamat   : Jl. Kamboja, No.3 RT 01/ RW/02, Desa Sedayu Kec. Brondong Kab. Lamongan

No Hari/ tgl Waktu Jenis Kegiatan Pencapaian
1 Rabu, 02 Agustus 2018 07.30 – 08.15 Rapat dengan Kepala Sekolah, membahas Kegiatan Lomba Menyambut HUT RI TUNTAS
2 Rabu, 02 Agustus 2018 08.15 – 08.45 Sosialisasi bersama Kepsek tentang sosialisasi terkait perlombaan TUNTAS
3 Rabu, 02 Agustus 2018 09.00 – 09.30 Membuat manual acara dan skema perlombaan TUNTAS
4 Kamis, 04 Agustus 2018 09.00 – 10.00 Membantu Kepsek memasang atribut untuk  TUNTAS
5 Kamis, 04 Agustus 2018 10.00 – 11.00 Membantu Kepsek Memasang Lampu Kedip di Sekolah TUNTAS
6 Kamis, 04 Agustus 2018 11.00 – 12.30 Membantu Kepsek Menyiapkan data Pengajuan BOS TUNTAS
7 Sabtu, 06 Agustus 2018 08.30 – 11.00 Membantu Pelaksanaan Lomba Badminton  TUNTAS

 

12. Contoh Laporan Kegiatan Usaha

  • Cover

LAPORAN KEGIATAN USAHA KULINER

Ditulis sebagai laporan mingguan/ bulanan

(LOGO)

Disusun oleh:

(Nama)

(Alamat tempat usaha)

  • Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan “Laporan Kegiatan Usaha Kuliner” yang didalamnya terdapat laporan hasil usaha selama satu minggu/ bulan terakhir.

  • Daftar Isi

Bagian ini dapat Anda buat secara otomatis di Ms. Word yang memuat bab dan sub bab serta halamannya.

  • Bab 1: Pendahuluan

Bisnis kerajinan adalah salah satu usaha yang memiliki prospek cukup baik. Dengan kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat, kebutuhan akan makanan sehari-hari untuk memenuhi gizi namun tetap memiliki rasa yang enak tentu semakin diminati.

  • Bab 2: Pembahasan

Pada bagian ini, kegiatan usaha yang dijalankan harus dijelaskan secara detail, seperti apa progresnya dan apakah bisnis mencapai target penjualan atau sebaliknya.

  • Bab 3: Penutup

Kami berharap untuk kedepannya dapat memberikan pelayanan serta kualitas produk yang lebih baik lagi kepada setiap konsumen. Selain itu, kami pun akan menjalankan strategi yang sudah dipaparkan pada bab penjelasan agar mampu mencapai target pasar yang lebih luas.

  • Lampiran

Pada bagian ini, Anda dapat melampirkan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan usaha, seperti halnya dokumentasi, bukti transaksi, dan lampiran-lampiran lainnya.

 

13. Contoh Laporan Kegiatan Singkat

LAPORAN KEGIATAN SINGKAT

Judul Kegiatan     : Pelatihan Membuat Batik Tulis

Lokasi                   : Bantul, Yogyakarta

Tanggal Kegiatan  : 20-25 Juni 2022

Panitia                   : 13 orang

Jumlah Partisipan : 33 orang

Latar Belakang     : Beragam budaya yang dimiliki Indonesia harus dilestarikan.

Tujuan Kegiatan   : Melestarikan budaya Nusantara dan menambah keterampilan.

Hasil Kegiatan      : Berjalan dengan lancar 

14. Contoh Laporan Kegiatan Kantor

sumber: programgaji.com

 15. Contoh Laporan Kegiatan Organisasi

Contoh Laporan Kegiatan Organisasi

Template Laporan Kegiatan Siap Pakai

Agar lebih mudah dalam menyusun laporan, Anda dapat menggunakan format dasar berikut ini sebagai acuan. Template ini bersifat umum dan dapat disesuaikan dengan jenis kegiatan, baik untuk sekolah, organisasi, maupun perusahaan.

Silakan salin atau download agar bisa diedit sesuai kebutuhan.

LAPORAN KEGIATAN

[Nama Kegiatan]

[Tahun / Periode Kegiatan]

I. Pendahuluan

Bagian ini menjelaskan latar belakang dan alasan diselenggarakannya kegiatan. Uraikan secara singkat konteks kegiatan, kebutuhan yang melatarbelakanginya, serta gambaran umum pelaksanaannya.

Contoh pengisian:

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja divisi pemasaran tahun 2026 dalam rangka meningkatkan pemahaman tim terhadap strategi digital marketing terbaru.

II. Tujuan Kegiatan

Tuliskan tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini. Usahakan dirumuskan secara jelas dan spesifik.

Contoh:

  • Meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang tertentu.
  • Meningkatkan koordinasi antar tim.
  • Mendukung pencapaian target perusahaan.

III. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari/Tanggal :

Waktu :

Tempat :

IV. Peserta Kegiatan

Jelaskan siapa saja yang mengikuti kegiatan, termasuk jumlah peserta dan pihak yang terlibat.

Contoh:

  • Kegiatan ini diikuti oleh 35 karyawan dari divisi operasional dan pemasaran.

V. Rangkaian Kegiatan

Uraikan jalannya kegiatan secara kronologis, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Penjelasan dapat ditulis dalam bentuk narasi singkat yang runtut.

Contoh:

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Direktur Operasional, dilanjutkan dengan sesi pelatihan, diskusi kelompok, serta evaluasi di akhir acara.

VI. Hasil dan Evaluasi

Jelaskan hasil yang diperoleh dari kegiatan serta evaluasi pelaksanaannya.

Contoh:

Kegiatan berjalan lancar dengan tingkat kehadiran mencapai 95%. Berdasarkan hasil kuesioner, mayoritas peserta menyatakan materi mudah dipahami. Kendala yang ditemukan adalah keterbatasan waktu diskusi.

VII. Penutup

Berikan kesimpulan singkat dan harapan untuk kegiatan berikutnya.

Contoh:

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan.

[Tanda Tangan]

[Nama Penanggung Jawab]

[Jabatan]

[Tanggal]

Download Template Laporan Kegiatan Siap Pakai

Permudah Pembuatan Laporan HR Bersama LinovHR

Banner-Software-HRIS-New
Software HRIS LinovHR

Masih terkait laporan kegiatan, terkadang HR juga harus membuat laporan terkait aktivitas karyawan seperti laporan absensi, laporan penyelesaian pekerjaan, laporan kegiatan pelatihan dll.

Oleh karena itu HR memperlukan sebuah software untuk mempermudah pekerjaan dalam membuat laporan.

Salah satu software yang bisa digunakan adalah software HRIS dari LinovHR.

Software HRIS dari LinovHR adalah solusi tepat untuk mempermudah HR dalam membuat laporan, baik itu laporan kegiatan pelatihan karyawan, laporan absensi dan jenis laporan HR lainnya.

Hal ini karena LinovHR memiliki modul dan fitur terlengkap yang dapat mempermudah semua jenis pekerjaan HR.

Itulah pembahasan mengenai contoh laporan kegiatan yang seringkali dibutuhkan ketika selesai melakukan sebuah kegiatan ataupun acara.

Mengingat sebuah laporan sangat penting untuk dibuat, terutama dalam kegiatan-kegiatan formal. Jadi pastikan Anda memahami fungsi dan juga format penulisan yang tepat dalam membuat laporan sebuah kegiatan.

Penulis
Hendik Darmawan
Hendik Darmawan
Penulis
Hendik Darmawan merupakan HR Content Specialist berpengalaman dengan latar belakang kuat di bidang teknologi HR, manajemen SDM, dan strategi konten. Selama bertahun-tahun, ia aktif mengembangkan konten HR yang mendalam, berbasis riset, dan selaras dengan kebutuhan praktisi maupun organisasi modern.
Artikel Terbaru