gaya kepemimpinan demokratis

Mengenal Ciri dan Karakteristik Gaya Kepemimpinan Demokratis

Setiap usaha atau perusahaan yang berdiri, pastinya membutuhkan pemimpin yang bertugas untuk memimpin dan juga membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.

Setiap pemimpin di sebuah perusahaan, memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda antara satu sama lain. Gaya kepemimpinan tersebut nantinya akan berdampak pada perkembangan dan juga kemajuan perusahaan.

Salah satu gaya kepemimpinan yang banyak digunakan oleh perusahaan yaitu gaya kepemimpinan demokratis.

Dalam artikel ini, LinovHR akan membahas secara khusus mengenai ciri dan karakteristik gaya kepemimpinan demokratis, beserta faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

 

Apa yang Dimaksud Gaya Kepemimpinan Demokratis?

Konsep atau prinsip dari gaya kepemimpinan satu ini sangat mirip dengan paham politik demokrasi. Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya kepemimpinan yang melibatkan partisipasi anggota dalam proses pengambilan keputusan.

Pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan ini tidak menunjukkan hierarki. Melainkan membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada anggota timnya untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. Sehingga tidak ada pihak yang mendominasi pihak lainnya ketika proses pengambilan keputusan berlangsung.

Pemimpin tim mendorong anggota timnya untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan terkait pekerjaan maupun masalah-masalah yang muncul di perusahaan.

Ide atau suara yang diberikan oleh anggota diperlakukan dan dipertimbangkan sama penting. Karena hal tersebut, gaya kepemimpinan ini seringkali disebut sebagai gaya kepemimpinan partisipatif.

 

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi Terpimpin, Serta Sejarahnya di Indonesia

 

Apa Kelebihan dan Kekurangan Gaya Kepemimpinan Demokratis?

Ada beberapa dampak positif yang didapat perusahaan dalam menganut gaya kepemimpinan satu ini, diantaranya:

  • Memiliki sense of belonging dalam kelompok yang lebih kuat.
  • Meningkatkan kreativitas dan produktivitas anggota kelompoknya.
  • Antara atasan dan bawahan bisa memberikan feedback yang membangun satu sama lain.
  • Suara dari setiap anggota lebih dihargai dan diperhitungkan di dalam perusahaan.
  • Pemimpin yang demokratis lebih dihargai oleh para anggotanya dibandingkan yang otoriter.

 

Selain memberikan dampak positif, nyatanya kepemimpinan ini juga bisa memberikan dampak negatif bagi perusahaan yang menganutnya, diantaranya:

  • Pengambilan keputusan membutuhkan lebih banyak waktu, karena melibatkan banyak orang.
  • Suara yang banyak akan menimbulkan konflik baru, bila tidak dilakukan secara tepat.
  • Proses pengambilan keputusan seringkali berujung pada debat yang panjang.
  • Tidak semua masukkan atau ide yang diberikan bawahan berkualitas atau relevan dengan permasalahan yang ada.
  • Ketika ide dari seorang bawahan tidak masuk dalam perhitungan, hal tersebut bisa menurunkan kepuasan dan moralnya.

 

Baca juga: Manfaat Pelatihan Kepemimpinan dalam Manajemen SDM dan Contohnya

 

Ciri-ciri Gaya Kepemimpinan Demokratis

Berikut ini adalah ciri gaya kepemimpinan demokratis yang membedakannya dengan gaya kepemimpinan lain.

 

  1. Pemimpin Tidak Memiliki Kuasa Mutlak

Perusahaan yang menganut gaya kepemimpinan ini menjunjung tinggi demokrasi yang ada di lingkungan kerja.

Setiap kebijakan dan juga keputusan yang dibuat oleh perusahaan, harus melalui musyawarah mufakat.

Selain itu, setiap suara, ide, atau gagasan yang diberikan oleh bawahan harus diperhitungkan dan dijadikan sebuah landasan dalam mengambil suatu keputusan.

Sehingga tidak ada pimpinan yang memiliki kuasa atau dominasi yang mutlak dengan yang lainnya.

 

  1. Adanya Hubungan Timbal Balik

Ciri yang kedua yaitu adanya hubungan timbal balik antara atasan dengan bawahan. Gaya kepemimpinan ini memberikan ruang selebar-lebarnya bagi bawahan untuk melakukan komunikasi yang baik dengan atasan.

Seorang bawahan tidak perlu ragu untuk memberikan kritik, saran, atau masukkan yang membangun terhadap atasan melalui prosedur yang benar yang didasari oleh fakta yang ada.

 

  1. Pengawasan Pada Kedua Belah Pihak

Gaya kepemimpinan ini memungkinkan adanya pengawasan yang terjadi di kedua belah pihak. Artinya pengawasan tidak hanya dilakukan oleh atasan kepada bawahan, tetapi juga berlaku bagi bawahan kepada atasan.

Dengan begitu, kedua belah pihak bisa saling membantu dan mengingatkan untuk selalu bekerja sesuai dengan aturan dan tanggung jawab yang diberikan.

 

  1. Atasan dan Bawahan Memegang Tanggung Jawab yang Sama

Di dalam gaya kepemimpinan satu ini, antara atasan dengan bawahan memikul tanggung jawab yang sama. Secara sederhana dapat diartikan bahwa tugas dan tanggung jawab yang dimiliki oleh atasan dan bawahan sama, tidak berat sebelah.

Segala bentuk keberhasilan dan kegagalan menjadi bagian dari tanggung jawab atasan dan bawahan, tanpa terkecuali. Sehingga semuanya mendapat porsi dan andil yang sama antara satu sama lain.

 

  1. Kebebasan Berpendapat

Ciri yang terakhir yaitu kebebasan berpendapat. Setiap orang yang terlibat di dalam organisasi memiliki hak untuk mengutarakan pendapatnya terhadap kemajuan organisasi atau perusahaan.

Namun perlu untuk diperhatikan bahwa penyampaian pendapat dan aspirasi harus dilakukan dengan prosedur atau tata cara yang baik. Agar tetap kondusif dan tidak menimbulkan konflik di antara anggota tim.

 

Baca juga: Manfaat Servant Leadership Bagi Perusahaan

 

Bagaimana Karakteristik Gaya Kepemimpinan Demokratis?

Karakteristik Kepemimpinan demokratis memiliki beberapa tanda utama, yakni:

 

  1. Partisipatif dan Kolaboratif

Karakteristik yang pertama yaitu partisipatif dan kolaboratif. Memiliki arti kepemimpinan ini menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, kompetensi, dan keberanian individu dalam mengemukakan pendapat atau ide kepada atasan.

Setiap orang didorong untuk berpartisipasi secara aktif di dalam proses pengambilan keputusan dan dibebaskan untuk saling bertukar pikiran untuk menemukan suatu solusi atau gagasan yang bermanfaat bagi perusahaan.

 

  1. Ide dan Pendapat

Karakteristik selanjutnya yaitu pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan ini, cenderung mendorong anggotanya untuk menyalurkan dan memberikan ide atau pendapat yang mereka miliki kepada perusahaan. Perlu diingat, pemimpin tetap yang menentukan hasil akhir dari pendapat atau ide-ide tersebut.

 

  1. Kreativitas 

Mengingat gaya kepemimpinan ini melibatkan banyak anggota dan tim di dalamnya, maka diperlukan adanya kreativitas dari setiap pemecahan masalah. Kreativitas sangat diperlukan dalam mencari solusi atau alternatif terbaik, sebelum pengambilan keputusan dilakukan.

Maka dari itu, gaya kepemimpinan ini mendorong orang-orang yang terlibat untuk berpikir secara aktif dan kreatif dalam menemukan ide atau solusi yang berguna bagi perkembangan organisasi atau perusahaan.

 

  1. Pemberdayaan 

Karakteristik yang terakhir yaitu pemimpin mendelegasikan wewenangnya kepada bawahannya untuk memberdayakan bawahan atau anggota timnya untuk kepentingan organisasi atau perusahaan.

 

Baca Juga: Cara Memaksimalkan Kaderisasi Kepemimpinan di Perusahaan

 

Pada Perusahaan Apa Gaya Kepemimpinan Demokratis Dianggap Menguntungkan?

Sebetulnya gaya kepemimpinan satu ini bisa diterapkan di segala jenis industri ataupun perusahaan, baik itu swasta, pemerintahan, pendidikan, dan lainnya.

Tetapi ada beberapa perusahaan atau industri yang mendapat keuntungan lebih, jika menerapkan gaya kepemimpinan ini di dalam perusahaan atau organisasinya, diantaranya:

 

  • Industri Kreatif (iklan, desain, film, produk)

Industri kreatif memerlukan kreativitas yang tinggi di dalamnya. Menerapkan gaya kepemimpinan ini akan lebih memudahkan industri tersebut dalam menemukan ide, gagasan, atau hal-hal baru yang bisa membantu perusahaan atau organisasi yang bergerak pada industri ini untuk berkembang dan menyajikan konten-konten baru yang menarik.

 

  • Industri Jasa

Industri jasa umumnya diharuskan untuk bisa memenuhi tuntutan para pelanggannya. Oleh sebab itu, diperlukan ide-ide baru yang bisa membantu industri ini untuk lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan pelanggan yang semakin hari semakin banyak.

 

  • Industri Pendidikan

Selanjutnya yaitu industri pendidikan. Perkembangan zaman yang semakin modern dan maju, menuntut industri pendidikan untuk lebih kreatif dan menggunakan beberapa pendekatan baru yang dinilai lebih efektif dalam mengajarkan ilmu kepada generasi-generasi baru.

Maka dari itu diperlukan adanya hubungan timbal balik atau feedback antara pengajar dan juga siswa. Untuk menemukan metode yang sesuai untuk proses pembelajaran.

 

  • Industri Konsultasi

Industri konsultasi membutuhkan diskusi antara pihak-pihak yang terlibat untuk mampu menemukan akar permasalahan dan menemukan solusi yang mampu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.

 

Demikianlah pembahasan mengenai ciri dan karakteristik gaya kepemimpinan demokratis. Setiap gaya kepemimpinan memiliki hasil dan dampak yang berbeda-beda bagi perusahaan.

Pastikan bahwa gaya kepemimpinan yang Anda terapkan di perusahaan, sudah sesuai dengan kondisi dan juga kebutuhan dari perusahaan itu sendiri.

Semoga bermanfaat!