Fatigue Management: Pengelolaan Karyawan untuk Hindari Lelah Kerja

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

Isi Artikel

Tidak hanya memikirkan bagaimana cara mencapai tujuan, perusahaan juga harus dapat memikirkan bagaimana mengelola kelelahan karyawan atau juga yang disebut dengan fatigue management.

Dengan adanya fatigue manajemen, perusahaan dapat mengendalikan risiko karena lelah kerja yang dirasakan karyawan.

Perasaan lelah karena kerja yang dirasakan karyawan akan berdampak pada kualitas kerja mereka. Selain itu, mengelola kelelahan karyawan juga bisa mengecilkan risiko kecelakaan kerja.

Maka dari itu, perusahaan harus benar-benar mengetahui dan mengelola agar karyawan tidak merasa kelelahan.

Bagaimanakah itu? Mari simak dalam artikel LinovHR berikut ini!

 

 

Apa Itu Fatigue Management?

Fatigue management adalah suatu sistem pengendalian diri untuk mengidentifikasi, memonitor, serta mengelola risiko kelelahan akibat suatu aktivitas tertentu, seperti bekerja olahraga dan lain-lain. 

Dalam konteks bekerja, fatigue management dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa karyawan memiliki tingkat kewaspadaan yang baik.

Ini adalah pendekatan yang dilakukan perusahaan atau organisasi untuk mengurangi efek buruk akibat kelelahan.

Sebuah penelitian dari nsc.org menunjukkan bahwa kelelahan dapat dikaitkan dengan cedera di tempat kerja. Terdapat 13% karyawan yang cidera di tempat kerja merupakan akibat dari kelelahan bekerja.

Oleh karena itu, fatigue management suatu merupakan tindakan atau program yang dapat menangani lelah kerja di suatu perusahaan.

 

Risiko Kelelahan di Tempat Kerja

Risiko kelelahan di tempat kerja memang tidak bisa dihindari. Perlu adanya penanganan serius jika seorang karyawan terkena dampak kelelahan akibat bekerja.

Jika tidak ditangani dengan serius maka ada dampak negatif yang akan muncul, berikut diantaranya.

 

1. Burnout

Burnout adalah kondisi stres tingkat kronis dimana pekerja telah merasa lelah secara fisik dan mental karena pekerjaannya. Pekerja yang mengalami burnout akan merasa kekurangan energi, tenaga dan merasa letih sepanjang waktu. 

 

2. Depresi

Depresi adalah suatu kondisi gangguan mental yang ditandai dengan rasa sedih yang mendalam.

 

3. Kelelahan mental

Kelelahan mental dapat membawa dampak negatif pada pekerjaan. Pekerja yang mengalami kelelahan mental akan menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

 

4. Kinerja Menjadi Buruk

Pada akhirnya, konsekuensi dari kelelahan bekerja ini adalah kinerja menjadi buruk. Bahkan, menurut salah satu studi dari frontiersin.org mengatakan kelelahan di tempat kerja menyebabkan penurunan psikologis dan juga berdampak pada emotional well-being, turnover, kepuasan kerja, sampai employee engagement.

 

Menerapkan Fatigue Management di Tempat Kerja

Ada banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengatasi lelah bekerja. Misalnya saja membuat program kesejahteraan di luar dari BPJS. Membuka kelas yoga atau sejenisnya.

Beberapa hal lainnya yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk membuat program fatigue management adalah sebagai berikut.

 

1. Mendorong Karyawan untuk Memiliki Waktu Istirahat yang Cukup

Istirahat harus menjadi bagian dari setiap sistem manajemen risiko kelelahan. Anda harus mampu mengedukasi karyawan tentang betapa pentingnya tidur cukup dan istirahat.

Selain itu, Anda juga harus dapat memastikan karyawan menggunakan waktu cuti mereka sebaik-baiknya.

 

2. Kerjasama Tim

Kerjasama tim merupakan hal yang penting bagi karyawan. Tim yang baik akan membantu mengatasi beban kerja karyawan yang tidak seimbang. Hal ini dapat memberikan kenyamanan bagi karyawan agar terhindar dari kelelahan saat bekerja.

 

3. Praktik Manajemen Keselamatan

Tentu saja, ada undang-undang yang mengatur untuk melindungi kesehatan pekerja. Fatigue management yang baik adalah memastikan perusahaan menghilangkan semua faktor risiko yang terkait dengan kelelahan.

Ini berarti perusahaan harus tetap up-to-date pada undang-undang yang baru dan menerapkan strategi keselamatan di tempat kerja.

 

Baca Juga: Langkah Meningkatkan Keselamatan Kerja

 

4. Jam Kerja yang Wajar

Penting bagi karyawan untuk mendapatkan jam kerja yang wajar dalam bekerja. Hal ini akan berdampak pada work life balance seorang karyawan.

Jika memang dibutuhkan jam kerja tambahan, perusahaan wajib untuk memberikan upah yang adil agar mengurangi beban karyawan. 

 

5. Akomodasi Medis Bagi Karyawan

Jika ada karyawan yang sedang sakit atau memiliki gangguan tidur, perusahaan perlu untuk memberikan akomodasi medis. Agar nantinya karyawan dapat kembali bekerja dengan maksimal.

 

Cara Mengembangkan Fatigue Management di Tempat Kerja

Jika Anda seorang pekerja yang sedang berjuang dalam mengatasi kelelahan di tempat kerja, berikut adalah beberapa cara mengembangkan fatigue management di tempat kerja.

 

1. Menerapkan Work Life Balance

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk menerapkan work life balance. Seperti menetapkan batasan yang jelas mengenai jam kerja dan komunikasi di luar jam kerja.

Perusahaan yang mempromosikan work life balance kepada karyawan-karyawannya akan membantu mencegah kelelahan di tempat kerja.

 

2. Optimalkan Jadwal Kerja

Mengelola jadwal kerja para karyawan adalah hal penting yang harus diperhatikan setiap perusahan. Pengelolaan jadwal kerja yang baik dapat menghindari karyawan merasa kelelahan.

Menurut NSC, ada beberapa hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengelola jadwal kerja dengan optimal dan terhindar dari kelelahan:

  • Jangan menetapkan jadwal shift malam permanen.
  • Jaga agar jadwal tetap teratur dan dapat diprediksi untuk pekerja.
  • Hindari durasi shift yang panjang (tidak lebih dari 12 jam).
  • Alokasikan waktu istirahat di antara shift yang cukup.
  • Evaluasi praktik penjadwal secara berkala.

 

3. Melaksanakan Program Kesehatan bagi Karyawan

Perusahaan yang baik pastinya akan memikirkan kesehatan karyawannya. Dengan memberikan program kesehatan bagi karyawan seperti program yoga, gym dan lain-lain, dapat membantu karyawan dalam menjaga kesehatan tubuhnya.

 

4. Memberikan Jatah Cuti bagi karyawan

Hal ini juga perlu dipikirkan oleh perusahaan. Karena memberikan jatah cuti bagi karyawan akan menyegarkan kembali pikiran karyawan setelah lelah kerja. Selain memberikan jatah cuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga harus memastikan bahwa karyawan menggunakan semua jatah cuti berbayar yang diberikan. Cara memastikan hal ini adalah dengan menyederhanakan prosedur pengajuan cuti karyawan.

 

Software Absensi LinovHR Bantu Fatigue Management di Perusahaan

Mengelola kelelahan kerja di lingkungan kerja menjadi hal yang sangat penting. Ketika perusahaan dapat mengelola rasa lelah karyawan, perusahaan dapat menjamin keamanan kerja dan menjaga kualitas kerja.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan terkait fatigue management adalah dengan dengan mengoptimalkan jadwal kerja, mengatur jam istirahat, dan lain-lain akan membantu meminimalisir risiko lelah kerja.

Oleh karena itu, pengelolaan absensi dan administrasi karyawan harus dapat dilakukan seoptimal mungkin dan berjalan efektif.

Untuk mengelola absen dan administrasi karyawan lebih mudah, perusahaan bisa mengandalkan Software Absensi LinovHR.

Dengan software yang sudah berbasis cloud ini, Anda dapat mengatur jadwal kerja karyawan lebih mudah karena telah tersedia fitur Time Group.

 

Aplikasi Absensi Online
Software Absensi LinovHR

 

Fitur ini memungkinkan HR untuk mengelompokkan jadwal kerja karyawan, sehingga tidak ada karyawan yang terjebak dalam shit panjang atau tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Selain itu, ada juga fitur Leave yang memungkinkan HR untuk mengatur dan mengelola cuti karyawan. Sehingga, HR dapat mengetahui dengan pasti mana karyawan yang memiliki sisa cuti dan mana karyawan yang belum menggunakan cuti mereka.

Software absensi ini juga memudahkan HR dalam memproses cuti karyawan karena cuti yang diajukan akan langsung masuk ke sistem dan selanjutnya HR tinggal melakukan approval.

Segala kemudahan untuk mengelola fatigue management karyawan untuk menghindari lelah kerja terdapat pada Software absensi LinovHR.

Ajukan demonya sekarang!

Tentang Penulis

Meirza Anggakara
Meirza Anggakara

Memiliki minat dalam pemasaran digital serta senang memberikan pengetahuan terkait dunia kerja di LinovHR dengan penerapan SEO yang baik dan sesuai kaidah mesin pencari
Follow them on Linkedin

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Meirza Anggakara
Meirza Anggakara

Memiliki minat dalam pemasaran digital serta senang memberikan pengetahuan terkait dunia kerja di LinovHR dengan penerapan SEO yang baik dan sesuai kaidah mesin pencari
Follow them on Linkedin

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter