Organizational ManagementPublished March 2, 2026Updated March 2, 2026

7 Langkah Membuat Standar Operasional Prosedur

7 Langkah Membuat Standar Operasional Prosedur

Dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan di dalam suatu perusahaan atau organisasi, dibutuhkan standar yang jelas agar target yang ingin diraih dapat tercapai. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang terangkum dalam Standar Operasional Prosedur di setiap lini divisi maupun unit organisasi.

Apa itu Standar Operasional Prosedur?

SOP atau Standar Operasional Prosedur adalah sebuah sistem pedoman yang dijadikan acuan untuk melakukan suatu pekerjaan langkah demi langkah, yang bertujuan untuk menjadikan tugas tersebut lebih mudah diselesaikan sesuai dengan prosedur yang berlaku

Standar Operasional Prosedur ini bertujuan untuk menghasikan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang seragam, efisiensi dalam bekerja, mengurangi miskomunikasi internal maupun eksternal, dan menjaga kepatuhan terhadap peraturan industri.

Baca Juga: 7 Contoh Standar Operasional Prosedur Perusahaan

Cara Membuat Standar Operasional Prosedur

Proses pembuatan SOP ini memerlukan persiapan yang cermat, karena akan menjadi peraturan baku yang harus dipatuhi oleh semua karyawan perusahaan. Di bawah ini kami uraikan sekilas langkah-langkah membuat Standar Operasional Prosedur.

1. Menentukan Anggota Tim

Biasanya Human Resources Department atau HRD yang paling terlibat dalam proses ini. Anggota tim lainnya bisa berasal dari masing-masing kepala departemen, karena mereka bertanggung jawab atas bawahan, mengetahui cara kerja dan prosedur lainnya. Pihak lain yang terlibat biasanya adalah konsultan sebagai bantuan eksternal perusahaan. Pastikan orang-orang dalam tim adalah yang mengenal cara kerja atau prosedur perusahaan dengan baik.

2. Pemetaan Proses Bisnis

Setelah terbentuk, tim ini akan mempelajari keseluruhan proses yang berlangsung dalam perusahaan. Misalnya, apa saja yang terjadi dari sejak penjualan hingga terjadi pembelian dan pengiriman produk atau jasa ke pelanggan? Dokumen apa saja yang dibutuhkan? Siapa yang melakukan? Setiap departemen dianalisa secara mendetail untuk mendapatkan gambaran yang jelas. Hubungan antar departemen bisa terlihat melalui dokumen dan proses yang ada.

3. Pengumpulan Data Dokumentasi

Setelah mendapatkan gambaran besar hingga mikro dari proses-proses yang terjadi dalam perusahaan, semua data dan dokumen dicatat dengan detail. Mulai dari dokumen yang digunakan (akunting, penjualan, retur, invoice, dll) hingga nama dan nomor/kode dokumen. Siapa yang bertanggung jawab (tanda tangan) dan pihak atau departemen yang terlibat perlu diketahui untuk mengetahui arus informasi dan mendeteksi kemungkinan kebocoran.

Baca Juga: Cara Membuat Prosedur Reimburse yang Tepat untuk Perusahaan

4. Buat Flowchart dan Narasi

Data yang telah terkumpul divisualisasikan dengan flowchart sehingga memudahkan untuk melihat hubungan antar proses/departemen. Setiap alur kerja dinarasikan sehingga jelas siapa PIC yang bertanggung jawab, personel yang melakukan, jenis dokumen yang dibutuhkan, dan apa yang bisa terjadi dalam setiap kemungkinan beserta solusinya.

5. Review Flow Chart dan Narasi

Flow Chart dan Narasi yang sudah selesai diperiksa ulang dengan cara membagikannya ke masing-masing departemen untuk diperiksa, karena mereka yang sehari-harinya bekerja sesuai dengan aturan SOP tersebut. Dipimpin oleh kepala departmen, mereka bisa memberikan koreksi, penambahan, atau masukan sebelum hasil akhir nantinya.

6. Simulasi SOP

Setelah proses perbaikan dan feedback telah selesai dilakukan, saatnya untuk uji coba. Setiap bagian SOP dilakukan dan harus sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Bila terjadi ketidak samaan dalam pelaksanaan dan kondisi sebenarnya, maka SOP harus diperbaiki sebelum disetujui.

7. Penetapan SOP

Setelah melewati tahap simulasi berkali-kali, Standar Operasional Prosedur siap untuk ditetapkan menjadi proses bak dalam operasional perusahaan. Salinan kemudian bisa diberikan ke masing-masing departemen.

Finalisasi Standar Operasional Prosedur harus diimplementasikan dengan segera untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan memiliki sistem (SOP) yang baik, karyawan dapat bekerja sesuai arahan, lebih teratur, dan menghindari kebocoran dalam perusahaan.

Departemen HRD biasanya bertanggung jawab untuk mengawai pelaksanaan SOP ini.

Walaupun perusahaan Anda sekarang telah memiliki SOP, seiring dengan pertumbuhan perusahaan, dianjurkan untuk meninjau lagi setiap beberapa tahun atau sesuai kebutuhan. Ini memastikan perusahaan tetap berjalan dengan efesien dan efektif. Agar SOP di dalam perusahaan anda berjalan dengan efektif dan efisien, maka kehadiran sistem untuk meng-automasi aktivitas administrasi perusahaan sangat penting. Salah satunya adalah dengan mengguakan Software Payroll Terbaik   LinovHR untuk mengolah data-data payroll dan HR perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan perusahaan anda.

Hendik Darmawan

Hendik Darmawan is an experienced HR Content Specialist with a strong background in HR technology, HRM, and content strategy.

Latest Articles

12 Best Attendance Tracking Software to Simplify Workforce Management

12 Best Attendance Tracking Software to Simplify Workforce Management

Feb 12, 202613 mins read
Rifka Qonita
Rifka Qonita
12 Talent Management Software to Boost Workforce Growth

12 Talent Management Software to Boost Workforce Growth

Feb 12, 202610 mins read
Rifka Qonita
Rifka Qonita
HR Analytics: Definition, Benefits, and How It Relates to HR Data Analytics

HR Analytics: Definition, Benefits, and How It Relates to HR Data Analytics

Feb 12, 20266 mins read
Diza Aulia Herdani
Diza Aulia Herdani
View All Articles

Linov E-books and Resources

Find HR insights from experts and industry leaders in our collection of whitepapers and e-books to accelerate your company's progress.

Download Free e-Book
E-book Cover