Departementalisasi Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerjanya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

departementalisasi adalah
Isi Artikel

Departementalisasi adalah strategi pengorganisasian yang memegang peranan krusial dalam keberhasilan dan efisiensi sebuah perusahaan atau bisnis yang dijalankan. 

Dengan strategi ini, perusahaan memecah unit kerja menjadi kelompok yang lebih kecil berdasarkan kriteria tertentu. Penerapan strategi ini dianggap penting bagi keberlanjutan perusahaan.

Mengapa demikian? Simak artikel LinovHR ini untuk mengetahui pentingnya departementalisasi dan berbagai jenisnya serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan perusahaan!

 

 

Apa Itu Departementalisasi?

Departementalisasi atau departmentalization adalah strategi di mana perusahaan memecah tugas dan tanggung jawabnya menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil atau per departemen, berdasarkan seperangkat kriteria tertentu.

Setiap departemen memiliki fokus khusus. Misalnya, pembagian unit departemen lebih kecil seperti departemen produksi dan departemen pemasaran.

Tujuannya sendiri adalah untuk mempermudah pengelolaan, koordinasi, dan penilaian kinerja. Dengan membagi pekerjaan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, perusahaan bisa bekerja lebih efisien dan terorganisir.

 

Baca Juga: Apa Itu Tes Buta Warna? Ini Penjelasannya

 

Alasan Departementalisasi

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan menerapkan departementalisasi, sebagai berikut:

 

1. Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas

Penempatan karyawan dengan keterampilan serupa di departemen yang sama akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Karyawan dapat berbagi sumber daya, pengetahuan, dan keahlian untuk berkolaborasi dalam proyek.

Kolaborasi ini dapat mengarah pada pengembangan produk atau proses yang baru dan inovatif.

 

2. Menetapkan Kewenangan Pengambilan Keputusan

Dalam sistem perusahaan yang kompleks, departementalisasi membantu manajer menjaga kendali dengan mengelompokkan karyawan ke dalam departemen.

Dengan ini, proses pengawasan dan pertanggungjawaban karyawan dapat dilakukan lebih mudah.

 

3. Meningkatkan Komunikasi Dan Koordinasi

Departmentalization memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang efisien dengan mengelompokkan karyawan berdasarkan tugas, fungsi, atau keterampilan yang sama atau beragam.

Hal ini juga menetapkan hierarki yang jelas dalam perusahaan.

 

4. Mengelompokkan kegiatan-kegiatan khusus

Departmentalization mengatur karyawan dengan keterampilan dan tugas khusus dalam departemen yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas.

Hal ini mempermudah manajemen tugas, koordinasi, dan delegasi wewenang.

 

5. Menetapkan Tanggung Jawab Dan Meningkatkan Akuntabilitas

Departementalisasi membantu dalam menetapkan tanggung jawab dan akuntabilitas dengan proses pengambilan keputusan yang jelas dalam setiap departemen.

Hal tersebut mendukung penghargaan dan pengakuan terhadap karyawan.

Baca Juga: Apakah Perbedaan Divisi dan Departemen?

 

Keuntungan Departementalisasi

Dalam menerapkan departementalisasi, perusahaan dapat mencapai sejumlah keuntungan. Beberapa keuntungannya adalah sebagai berikut:

 

1. Kemampuan Mengatur Orang Dengan Jumlah Besar

Salah satu keuntungan utama dari sistem ini adalah kemampuannya untuk mengatur sejumlah besar orang secara efisien bagi sebuah perusahaan.

Contohnya, dalam perusahaan besar, departementalisasi memfasilitasi pengelompokan karyawan ke dalam unit khusus seperti produksi, pemasaran, atau keuangan.

Hal ini tentu mempermudah pengelolaan dan koordinasi pekerjaan dalam skala yang besar.

 

2. Menyederhanakan Proses Pelatihan

Selain itu, sistem departmentalization juga dapat menyederhanakan proses pelatihan karyawan.

Setiap departemen dapat memiliki keahlian dan pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk tugas mereka.

Oleh karena itu, pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan departemen tersebut. Dengan demikian, karyawan dapat lebih cepat menjadi kompeten dalam pekerjaan mereka.

 

3. Memudahkan Evaluasi Kinerja

Berikutnya, departementalisasi adalah membuat evaluasi kinerja yang lebih mudah.

Setiap departemen memiliki tujuan dan indikator kinerja sendiri, sehingga manajer dapat lebih mudah menilai sejauh mana departemen tersebut mencapai targetnya.

 

4. Memajukkan dan Mengembangkan Perusahaan

Jika perusahaan ingin berkembang atau berekspansi dengan cepat, departementalisasi dapat memfasilitasi proses tersebut. 

Misalnya, dengan menambahkan departemen baru atau memperluas departemen yang ada, perusahaan dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan pertumbuhan yang cepat.

 

5. Mengintegrasikan Pekerjaan

Terakhir, keuntungan lainnya adalah memungkinkan integrasi pekerjaan yang efektif. Karyawan dalam departemen yang sama memiliki kesamaan dalam tugas dan tanggung jawab mereka.

Dengan hal ini, mereka dapat berkomunikasi dan belajar satu sama lain dengan lebih efisien.

 

Jenis Departementalisasi 

Terdapat beberapa jenis departementalisasi yang umum digunakan dalam berbagai perusahaan, sebagai berikut:

 

1. Departementalisasi Fungsional

Departementalisasi fungsional adalah saat karyawan dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang mereka lakukan.

Misalnya seperti keuangan, pemasaran, logistik, dan HRD. Hal ini membantu mereka untuk bekerja lebih efisien.

 

2. Departementalisasi Divisional

Departementalisasi divisional digunakan ketika perusahaan mengelompokkan karyawan berdasarkan wilayah atau tempat kerja. Terutama, jika perusahaan memiliki bisnis yang tersebar luas.

Hal tersebut membantu manajer berkomunikasi dengan lebih baik dengan karyawan yang bekerja di lokasi yang berbeda.

 

3. Departementalisasi Produk

Jenis ini mengelompokkan karyawan berdasarkan produk yang mereka buat, produksi, dan kirimkan.

Strategi ini memastikan bahwa orang-orang yang ahli dalam produk tertentu dapat bekerja sama.

 

4. Departementalisasi Pelanggan atau Pasar

Ini adalah jenis yang digunakan ketika perusahaan ingin memberikan produk atau layanan kepada kelompok pelanggan tertentu.

Strategi ini membantu manajer untuk lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh pasar yang mereka targetkan

 

5. Departementalisasi Proses

Jenis ini adalah ketika perusahaan mengelompokkan pekerjaan berdasarkan langkah-langkah yang diperlukan dalam pembuatan produk atau layanan.

Hal tersebut membantu dalam memantau dan mengendalikan kualitas produk atau layanan dengan lebih baik.

 

Cara Kerja Departementalisasi ?

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana departementalisasi bekerja, sebagai berikut ini:

 

1. Pilih Jenis Departementalisasi

Perusahaan harus memilih jenis departementalisasi yang sesuai dengan kebutuhan, seperti berdasarkan produk atau ukuran perusahaan.

 

2. Bangun Departemen

Setelah memilih jenis yang sesuai, tempatkan anggota tim dalam departemen yang sesuai dan tentukan kepemimpinan.

 

3. Desain Jalur Komunikasi

Tentukan kebijakan komunikasi antar departemen, biasanya menggunakan sistem vertikal.

 

4. Tinjau dan Restrukturisasi

Selama pertumbuhan, perusahaan perlu memantau departemen dan melakukan perubahan jika diperlukan.

 

Kelola Perusahaan Lebih Mudah dengan Software HRIS LinovHR

LinovHR

Mengelola perusahaan dengan baik adalah kunci keberhasilan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini.

Pentingnya manajemen yang efisien tidak dapat diabaikan. Hal Ini karena mencakup aspek-aspek kunci penting perusahaan. Misalnya seperti pengelolaan karyawan, pengembangan perusahaan, dan peningkatan kompetensi tim.

Dalam hal ini, Software HRIS LinovHR menjadi solusi yang tepat untuk mengelola perusahaan Anda secara efektif dan efisien.

Dengan HRIS LinovHR, manajemen perusahaan dapat dikelola secara digital dan otomatis sehingga menjadi lebih mudah dan terstruktur.

Dilengkapi dengan modul Organization Management memungkinkan perusahaan untuk mengelola struktur perusahaan, pengaturan tugas, dan peran karyawan. Hal ini membantu menciptakan landasan yang kuat untuk pertumbuhan dan pengembangan perusahaan.

Sementara itu,untuk membantu perusahaan dalam memetakan kekuatan karyawan di setiap departemen. Dapat dilakukan dengan modul Competency Management yang membantu perusahaan mengelola kompetensi karyawan.

Di sini, perusahaan bisa melakukan pemetaan terhadap standar kompetensi yang perlu dimiliki karyawan, serta melakukan analysis gap competency untuk melihat ketimpangan skill karyawan.

Dengan pemantauan yang sistematis terhadap kemampuan dan pengetahuan karyawan, perusahaan nantinya dapat merancang program pelatihan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kemampuan tim. Pelatihan tersebut juga bisa dilakukan dalam modul LMS LinovHR. 

LinovHR bukan hanya alat yang mempermudah pengelolaan sumber daya manusia. Tetapi, LinovHR juga membantu Anda untuk untuk mengelola perusahaan dengan baik, mengoptimalkan struktur perusahaan, dan meningkatkan kompetensi tim 

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengelola perusahaan Anda dengan efektif.. Segera ajukan demo dan temukan manfaatnya dengan LinovHR sekarang!

Tentang Penulis

Picture of Lala
Lala

SEO Content Writer yang andal dengan kemampuan analisis tinggi terkait bidang HR dan mampu mengubahnya menjadi artikel informatif dan teroptimasi secara SEO.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Lala
Lala

SEO Content Writer yang andal dengan kemampuan analisis tinggi terkait bidang HR dan mampu mengubahnya menjadi artikel informatif dan teroptimasi secara SEO.

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter