organisasi

Organisasi: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Ciri-ciri, hingga Contoh

Dalam struktur sosial manusia, organisasi memainkan peran yang sangat penting. Organisasi adalah lembaga yang hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, membentuk dasar dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau entitas bisnis. 

Seiring dengan kompleksitas masyarakat modern, kelompok ini telah berkembang menjadi entitas yang memiliki tujuan, karakteristik, dan ciri-ciri yang beragam. Untuk memahami lebih jauh, mari simak artikel LinovHR berikut ini!

 

 

Apa Itu Organisasi?

Organisasi adalah entitas yang terbentuk oleh individu atau kelompok dengan tujuan untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam struktural, individu-individu bekerja sama, mengkoordinasikan upaya mereka, dan mengalokasikan sumber daya guna mencapai hasil yang diinginkan.

Organisasi dapat berupa entitas bisnis, lembaga pendidikan, kelompok sosial, atau bahkan badan pemerintahan.

Intinya adalah melibatkan pembagian tugas, tanggung jawab, dan kerja sama untuk menciptakan sistem yang efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, organisasi merupakan struktur yang mendasari berbagai aspek kehidupan manusia dan masyarakat secara luas.

 

Tujuan Organisasi

tujuan organisasi
Tujuan Organisasi

 

Dalam perjalanan dinamisnya, organisasi memiliki beragam tujuan yang menjadi poin fokus dalam upaya pencapaian yang berkelanjutan. Beberapa tujuan tersebut meliputi:

 

1. Mendapatkan Manfaat Kompetitif

Organisasi sering berusaha untuk mendapatkan posisi unggul dalam lingkungan yang kompetitif. 

Tujuan ini mendorongnya untuk mengembangkan keunggulan kompetitif yang membedakannya dari pesaing-pesaingnya. 

Dengan memiliki nilai tambah yang khas, dapat menarik pelanggan, mempertahankan pangsa pasar, dan meraih keunggulan dalam berbagai aspek bisnisnya.

 

2. Melihat Potensi

Tujuan berikutnya adalah untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya. 

Hal ini melibatkan pengenalan dan pemanfaatan sumber daya yang ada secara optimal, baik dalam bentuk sumber daya manusia, teknologi, maupun aset lainnya. 

Dengan memanfaatkan potensi secara efektif, hal ini dapat meningkatkan performa dan daya saingnya.

 

3. Mengatur Perbedaan

Perbedaan dalam pandangan, latar belakang, dan kemampuan di antara anggota organisasi adalah hal yang wajar. 

Tujuannya juga bisa termasuk mengelola perbedaan ini dengan bijaksana, menciptakan lingkungan yang inklusif, dan membangun tim yang kuat. 

Pengelolaan perbedaan yang baik dapat meningkatkan kerja sama dan produktivitas, serta mendorong terciptanya ide-ide inovatif.

 

4. Meningkatkan Efisiensi

Tujuan utama lainnya berkaitan dengan efisiensi operasional. Organisasi berusaha untuk mengelola sumber daya yang ada, termasuk waktu, tenaga kerja, dan material, dengan cara yang paling efisien.

Tujuan ini mendukung pengurangan biaya, peningkatan kualitas, dan pemberian nilai terbaik kepada pelanggan.

 

5. Meningkatkan Inovasi

Organisasi juga memiliki tujuan untuk mendorong inovasi dalam segala aspek. Inovasi dapat berupa pengembangan produk baru, proses bisnis yang lebih efektif, atau pendekatan kreatif dalam memecahkan masalah. 

Meningkatkan inovasi membantu untuk tetap relevan dalam perubahan yang terus-menerus terjadi di lingkungan bisnis dan sosial.

 

Dalam perpaduan tujuan-tujuan ini, mengarahkan usahanya untuk mencapai keseimbangan yang optimal antara keunggulan kompetitif, pemanfaatan potensi, manajemen perbedaan, efisiensi operasional, dan inovasi. 

Dengan demikian, tujuan-tujuan tersebut tidak hanya memandu jalannya kegiatan di dalam kelompok, tetapi juga memastikan kelangsungan serta pertumbuhan yang berkelanjutan.

 

Baca Juga: Apakah yang Dimaksud dengan Perilaku Organisasi dan Faktor di Dalamnya

 

Karakteristik Organisasi

Dalam struktur yang membentuk organisasi, terdapat beberapa karakteristik utama yang membedakan dan membentuk dasar dari cara beroperasi. Karakteristik-karakteristik tersebut meliputi:

 

1. Koordinasi

Salah satu ciri khas organisasi adalah kemampuannya untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan dan upaya yang dilakukan oleh individu-individu atau kelompok di dalamnya. 

Koordinasi yang baik memastikan bahwa berbagai bagian yang ada bekerja bersama dengan efektif, saling mendukung, dan tidak saling tumpang tindih.

 

2. Divisi Pekerjaan

Organisasi sering kali membagi pekerjaan dan tanggung jawab ke dalam unit-unit yang lebih kecil. 

Divisi pekerjaan ini memungkinkan spesialisasi dan fokus yang lebih baik dalam setiap tugas yang dijalankan. Dengan membagi pekerjaan, maka tercipta efisiensi dan produktivitas.

 

3. Tujuan yang Sama

Karakteristik inti dari organisasi adalah memiliki tujuan bersama yang menjadi fokus kerja seluruh anggotanya. 

Tujuan ini memberikan arah dan makna bagi upaya kolektif serta memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan tersebut.

 

4. Hubungan Kooperatif

Organisasi melibatkan berbagai hubungan antarindividu dan kelompok. Karakteristik ini mencerminkan pentingnya kerja sama dan kooperasi di antara anggota yang terlibat. 

Hubungan yang baik memfasilitasi pertukaran informasi, pemecahan masalah bersama, dan pencapaian tujuan dengan cara yang lebih efektif.

 

5. Hubungan Otoritas

Organisasi memiliki struktur hierarki yang mendefinisikan hubungan otoritas dan tanggung jawab di dalamnya. 

Setiap anggota mengetahui peran dan tanggung jawabnya serta kepada siapa ia harus melapor. 

Struktur yang terdefinisi dengan baik ini membantu menjaga keteraturan dan aliran informasi yang lancar.

 

Dengan karakteristik-karakteristik ini, organisasi menjadi entitas yang dapat beroperasi secara efisien, fokus pada pencapaian tujuan, dan mampu mengatasi tantangan yang muncul dalam lingkungan yang dinamis. 

Setiap karakteristik berkontribusi pada keberhasilan dalam mencapai visi dan misi, serta menjaga keseimbangan dalam upaya bersama menuju prestasi yang lebih baik.

 

Ciri-ciri Organisasi

ciri ciri organisasi
Ciri-ciri Organisasi

 

Organisasi menunjukkan tanda-tanda khas yang membedakannya dari aktivitas sosial lainnya. Ciri-ciri ini mencakup:

 

Melibatkan Anggota atau Kelompok

Organisasi melibatkan individu-individu atau kelompok yang jumlahnya dua orang atau lebih.  Kehadiran anggota ini diperlukan untuk menjalankan aktivitas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

 

Tujuan Bersama

Ciri berikutnya adalah memiliki tujuan yang ditetapkan yang akan dicapai secara bersama-sama. Hal ini memberikan arah yang jelas bagi kegiatan yang dijalankan setiap anggota yang bergabung.

 

Kerja Sama sebagai Tanda Khas

Kerja sama menjadi unsur khas dalam organisasi, mengingat bahwa setiap anggota perlu saling mendukung guna mencapai tujuan dengan lebih efektif.

 

Peraturan yang Mengatur

Pembuatan peraturan adalah hal yang penting untuk memastikan bahwa kepentingan setiap anggota terjaga. 

Peraturan ini mengatur bagaimana sumber daya dapat digunakan secara harmonis dalam menjalankan tugas-tugas.

 

Pembagian Tugas yang Sinergis

Organisasi melaksanakan pembagian tugas yang bekerja secara sinergis, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dalam konteks organisasi. 

Pembagian ini juga dipertimbangkan berdasarkan bidang kerja yang mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

 

Prinsip Organisasi

Di bawah ini terdapat beberapa pandangan dari dua ahli mengenai prinsip-prinsip organisasi.

 

L. P. Alford dan Russel Beatty

Dalam tulisan mereka berjudul “Principle of Industrial Management,” L. P. Alford dan Russel Beatty (1951) menyatakan terdapat 7 prinsip, yaitu:

  • Prinsip tujuan atau prinsip tujuan
  • Prinsip wewenang dan tanggung jawab atau prinsip wewenang dan tanggung jawab
  • Prinsip wewenang pokok atau prinsip wewenang puncak
  • Prinsip penugasan kewajiban-kewajiban atau prinsip penugasan tugas
  • Prinsip definisi atau prinsip definisi
  • Prinsip kesamaan atau prinsip homogenitas
  • Prinsip efektivitas organisasii

 

Henry Fayol

Terdapat 14 prinsip yang diajukan oleh Henry Fayol, seperti yang dikutip oleh Huse dan Bowditch (1977). Berikut adalah 14 prinsip tersebut:

  • Pembagian kerja atau pembagian tugas
  • Wewenang dan tanggung jawab atau wewenang dan tanggung jawab
  • Kesatuan perintah atau kesatuan komando
  • Disiplin atau kedisiplinan
  • Kesatuan arah atau kesatuan arah
  • Kepentingan individu di bawah kepentingan umum atau subordinasi kepentingan individu pada kepentingan umum
  • Gaji pegawai atau penggajian personel
  • Sentralisasi atau sentralisasi
  • Saluran jenjang atau rantai skalar
  • Ketertiban atau keteraturan
  • Keadilan atau kesetaraan
  • Kestabilan masa kerja pegawai atau stabilitas tenur pegawai
  • Inisiatif atau inisiatif
  • Kesatuan jiwa korps atau semangat kesatuan

 

Jenis-jenis Organisasi

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis organisasi yang umum kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

1. Perusahaan Bisnis

Perusahaan bisnis adalah jenis yang berfokus pada aktivitas komersial dengan tujuan utama memperoleh keuntungan. 

Organisasi ini terlibat dalam kegiatan pembelian, produksi, atau pengadaan barang dan jasa, serta menjualnya kepada pelanggan atau konsumen

Keuntungan adalah faktor kunci dalam operasional perusahaan bisnis, dan pengambilan keputusan didasarkan pada aspek-aspek keuangan seperti pendapatan, biaya, dan laba.

 

2. Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur adalah organisasi yang bergerak dalam produksi barang fisik melalui proses transformasi bahan mentah menjadi produk jadi. 

Aktivitas utama perusahaan manufaktur melibatkan desain, produksi, dan distribusi produk. 

Dalam konteks manajemen biaya, perusahaan manufaktur harus memperhatikan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik dalam pengambilan keputusan terkait produksi dan harga jual.

 

3. Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa adalah jenis organisasi yang menghasilkan dan menyediakan layanan kepada pelanggan atau konsumen. 

Layanan ini tidak berbentuk barang fisik, melainkan melibatkan aktivitas, keahlian, atau pengetahuan. 

Contoh perusahaan jasa meliputi penyedia layanan konsultasi, perawatan kesehatan, perbankan, dan pariwisata. 

Manajemen biaya dalam perusahaan jasa mencakup pengelolaan biaya operasional, alokasi sumber daya, dan penentuan harga layanan.

Ketiga jenis ini memiliki perbedaan dalam aktivitas inti mereka serta fokus dalam manajemen biaya. 

Pengambilan keputusan dalam setiap jenis organisasi dapat berbeda tergantung pada lingkungan operasional dan tujuan bisnis masing-masing.

 

Faktor yang Memengaruhi Organisasi

Organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat membentuk arah, kinerja, dan adaptasi mereka terhadap perubahan. 

Empat faktor penting yang memengaruhi organisasi adalah strategi, skala organisasi, teknologi, dan lingkungan. 

 

Mari kita bahas masing-masing faktor tersebut:

 

1. Strategi Organisasi

Strategi organisasi merujuk pada rencana jangka panjang yang ditetapkan untuk mencapai tujuan dan visi. 

Strategi ini melibatkan pemilihan arah bisnis, segmen pasar yang akan dilayani, dan cara bersaing dengan pesaing. 

Keputusan terkait strategi memengaruhi berbagai aspek organisasi, termasuk struktur, aliran kerja, dan alokasi sumber daya. 

Strategi yang baik membantu untuk merespons perubahan pasar dan mencapai keunggulan kompetitif.

 

2. Skala Organisasi

Skala organisasi mengacu pada ukuran dan lingkup operasional suatu organisasi. Organisasi dapat beroperasi dalam skala kecil, menengah, atau besar. Skala ini mempengaruhi kompleksitas proses bisnis, struktur hierarki, dan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan. 

Skala yang sesuai harus dipilih berdasarkan tujuan, pasar yang dilayani, dan sumber daya yang tersedia.

 

3. Teknologi

Teknologi merujuk pada alat, perangkat, dan sistem yang digunakan dalam operasional. Kemajuan teknologi dapat memengaruhi efisiensi, produktivitas, dan inovasi. 

Penerapan teknologi yang tepat dapat meningkatkan proses kerja, mengotomatisasi tugas-tugas rutin, serta memungkinkan pengembangan produk dan layanan baru.

 

4. Lingkungan

Lingkungan eksternal, termasuk faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi, serta persaingan industri, juga memiliki dampak besar pada organisasi. 

Di sinilah dituntut  untuk mampu memahami perubahan dalam lingkungan untuk dapat menyesuaikan strategi, mengidentifikasi peluang, dan mengatasi ancaman yang muncul. 

Lingkungan yang dinamis memerlukan adaptabilitas dan kemampuan respons cepat. 

Memahami dan mengelola faktor-faktor ini dengan bijak dapat membantu organisasi beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan yang terus berubah.

 

Contoh Organisasi

Di dalam kehidupan sehari-hari, ada begitu banyak sekali contoh organisasi, berikut ini beberapanya:

  • Dewan Perwakilan Desa (DPD)
  • Kelompok Kesiapsiagaan Masyarakat Desa (KKMD)
  • Forum Musyawarah Kelurahan (FMK)
  • Komunitas Pemandu Wisata (Kopawis)
  • Aliansi Kelompok Petani (Alianktan)
  • Komite Tetangga (KT)
  • Lingkungan Tetangga (LT)
  • Pemuda Karang
  • Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu)
  • Program Pemberdayaan Keluarga (PPK)
  • Pengawal Masyarakat (Pengmas)
  • Dewan Kemajuan Masjid (Dewan Masjid)
  • Pengamat Pemantau Jentik Nyamuk (P2JN)
  • Forum Waspada Masyarakat (FWM)
  • Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Lokal (LPML)
  • Grup Informasi Masyarakat (Grup Info)
  • Kemitraan Polisi dan Masyarakat (Kopmas)
  • Badan Mandiri Masyarakat (BMM)
  • Lembaga Sosial Kemasyarakatan Lokal (LSKL)
  • Relawan Sosial Masyarakat (Relawan Sosmas)

 

Kelola Organisasi Lebih Mudah dengan Bantuan Software HRIS LinovHR

Aplikasi Absensi Online
Software HRD LinovHR

 

Perusahaan adalah salah satu bentuk dari organisasi. Layaknya jenis lainnya, maka membutuhkan pengelolaan yang baik. Mulai dari memetakan visi-misi, menyusun struktur, pembagian tugas dan peran, sampai juga hal yang berkaitan dengan keuangan.

Mengelola itu semua bisa jadi pekerjaan yang rumit bila masih dilakukan dengan cara-cara manual yang mengandalkan kertas. Hal ini membuat perusahaan akan sulit beradaptasi dan mengambil keputusan dengan cepat.

Untuk itu, jalankan pengelolaan perusahaan lebih efektif dan efisien dengan bantuak Software HRIS LinovHR.

Di mana Software HRIS LinovHR memiliki modul khusus pengelolaan organisasi yaitu modul Organization Management.

Modul khusus ini akan membantu tim manajerial perusahaan menyusun hierarki, membagi peran dan tugas yang ada, sampai dengan mengelompokkan data dan informasi penting terkait keuangan.

 

LinovHR

 

Dengan bantuan modul Organization Management, perusahaan bisa mendigalisasi seluruh data terkait pengelolaan organisasi dan memungkinkan sentralisasi data yang mudah diakses di satu tempat.

Hal ini tentu saja akan mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Sehingga pengelolaan perusahaan bisa dilakukan lebih mudah dan adaptif.

Ayo ajukan demo gratisnya sekarang untuk dapat mengetahui lebih jauh fitur dan manfaat Software HRIS LinovHR!