Key Takeaways
- Human Resource Information System (HRIS) adalah sistem digital terintegrasi dengan tujuan membantu pengelolaan data organisasi dan proses tenaga kerja.
- Operasional yang harus dijaga konsisten membuat pengelolaan tenaga kerja menjadi hal yang krusial.
- HRIS dapat berperan sebagai Manpower Operating System yang menghubungkan data tenaga kerja, aktivitas kerja, kompetensi, biaya, kepatuhan, dan performa.
- Pada bisnis peternakan, HRIS harus memiliki kapabilitas seperti menjadi sumber data terpusat, perencanaan tenaga kerja, payroll, hingga pemetaan jenjang keahlian
Mengutip data Statistik Ketenagakerjaan Sektor Pertanian Agustus di tahun 2024, jumlah tenaga kerja yang berada di subsektor peternakan mencapai 5,39 juta orang atau sekitar 14,26% dari total tenaga kerja sektor pertanian.
Namun, laporan OECD di tahun 2023 menyebutkan bahwa sektor ini sedang terperangkap dalam krisis talenta yang dipicu oleh rendahnya persepsi publik, kompensasi yang tidak kompetitif, serta minimnya jenjang karir yang jelas.
Atas dasar ini, HRIS bisa menjadi solusi bagi perusahaan dalam membantu HR dalam mengelola tenaga kerjanya hingga memberikan transparansi lebih baik atas kondisi di lapangan.
Simak pembahasan mengenai 10 rekomendasi software HRIS untuk bisnis peternakan, mulai dari penjelasan, perbandingan, kriteria perbandingan, hingga bagaimana HRIS dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan tenaga kerja!
Apa Itu HRIS?
Human Resource Information System (HRIS) adalah sistem digital terintegrasi dengan tujuan membantu pengelolaan data organisasi dan proses tenaga kerja.
HRIS dapat mencakup pengelolaan struktur organisasi, data tenaga kerja, manpower planning, rekrutmen, absensi, payroll, hingga pemetaan jenjang keahlian.
Sistem pengelolaan yang bersifat terpusat seperti HRIS akan membuat bisnis peternakan lebih mudah memantau dan menyusun perencanaan tenaga kerja demi mengoptimalkan operasional.
Krusialnya Pengelolaan Manpower Dalam Operasional Peternakan?
Operasional peternakan memiliki karakteristik yang berbeda dari kerja kantoran di mana pemberian pakan, pemeriksaan kesehatan, pengendalian lingkungan kandang, hingga penerapan biosecurity perlu berjalan secara konsisten mengikuti kebutuhan biologis ternak.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan tenaga kerja menjadi krusial. Tidak hanya mengenai kehadiran, namun juga kompetensi, koordinasi, dan keperluan untuk mengelola struktur organisasi agar peternakan bisa dijaga keberlangsungannya.
Mengutip kembali data dari Statistik Ketenagakerjaan Sektor Pertanian Agustus di tahun 2024, jumlah tenaga kerja yang berada di subsektor peternakan mencapai 5,39 juta orang atau sekitar 14,26% dari total tenaga kerja sektor pertanian.
Banyaknya jumlah tenaga kerja di sektor ini juga berarti kebutuhan untuk mengelola SDM dan penyusunan organisasi menjadi lebih kompleks.
Penelitian yang dilakukan oleh Springer Nature Link di tahun 2025 mendukung pernyataan ini. Bahwa pengelolaan SDM seperti melakukan pelatihan merupakan hal yang penting untuk dilakukan.
Kurangnya pengelolaan seperti penyelenggaraan pelatihan dapat berakibat pada produktivitas peternakan didasari pada risiko penyakit menular dan cara menanganinya.
| Poin | Ringkasan |
| Karakteristik Operasional Peternakan | Berbeda dengan operasional kantoran, operasional peternakan bergantung pada kebutuhan ternak yang harus dijaga konsisten. |
| Kebutuhan Pengelolaan Tenaga Kerja | Keperluan untuk menjaga operasional yang konsisten membuat pengelolaan tenaga kerja menjadi penting. |
Peran HRIS Peternakan Sebagai Alat Bantu Mengelola SDM
HRIS dapat berperan sebagai Manpower Operating System yang menghubungkan data tenaga kerja, aktivitas kerja, kompetensi, biaya, kepatuhan, dan performa.
Alat bantu seperti HRIS menyediakan transparansi tenaga kerja yang konsisten agar HR, operasional, finance, dan manajemen dapat menggunakan dasar informasi yang sama.
Kriteria HRIS Untuk Mendukung Bisnis Peternakan

Berikut ini beberapa kriteria yang harus dipenuhi HRIS dalam mendukung bisnis peternakan mengelola tenaga kerjanya:
Sebagai Sumber Data Terpusat
Menurut penelitian MDPI di tahun 2024, data seputar peternakan biasanya dihasilkan dari berbagai sumber.
Mulai dari perangkat lunak manajemen, sensors, peralatan, hingga catatan tulis dan tidak struktur akan mempersulit HR dalam mengelola data tenaga kerja.
Dalam pengelolaan tenaga kerja, fragmentasi dapat menyebabkan perbedaan informasi mengenai headcount, status kepegawaian, jabatan, lokasi penempatan, kompetensi, atau masa kontrak.
Karena itu, perusahaan membutuhkan satu sumber data yang dapat digunakan bersama oleh HR, operasional, finance, dan manajemen.
Platform HRIS seperti LinovHR dapat mendukung kebutuhan tersebut melalui modul Organization Management untuk mengelola struktur departemen, peran, hingga alur pelaporan.
Satu sumber data manpower memudahkan manajemen dalam menjawab pertanyaan mengenai jumlah tenaga kerja, lokasi penempatan, ketersediaan kompetensi, dan kapasitas setiap cabang peternakan.
Mendukung Perencanaan Tenaga Kerja
Selanjutnya adalah memudahkan bisnis dalam melakukan perencanaan tenaga kerja agar operasional dapat berjalan efektif.
Penelitian yang dilakukan oleh Journal of Dairy Science di tahun 2024 menemukan bukti bahwa pengorganisasian seperti praktik efisiensi tenaga kerja, teknologi, fasilitas, hingga pengelolaan SDM merupakan hal yang esensial dalam meningkatkan kondisi lingkungan kerja.
HRIS seperti LinovHR yang menyediakan Time Management dapat membantu perusahaan dalam menyusun pengorganisasian tersebut.
Alokasi kerja efektif yang didasari pada kebutuhan operasional, termasuk perubahan shift, hari kerja, hari libur, dan pola kerja fleksibel.
Dashboard kehadiran juga dapat digunakan untuk membaca tingkat absensi serta pola pekerja hingga analisa turnover.
Dengan demikian, HRIS tidak hanya menjawab siapa yang hadir namun juga dapat digunakan untuk melihat shift yang belum terpenuhi, pekerja yang melakukan lembur secara berulang, atau lokasi yang mulai mengalami kekurangan kapasitas tenaga kerja.
Memudahkan Pengelolaan Payroll
Pengelolaan Payroll peternakan dapat dipengaruhi oleh kombinasi data kehadiran, shift, lembur, lokasi kerja, status kepegawaian, tunjangan, potongan, insentif, dan pekerjaan berbasis tugas.
Kondisi ini membuat Payroll menjadi lebih sulit untuk dikelola oleh HR dan juga tim finance. Mengutip data dari Businesswire yang mengatakan bahwa 1 dari setiap 5 siklus payroll mengandung kesalahan, hal ini menunjukan kerumitan dalam pengelolaan SDM dalam industri retail.
Platform HRIS harus dapat menangani kompleksitas ini, mencatat kehadiran, jadwal, lembur, dan cuti. Lebih baik lagi, jika data tersebut kemudian dapat dihubungkan dengan perhitungan pajak.
Pemanfaatan HRIS bukan hanya sekadar pengelolaan payroll yang lebih cepat, tetapi visibilitas yang lebih baik terhadap biaya lembur, biaya tenaga kerja per lokasi, serta komponen biaya yang terus meningkat.
Pemetaan Jenjang Keahlian
Mengutip kembali laporan dari OECD di tahun 2023 menyebutkan bahwa sektor ini sedang terperangkap dalam krisis talenta yang dipicu oleh rendahnya persepsi publik, kompensasi yang tidak kompetitif, serta minimnya jenjang karir yang jelas.
Kurangnya kompetensi di sektor peternakan membuat manajemen harus lebih memperhatikan kompetensi yang dimiliki oleh talenta yang dimiliki.
HRIS harus bisa membantu perusahaan dan HR dalam mengidentifikasi profil keterampilan tenaga kerja, mengoordinasikan asesmen yang relevan, serta mengotomatisasi pemetaan pelatihan yang terpersonalisasi.
Dengan pendekatan ini, perusahaan mampu memastikan bahwa setiap talenta tidak hanya memiliki kompetensi yang selaras dengan tuntutan operasional, tetapi juga memenuhi standar kepatuhan yang ketat, sekaligus memitigasi risiko operasional akibat keterbatasan keterampilan di lapangan.
Tersedia Fitur Offline
berdasarkan laporan ERIA di tahun 2025, negara anggota ASEAN masih memiliki infrastruktur yang terbatas, rendahnya literasi digital, hingga masih tingginya biaya adopsi teknologi.
Karena itu, HRIS untuk industri peternakan, khususnya di negara-negara ASEAN, perlu menerapkan prinsip offline-ready, terutama pada proses yang berhubungan langsung dengan kontinuitas operasional, seperti pencatatan kehadiran.
Gangguan jaringan tidak seharusnya membuat pekerja gagal melakukan absensi, memaksa supervisor kembali menggunakan pencatatan kertas, atau menyebabkan data jam kerja tidak tercatat.
Ketika proses manual digunakan sebagai alternatif, risiko perbedaan waktu, kehilangan data, dan koreksi tambahan pada payroll juga dapat meningkat.
HRIS harus membuat karyawan tetap dapat melakukan clock-in dan clock-out melalui aplikasi mobile ketika perangkat tidak terhubung ke internet.
Sistem menyimpan waktu kehadiran sesuai waktu aktual absensi, kemudian mensinkronisasikan data secara otomatis setelah jaringan kembali tersedia.
Fitur ini relevan bagi perusahaan peternakan dengan pekerja yang tersebar di farm, area kandang, atau lokasi lapangan yang berada di luar jangkauan jaringan seluler yang stabil.
Dengan kapabilitas tersebut, keterbatasan konektivitas tidak harus menghentikan proses pencatatan manpower.
| Poin | Ringkasan |
| Sebagai Sumber Data Terpusat | Data seputar tenaga kerja biasanya dihasilkan dari berbagai sumber, HRIS harus bisa menjadi sumber data terpusat agar pengelolaan tenaga kerja bisa lebih mudah |
| Perencanaan Tenaga Kerja | HRIS harus bisa membantu perusahaan dan HR dalam merencanakan urusan tenaga kerja seperti alokasi tenaga, pengorganisasian, hingga membantu membaca pola turnover |
| Payroll | HRIS harus membantu perusahaan dalam mengurus kompleksitas shift, jabatan, tunjangan, insentif dan sebagainya agar pengeluaran tetap efisien |
| Pemetaan Jenjang Keahlian | HRIS harus bisa membantu perusahaan dalam memetakan keahlian, mengkoordinasikan assessment, hingga otomatisasi menyusun pelatihan yang dibutuhkan |
| Tersedia Fitur Offline | Masih terbatasnya infrastruktur jaringan di negara-negara ASEAN membuat HRIS harus bisa diakses meski offline |
10 Rekomendasi HRIS Untuk Bisnis Peternakan
Berikut ini 10 rekomendasi software HRIS yang bisa mendukung bisnis peternakan:
LinovHR

Software HRIS dari LinovHR memiliki modul relevan dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang biasanya dihadapi oleh bisnis peternakan seperti Manpower Dashboard, Manpower Planning, Learning Management System, hingga Payroll.
LinovHR mendukung optimalisasi manpower planning yang akan membantu perusahaan dan HR dalam mengalokasikan kebutuhan tenaga kerja agar beban operasional yang dihadapi tidak terlalu berat.
Selain itu, LinovHR juga hadir dengan modul Competency Management yang akan membantu memetakan skill karyawan, hingga merekomendasikan perencanaan pengembangan yang tepat.
Menghadapi keterbatasan jaringan yang mungkin dihadapi pada beberapa cabang peternakan, LinovHR turut mendukung akses offline.
Fitur ini memungkinkan karyawan tetap dapat melakukan clock-in dan clock-out melalui aplikasi mobile ketika perangkat tidak terhubung ke internet.
Sistem menyimpan waktu kehadiran sesuai waktu aktual absensi, kemudian mensinkronisasikan data secara otomatis setelah jaringan kembali tersedia.
Kombinasi Organization Management dan Competency Management dalam satu platform terintegrasi yang menjadikan LinovHR salah satu opsi paling lengkap untuk kebutuhan bisnis peternakan di kriteria-kriteria yang telah dibahas sebelumnya.
Mekari Talenta

Mekari Talenta menghadirkan solusi HRIS berbasis cloud yang berfokus pada pengawasan kehadiran tenaga kerja di lapangan dan sebagai alat bantu pengelolaan shift.
Software HRIS dari Mekari Talenta memiliki modul relevan seperti Database, Shift Management, Employee Self Service (ESS), hingga Payroll.
Database akan menjadi tempat penyimpanan terpusat terkait data tenaga kerja. Tempat penyimpanan ini juga memungkinkan untuk dikustomisasi sesuai kebutuhan, dan dapat diakses kapan pun dan di mana pun.
Shift management dengan integrasi AI yang akan mendeteksi kepalsuan, Check-in dari mana saja melalui aplikasi Android atau iOS, sinkronisasi jadwal kerja, hingga memantau pola keterlambatan atau absensi agar bisa ditindaklanjuti dengan segera.
Payroll akan membantu HR dalam menghitung semua komponen gaji termasuk lembur, BPJS, dan pajak dalam hitungan menit. Kemudian slip gaji digital langsung didistribusikan ke aplikasi mobile masing-masing karyawan
Employee self-service (ESS) yang memungkinkan karyawan memproses administratif kepegawaian secara mandiri, cepat, dan aman agar mengurangi beban administratif tim HR secara signifikan.
Talent Management akan membantu HR dalam memetakan keahlian yang ada pada lingkungan kerja, hingga menyusun rencana pengembangan yang relevan.
Sunfish By DataOn

SunFish Workplaze dari DataOn merupakan sistem Human Capital Management (HCM) berbasis cloud berskala enterprise yang dirancang untuk menangani kompleksitas struktur organisasi besar dalam menghadapi kebutuhan distribusi tenaga kerja di banyak lokasi, serta otomatisasi administrasi HR.
Software HRIS dari Sunfish menyediakan sejumlah modul utama yang relevan untuk mendukung efisiensi operasional bisnis peternakan seperti Core HR, Time & Attendance
Core HR berfungsi sebagai pusat pengelolaan data karyawan yang fleksibel dan terstruktur. Pada bisnis peternakan dengan banyak cabang yang tersebar di berbagai lokasi, modul ini memudahkan manajemen dalam memantau headcount, status kepegawaian, hingga alur pelaporan antar-departemen secara real-time.
Time Management akan membantu perusahaan dan HR dalam mengelola Workforce Planning, memantau kehadiran, hingga otomatisasi cuti.
Payroll akan membantu HR dalam proses penggajian, mulai dari komponen gaji, sinkronisasi dengan data kehadiran, hingga memberikan perhitungan pajak.
Talent Management berguna untuk mengatasi risiko krisis talenta dan menjaga standar kepatuhan operasional, modul ini membantu perusahaan dalam memetakan keahlian karyawan, mengelola sertifikasi teknis, serta merencanakan program pelatihan yang terstruktur bagi para pekerja lapangan.
Employee Self-Service (ESS) yang akan memudahkan karyawan dalam mengurus administrasi izin, cuti, klaim reimbursement, hingga persetujuan (approval) jadwal kerja secara mandiri.
Hal ini memangkas birokrasi kertas dan mempercepat alur komunikasi administratif antara lokasi peternakan dan kantor pusat.
GreatDay HR

GreatDay HR merupakan sistem HR berbasis cloud dengan fitur pendukung inti dari Attendance Management, payroll, Basic Operational, hingga program kesejahteraan finansial.
Dengan fitur Attendance Management, dapat membantu HR dalam merekam kehadiran karyawan lebih mudah, akurat, dan anti manipulasi. Data ini pun kemudian akan langsung terintegrasi dengan laporan HR dan payroll.
Pada fitur Basic Operational, berguna sebagai sumber data terpusat yang akan memudahkan proses administrasi HR.
Tempat penyimpanan terpusat ini akan menyimpan detail tugas karyawan, aktivitas lapangan, hingga memberikan feedback yang bisa dilakukan secara remote.
Fitur Payroll akan memudahkan HR dalam melakukan perhitungan, pencatatan, hingga penyaluran gaji karyawan secara akurat.
GreatDay HR turut mendukung mode offline untuk absensi, dengan sinkronisasi otomatis begitu koneksi kembali tersedia.
Gadjian

Gadjian adalah aplikasi software HRIS berbasis cloud dan ditenagai dengan AI untuk membantu proses HR agar Optimal.
Gadjian memiliki fitur seperti Manajemen Karyawan, Manajemen Operasional HR, Manajemen Kompensasi dan Tunjangan, hingga Pelatihan.
Manajemen Karyawan akan menjadi sumber data terpusat terkait tenaga kerja, struktur organisasi, hingga tipe upah.
Manajemen Operasional HR akan membantu HR dalam mengelola kehadiran, shift, pola kerja, absensi, hingga izin.
Manajemen Kompensasi dan Tunjangan akan membantu perusahaan dan HR dalam mengelola payroll hingga perhitungan pajak.
Gadjian memiliki keunggulan yang bisa diintegrasikan dengan sistem lain seperti Hadirr, Payuung, hingga Flip yang bisa menghemat hingga 60% beban finansial yang dikarenakan harus mengirimkan gaji ke berbagai rekening bank.
EVA HR Hashmicro

EVA HR dari HashMicro adalah HRIS berskala enterprise yang berfokus pada integrasi mendalam antara pengelolaan SDM dengan sistem operasional, rantai pasok (supply chain), dan keuangan perusahaan.
Software HRIS dari EVA HR HashMicro menyediakan modul dan fitur utama yang sangat relevan untuk mendukung efisiensi operasional bisnis peternakan seperti sumber data terpusat, manajemen absensi dan cuti, hingga perhitungan payroll beserta pajak.
Eva dari Hashmicro juga menyediakan fitur analisis kesenjangan keahlian hingga memberikan jalur pengembangan sesuai dengan kebutuhan.
Fitur yang paling diunggulkan adalah Hashy AI yang dapat memahami data karyawan seperti attendance, cuti, hingga payroll.
Hashy AI juga dapat memberikan rekomendasi data yang perlu ditinjau untuk kemudian diperbaiki atau disetujui.
Absensi EVA HR bisa diakses secara offline yang akan tersinkronisasi di saat jaringan internet kembali terhubung.
Catapa

Catapa adalah platform HRIS yang berfokus pada sistem penggajian melalui otomatisasi AI agar proses HR bisa lebih produktif.
Catapa dengan fitur Claudia AI akan membantu HR dalam mengelola data Time & Attendance, Workforce Analytic, hingga pengelolaan Payroll.
Selain itu, Catapa juga menyediakan fitur untuk menyusun struktur organisasi yang fleksibel hingga menjadi sumber data organisasi terpusat.
Kantorku HRIS

KantorKu HRIS adalah platform manajemen SDM dan absensi berbasis cloud yang dirancang praktis, efisien, dan terjangkau untuk membantu perusahaan mengelola administrasi kehadiran karyawan lapangan serta otomatisasi payroll tanpa proses komputasi yang rumit.
Memiliki fitur unggulan seperti Organization Setting, KPI/OKR, Shift & Attendance, hingga pengelolaan Payroll beserta perhitungan pajak.
Organization Setting akan menyimpan seluruh data karyawan secara terpusat mulai dari detail pekerjaan, kontraks, dokumen, hingga struktur organisasi.
Organization Setting sebagai sumber data karyawan bersifat fleksibel yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang dihadapi.
KPI/OKR akan memudahkan HR dalam memantau dan mengevaluasi pencapaian karyawan sesuai dengan target yang diberikan.
Shift & Attendance akan membantu HR dalam mengelola absensi, shift, hingga aktivitas tenaga kerja di lapangan bahkan secara real-time.
Payroll akan membantu HR dalam proses penggajian bahkan hingga perhitungan pajak secara otomatis hingga meminimalisir kesalahan.
PayrollBoZZ

PayrollBozz adalah platform HRIS berbasis cloud dan mobile yang berfokus pada efisiensi administrasi payroll, pengelolaan waktu kerja (time tracking), serta koordinasi tenaga kerja multi-cabang secara terintegrasi.
Beberapa fitur unggulan dari PayrollBozz seperti sistem Absensi, Pemantauan Aktivitas, hingga pengelolaan Payroll.
Sistem Absensi akan merekam kehadiran, waktu masuk, keluar, cuti, izin, hingga jenis absen. Ketersediaan sistem ini akan memudahkan pencatatan, hingga optimalisasi operasional.
Fitur Payroll akan membantu HR dalam mengelola komponen gaji sesuai jabatan, komponen pajak, BPJS hingga integrasi dengan data kehadiran sehingga hasilnya akurat.
Fitur Pemantauan Aktivitas akan memberikan HR transparansi lebih terhadap kondisi di lapangan. Ketersediaan fitur ini akan memudahkan proses pelaporan atas kerja yang telah dilakukan.
Gajihub

Gajihub adalah platform HRIS yang berfokus pada payroll berbasis cloud modern yang dirancang sederhana, terjangkau, dan sangat fleksibel untuk memudahkan pengelolaan administrasi karyawan lapangan, absensi berbasis lokasi, serta otomatisasi kompensasi pekerja harian maupun bulanan.
Beberapa fitur unggulannya mulai dari Payroll, pengelolaan Pajak, ESS, Absensi, hingga shift hingga bisa diakses melalui smartphone.
Fitur Payroll akan membantu HR dalam mengelola pembayaran gaji ke berbagai bank, menetapkan jadwal penerimaan, laporan, hingga mengelola komponen gaji.
Fitur pengelolaan pajak PPh 21 akan membantu HR dalam melakukan perhitungan nilai, pengelolaan bonus dan insentif, hingga terintegrasi dengan fitur Payroll.
Dengan fitur ESS, karyawan akan dimudahkan dalam melakukan presensi, permohonan izin, hingga membantu perhitungan lembur secara lebih akurat.
Gajihub juga akan memudahkan HR dan karyawan dalam mengelola shift agar lebih efektif dan pemberitahuannya bisa dikirimkan melalui smartphone.
Tabel Perbandingan HRIS Bisnis Peternakan
Berikut ini adalah tabel perbandingan dari HRIS yang sudah dijelaskan sebelumnya dengan kriteria yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis peternakan:
| Software HRIS | Sumber Data Terpusat | Perencanaan Tenaga Kerja & Shift | Payroll & Tax/BPJS | Pemetaan Keahlian & Pelatihan | Akses Mobile | Fitur Offline |
| LinovHR | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| Mekari Talenta | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan |
| Sunfish By DataOn | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan |
| GreatDay HR | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan | Ya | Ya |
| Gadjian | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan |
| EVA HR Hashmicro | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| Catapa | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan | Ya | Tidak disebutkan |
| Kantorku HRIS | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan |
| PayrollBoZZ | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan | Ya | Tidak disebutkan |
| Gajihub | Ya | Ya | Ya | Tidak disebutkan | Ya | Tidak disebutkan |
Optimalkan Pengelolaan Manpower Peternakan Dengan LinovHR!

LinovHR menjadi platform HRIS yang relevan untuk dipilih dalam menangani permasalahan pengelolaan tenaga kerja dalam industri peternakan.
Mulai dari kebutuhan untuk tempat penyimpanan data yang terpusat, terintegrasi, mendukung perencanaan tenaga kerja, pengelolaan payroll, pemetaan jenjang keahlian, hingga menyediakan akses offline.
Modul HRIS seperti Competency Management, Payroll, LMS, hingga Time Management bisa menjadi alat bantu perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan tenaga kerja.
Ajukan demo gratis sekarang, dan optimalkan pengelolaan tenaga kerja peternakan!
Apa itu HRIS?
HRIS adalah sistem digital terintegrasi yang mengelola data organisasi dan proses tenaga kerja, mulai dari absensi, payroll, hingga pemetaan keahlian.
Mengapa Harus Menggunakan HRIS Untuk Operasional Peternakan?
HRIS penting karena operasional yang harus konsisten (pemberian pakan, biosecurity, kesehatan ternak) membutuhkan pengelolaan tenaga kerja yang rapi dan terpusat, terutama saat karyawan tersebar di banyak cabang peternakan.
Fitur apa saja yang harus ada di HRIS untuk industri peternakan?
Sumber data terpusat, perencanaan tenaga kerja, payroll, pemetaan jenjang keahlian, serta fitur offline untuk pencatatan kehadiran di lokasi dengan jaringan internet terbatas.
Bagaimana cara memilih HRIS yang tepat untuk bisnis peternakan?
Dengan mensimulasikan operasional dan mencocokan daftar pilihan dengan kebutuhan di lapangan
Apa tujuan akhir pemanfaatan HRIS?
Untuk menciptakan operasional yang berjalan efisien.




