key result indicator

Perbedaan Key Result Indicators vs Key Performance Indicators

Penting bagi suatu organisasi untuk dapat mengukur dan mengevaluasi kinerjanya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Dalam konteks ini, dua konsep yang sering digunakan adalah Key Performance Indicators (KPI) dan Key Result Indicators (KRI).

Sebagai suatu metrik, KRI memiliki keunggulan tertentu dalam memberikan gambaran yang lebih spesifik terkait pencapaian tujuan organisasi.

Berbeda dengan KPI yang lebih menitikberatkan pada pengukuran performa, KRI lebih fokus pada hasil konkret yang dapat memberikan pandangan mendalam tentang sejauh mana suatu inisiatif atau proyek mencapai sasaran.

Dengan memahami perbedaan antara KRI dan KPI, organisasi dapat lebih efektif dalam menentukan strategi pengukuran kinerja yang sesuai dengan konteks dan sasaran yang ingin dicapai.

Mari simak artikel LinovHR ini!

 

 

Apa Itu Key Result Indicator?

Key Result Indicator (KRI) adalah indikator kunci yang memberikan gambaran terhadap hasil yang dicapai suatu organisasi, bersama dengan manajemennya, untuk menjawab apakah organisasi beroperasi dengan baik atau tidak.

Menurut pandangan Jan Bond, seorang Senior KPI Consultant & Interim CFO, pemahaman terhadap cara meningkatkan skor pada KRI menjadi hal krusial bagi manajemen dan karyawan.

KRI memainkan peran sentral dalam memberikan pandangan mendalam tentang kesehatan keseluruhan organisasi.

Dengan memahami dan menanggapi indikator tersebut, manajemen dapat mengidentifikasi area-area kritis yang memerlukan perhatian lebih lanjut atau perbaikan.

Oleh karena itu, penerapan dan pemantauan KRI tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi juga melibatkan kesadaran dan partisipasi dari seluruh tingkatan dalam organisasi untuk mencapai peningkatan kinerja yang signifikan.

 

Perbedaan Key Result Indicators vs Key Performance Indicators

Dalam dunia bisnis modern, pemantauan dan pengukuran kinerja perusahaan menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan strategis. 

Dua istilah yang sering digunakan dalam konteks ini adalah Key Performance Indicator (KPI) dan Key Result Indicator (KRI). Meskipun terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam konsep dan fungsinya.

 

1. Key Performance Indicator (KPI)

Key Performance Indicator (KPI) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja suatu organisasi, tim, atau individu dalam mencapai tujuan strategis mereka. 

KPI umumnya terkait dengan aspek kritis dari bisnis, seperti pendapatan, kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, dan inovasi. 

KPI membantu organisasi untuk mengukur sejauh mana mereka berhasil mencapai tujuan mereka, serta memberikan pandangan yang jelas terhadap seberapa baik suatu strategi bekerja.

KPI bersifat spesifik dan terukur. Misalnya, jika tujuan perusahaan adalah meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan, KPI dapat berupa persentase peningkatan dalam survei kepuasan pelanggan.

KPI juga dapat mencakup target penjualan bulanan, tingkat retensi karyawan, atau bahkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tertentu.

 

2. Key Result Indicator (KRI)

Key Result Indicator (KRI), di sisi lain, lebih fokus pada hasil akhir atau dampak dari suatu kegiatan atau proyek. 

KRI memberikan gambaran tentang apakah suatu tindakan atau strategi memberikan hasil yang diinginkan. 

Meskipun terkait erat dengan KPI, KRI lebih bersifat proaktif dalam memberikan informasi tentang risiko dan peluang yang mungkin timbul.

KRI cenderung bersifat lebih umum dan mencakup aspek-aspek yang mungkin tidak dapat diukur secara langsung. 

Contoh KRI dapat mencakup reputasi merek, persepsi pasar terhadap produk atau layanan, atau dampak sosial dari kegiatan perusahaan. 

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mengimplementasikan program keberlanjutan, KRI dapat mencakup peningkatan citra perusahaan di masyarakat.

Perbedaan kunci antara KPI dan KRI adalah bahwa KPI lebih bersifat operasional dan spesifik, sementara KRI lebih bersifat strategis dan menyeluruh. 

KPI membantu mengukur dan memantau pencapaian tujuan operasional sehari-hari, sedangkan KRI memberikan pandangan tentang dampak jangka panjang dari kegiatan atau proyek.

 

Karakteristik KRI

Meskipun karakteristik KRI dapat bervariasi tergantung pada metrik yang relevan bagi organisasi, umumnya KRI memiliki beberapa ciri umum, antara lain:

  • Dapat berhubungan dengan keuangan atau non-keuangan, namun sering kali berkaitan dengan keuangan.
  • Memberikan gambaran hasil organisasi secara menyeluruh.
  • Diukur secara berkala, bisa per kuartal atau per bulan. Ini bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.
  • Sering digunakan untuk mengomunikasikan data dan kesehatan bisnis kepada para pemegang saham.

 

KRI yang Penting untuk Perusahaan

KRI tidak hanya memberikan gambaran umum, tetapi juga menyoroti aspek-aspek kritis yang dapat memengaruhi keberhasilan jangka panjang.

Berikut adalah empat KRI penting yang dapat memberikan wawasan mendalam terhadap kesehatan dan kinerja suatu perusahaan.

 

1. Profitabilitas

Salah satu KRI paling fundamental untuk setiap perusahaan adalah profitabilitas. Profitabilitas mencakup sejumlah metrik keuangan, termasuk laba kotor, laba bersih, dan margin keuntungan.

Mengukur profitabilitas membantu perusahaan memahami sejauh mana usaha perusahaan menghasilkan keuntungan dan menilai efisiensi operasional.

 

2. Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan adalah KRI penting yang mencerminkan hubungan perusahaan dengan konsumennya. 

Melibatkan survei kepuasan pelanggan, feedback, dan metrik lainnya, KRI ini memberikan gambaran tentang sejauh mana produk atau layanan perusahaan memenuhi harapan pelanggan.

Tingginya tingkat kepuasan pelanggan dapat berdampak positif pada loyalitas dan retensi pelanggan.

 

3. Kepuasan Karyawan

Kesejahteraan internal perusahaan dapat diukur melalui KRI kepuasan karyawan. Ini mencakup aspek-aspek seperti tingkat retensi karyawan, tingkat partisipasi dalam program pengembangan karyawan, dan umpan balik dari survei kepuasan karyawan. 

Karyawan yang puas cenderung lebih produktif, kreatif, dan berkontribusi positif terhadap atmosfer kerja.

 

4. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

KRI yang tidak kalah pentingnya adalah terkait dengan aspek tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)

Ini mencakup inisiatif perusahaan terkait lingkungan, keterlibatan dalam masyarakat, dan kontribusi pada keberlanjutan.

KRI CSR membantu mengukur dampak positif yang perusahaan berikan pada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

 

Baca Juga: Perbedaan KPI dan OKR dan Kapan Menggunakannya

 

Contoh KRI

Dalam memahami kinerja suatu perusahaan, penggunaan Key Result Indicators menjadi krusial. 

Umumnya, KRI dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu yang terkait dengan keuangan dan yang tidak terkait dengan keuangan. 

Dalam memahami lebih jauh, berikut adalah contoh-contoh KRI yang dapat memberikan gambaran kinerja perusahaan.

 

KRI Keuangan

Contoh-contoh KRI keuangan melibatkan metrik-metrik berikut:

  • Pendapatan bersih atau kotor.
  • Laba bersih atau laba kotor sebelum pajak.
  • Margin keuntungan yang diuraikan berdasarkan produk, lokasi, pelanggan, atau segmen.
  • Laba dalam kaitannya dengan pendapatan.
  • Return on capital.

 

KRI Non-Keuangan

Sementara itu, contoh-contoh KRI non-keuangan melibatkan aspek-aspek berikut:

  • Jumlah keluhan, pengembalian, atau pertanyaan pelanggan.
  • Tingkat konversi lead.
  • Rata-rata jumlah penjualan yang ditutup.
  • Kepuasan pelanggan.
  • Retensi karyawan.
  • Jumlah keanggotaan atau langganan.
  • Waktu implementasi atau waktu tunggu suatu layanan.

 

Dengan memahami dan menggunakan KRI, perusahaan dapat memiliki pandangan holistik terhadap kinerja mereka. 

Dengan memantau metrik-metrik ini, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih informasional dan responsif terhadap keadaan pasar, memastikan kesuksesan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis.

 

Pantau dan Ukur Indikator Kinerja Karyawan dengan KPI Software LinovHR

 

performance review

 

Dalam mengelola sumber daya manusia dan meningkatkan produktivitas, penting bagi suatu perusahaan untuk memantau dan mengukur indikator kinerja karyawan dengan tepat. 

KPI Software LinovHR, sebagai solusi perangkat lunak manajemen SDM  terdepan, memberikan solusi yang efektif untuk tugas melakukan pemantauan performa karyawan.

Melalui software ini, perusahaan dapat dengan mudah memantau kinerja karyawan, melacak pencapaian tujuan, dan menilai kontribusi individu terhadap keseluruhan kesuksesan organisasi.

 

Aplikasi Performance Management LinovHR tidak hanya memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap capaian karyawan tetapi juga menyediakan laporan analitis yang mendalam untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.

Dengan menggunakan LinovHR, perusahaan dapat meningkatkan akuntabilitas, menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan individu, dan secara efisien mengelola kinerja karyawan.

Didukung oleh fitur khusus untuk mengelola dan memantau KPI dan tujuan, perusahaan akan mendapatkan bantuan yang signifikan dalam memastikan pencapaian KPI, baik itu di tingkat individu, tim, departemen, hingga perusahaan secara keseluruhan.

Karyawan juga akan lebih terbantu dalam melaporkan pencapaian mereka secara rutin melalui aplikasi ESS yang dapat diunduh dan diinstal di smartphone mereka.

 

Segera tingkatkan efektivitas manajemen karyawan Anda dengan LinovHR, ajukan demo gratis sekarang dan dapatkan penawaran menariknya.