Apa itu Notaris

Notaris Adalah: Berikut Tugas, Tanggung Jawab serta Gajinya

Notaris adalah salah satu profesi yang terbilang cukup penting dan memiliki gaji yang cukup tinggi. Mengapa bisa seperti itu?

Karena untuk menjadi seorang notaris harus melewati proses yang tidak mudah dan prosesnya cukup panjang. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa menjabat profesi tersebut.

Untuk menjadi seorang notaris, seseorang harus menempuh pendidikan hukum terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan mengambil program magister kenotariatan untuk mendapatkan gelar magister kenotariatan. Setelah itu dilanjutkan dengan mengikuti magang selama 2 tahun di kantor notaris.

Bagi Anda yang sudah penasaran dengan apa itu notaris dan bagaimana tugas-tugas serta gajinya, artikel dari LinovHR berikut ini akan menjelaskan selengkapnya untuk Anda.

Simak ulasannya berikut ini ya!

 

Apa itu Notaris?

Notaris adalah pejabat umum dalam bidang hukum yang memiliki wewenang untuk membuat akta autentik. Syarat utama untuk menjadi seorang notaris setidaknya harus berusia 27 tahun dan memiliki ijazah sarjana hukum serta ijazah magister kenotariatan.

Tugas dasar seorang notaris akan mewakili client dalam prosedur hukum, dan membuat beberapa dokumen untuk dikumpulkan kepada pengadilan, jasa penyidik atau kantor hakim.

Hal ini bisa terkait kepemilikan warisan, pergantian nama pemilik harta, jual dan beli warisan, pendirian PT dan lain sebagainya.

Selain itu, notaris adalah satu-satunya jabatan atau profesi di luar lembaga negara yang diperbolehkan untuk memakai lambang garuda pada setiap produk hukum yang mereka gunakan.

Oleh sebab itu, banyak yang mengira bahwa profesi notaris sama dengan pejabat pembuat akta tanah atau yang disingkat PPAT.

Menjadi seorang notaris bukanlah hal yang mudah. Karena profesi tersebut memiliki tanggung jawab yang besar. Contohnya adalah seorang notaris tidak dibolehkan untuk pergi meninggalkan kantor selama 7 hari berturut-turut tanpa alasan yang jelas.

Hal ini sudah diatur oleh UU No.2 tahun 2014 yang menyatakan bahwa, seorang notaris yang telah diangkat sebagai pejabat negara wajib untuk mengambil cuti jika notaris tersebut bepergian. 

Jadi, jika Anda sudah menjadi seorang notaris, maka menurut hukum yang berlaku Anda tidak bisa untuk bepergian tanpa alasan yang jelas. Apabila ada tugas lain di luar pekerjaan, maka notaris harus mengambil jatah cuti.

 

Tugas dan Tanggung Jawab Notaris

Sebagai orang yang mengerti hukum, ada beberapa tugas dan tanggung jawab yang mereka emban, seperti berikut ini:

  • Membuat akta autentik yang isinya tentang seluruh perbuatan, perjanjian sampai penetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan.
  • Menjamin kepastian tanggal pembuatan akta, memberikan grosse, menyimpan akta dan kutipan akta.
  • Melakukan pengesahan tanda tangan dan menetapkan tanggal surat dengan mendaftar ke dalam buku khusus atau waarmerking.
  • Membuat salinan dari surat asli di bawah tangan berupa salinan yang berisi uraian sebagaimana ditulis dan digambarkan dalam surat yang bersangkutan atau copy collationee.
  • Melakukan pengesahan kecocokan salinan dengan surat aslinya atau legalisir
  • Memberikan penyuluhan hukum yang berhubungan dengan pembuatan akta
  • Membuat akta risalah lelang
  • Membuat akta yang berhubungan dengan bidang pertanahan.

 

software hris

Tugas notaris terbilang banyak, pasti juga memerlukan pengelolaan administrasi yang lebih ringkas agar segala tugas dan tanggung jawab bisa diselesaikan lebih cepat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi manajemen HR yaitu Software HRIS LinovHR.

Di dalam software HR ini, tugas dan tanggung jawab notaris bisa terkelola dengan baik karena di dalam aplikasi ini terdapat modul Competency Management yang memudahkan dalam pengelompokkan setiap kompetensi yang dimiliki oleh notaris.

Sehingga pembagian tugas akan lebih relevan sesuai dengan kompetensi mereka. Lalu, agar gaji notaris bisa dihitung lebih mudah, Aplikasi HRIS LinovHR memiliki Modul Payroll yang mampu mengelola dan menghitung penggajian sampai dengan kewajiban pajak setiap notaris.

 

Baca Juga: Seperti Apa Pekerjaan dari Seorang Akuntan?

 

Kode Etik Notaris

Kode etik notaris merupakan suatu konsekuensi dari pekerjaan sebagai notaris. Hal ini merupakan harkat dan martabat dari profesi notaris yang harus dipegang dengan teguh. Dengan begitu, pelanggaran dalam profesi ini bisa diminimalisir dengan baik. 

Berikut adalah kode etik notaris, antara lain:

  • Memiliki moral dan kepribadian yang baik
  • Menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat profesi notaris
  • Berperilaku jujur, mandiri, amanah, penuh rasa tanggung jawab berdasarkan peraturan perundang-undangan dan isi sumpah pada jabatan notaris
  • Peningkatan ilmu pengetahuan dan keahlian profesi tidak terbatas pada pengetahuan hukum dan kenotariatan
  • Mengutamakan pengabdian kepada kepentingan masyarakat dan negara
  • Memberikan jasa pembuatan akta dan kewenangan lainnya untuk masyarakat umum yang tidak mampu tanpa memungut biaya sedikitpun

 

Berapa Gaji Notaris?

Gaji notaris menurut UU No.2 tahun 2014 adalah profesi ini tidak mendapat penghasilan atau gaji dari negara maupun pihak lainnya. Melainkan, mendapatkan penghasilan dari klien atas pembayaran jasanya. 

Berikut adalah beberapa kisaran gaji notaris menurut UU No.2 tahun 2014, antara lain:

  • Apabila transaksi telah mencapai Rp100 juta, maka notaris akan mendapatkan paling besar 2,5% dari nilai transaksi
  • Jika transaksi tersebut berkisar Rp100 juta – Rp1 miliar, maka notaris akan mendapatkan 1.5% dari nilai transaksi
  • Jika transaksi tersebut berkisar Rp1 miliar ke atas, maka tarif notaris sebesar 1% dari nilai transaksi
  • Selain itu, nilai sosiologis berdasarkan fungsi sosial dari objek pada setiap akta, honor paling besar sebanyak Rp5 juta.

 

Contoh Perhitungan Pajak Jasa Notaris

Berdasarkan peraturan Dirjen Pajak No. PER-16/PJ/2016, notaris merupakan profesi yang tergolong dalam kategori Tenaga Ahli sehingga masuk ke kelompok penerima penghasilan sehubungan dengan pekerjaan jasa, bukan sebagai pegawai atau karyawan.

Berdasarkan penjelasan ini, profesi notaris dikenakan pajak penghasilan pasal 21 (PPh Pasal 21). Penghitungan PPh pasal 21 untuk notaris mengacu pada Undang-Undang Perpajakan Nomor 36 Tahun 2008, terutama mengenai tarif penghasilan kena pajak, yang dijelaskan pada pasal 17 ayat 1. 

 

Penghasilan Kena Pajak (PKP)Tarif PPh 21 pasal 17
Sampai dengan (s/d) Rp 50 juta5%
Rp 50 juta s.d. Rp 250 juta15%
Rp 250 juta s.d. Rp 500 juta25%
Di atas RP 500 juta30%

 

Selain itu, penghitungan pemotongan pajak notaris juga mengacu pada Peraturan DJP Nomor PER-16/PJ/2016 mengenai Tata Cara Pelaporan PPh Pasal 21, dan PMK Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Besaran tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak. 

Seperti apa penghitungan jelasnya? Mari kita bahas dua contoh dibawah ini!

 

Baca Juga: Sudah Bayar Pajak Penghasilan, Kenapa Harus Lapor Pajak Tahunan?

 

Pajak Jasa Notaris dengan Penghasilan Lebih dari Satu Pemberi Kerja

JIka seorang notaris memiliki penghasilan lebih dari satu pemberi kerja, rumus yang digunakan yaitu :

(Penghasilan bruto* x 50%) x tarif Pasal 17

*Penghasilan bruto yang digunakan yaitu penghasilan kumulatif

 

Misalnya,

Dinda telah menjadi seorang notaris untuk 3 perusahaan selama bulan September hingga November.

 

BulanPenghasilan BrutoJumlah
SeptemberRp 100.000.000,00Rp 100.000.000,00
OktoberRp 50.000.000,00Rp 150.000.000,00
NovemberRp 150.000.000,00Rp 300.000.000,00
TotalRp 550.000.000,00

 

Dari data diatas, perhitungan pajak jasa notaris Dinda yaitu :

 

BulanPenghasilan BrutoPKP (50% x Penghasilan Bruto)PKP KumulatifTarif Pasal 17Pajak Notaris (PKP x Tarif Pasal 17)
SeptemberRp 100.000.000,00Rp 50.000.000,00Rp 50.000.000,005%Rp 2.500.000
OktoberRp 50.000.000,00Rp 25.000.000,00Rp 75.000.000,0015%Rp 11.250.000,00
NovemberRp 150.000.000,00Rp 75.000.000,00Rp 150.000.000,0015%Rp 22.500.000,00
TotalRp 550.000.000,00Rp 150.000.000,00Rp 275.000.000,00Rp 36.250.000,00

Berdasarkan perhitungan tersebut, total besaran tarif pajak notaris Dinda sebesar Rp 36.250.000,00.

 

Pajak Jasa Notaris dengan Penghasilan Hanya Satu Pemberi Kerja

Jika seorang notaris memiliki penghasilan hanya satu pemberi kerja, rumus yang digunakan yaitu :

((Penghasilan Bruto* x 50%) – PTKP) x Tarif Pasal 17

*penghasilan bruto yang digunakan penghasilan kumulatif

 

Misalnya,

Ahmad telah menjadi seorang notaris untuk bagi PT Bondol Choiyeye selama satu tahun. Penghasilannya selama satu tahun di PT Bondol Choiyeye :

 

BulanPenghasilan BrutoJumlah
JanuariRp 10.000.000,00Rp 10.000.000,00
FebruariRp 15.000.000,00Rp 25.000.000,00
MaretRp 20.000.000,00Rp 45.000.000,00
AprilRp 25.000.000,00Rp 70.000.000,00
MeiRp 30.000.000,00Rp 100.000.000,00
JuniRp 35.000.000,00Rp 135.000.000,00
JuliRp 40.000.000,00Rp 175.000.000,00
AgustusRp 45.000.000,00Rp 220.000.000,00
SeptemberRp 50.000.000,00Rp 270.000.000,00
OktoberRp 55.000.000,00Rp 325.000.000,00
NovemberRp 60.000.000,00Rp 385.000.000,00
DesemberRp 70.000.000,00Rp 455.000.000,00
TotalRp 455.000.000,00Rp 455.000.000,00

 

Ahmad memiliki status belum menikah dan tidak memiliki tanggungan anggota keluarga sedarah dan memiliki NPWP.

Berdasarkan penghitungan pajak penghasilannya dengan cara :

Penghasilan Bruto : Rp 455.000.000,00

Penghasilan Bruto x 50% : Rp 227.500.000,00

Maka penghasilan kena pajaknya adalah Rp 227.500.000,00. Selanjutnya untuk besaran pajak penghasilan yang harus dibayar Ahmad.

 

Keterangan PenghasilanPenghasilan Kena PajakTarif Pasal 17PPh 21 Terutang
Sampai dengan  RP 50 jutaRp 50.000.000,005%Rp 2.500.000,00
Rp 50 juta s.d. Rp 250 jutaRp 250.000.000,0015%Rp 37.500.000,00
Rp 250 juta s.d. Rp 500 jutaRp 155.000.000,0025%Rp 38.750.000,00
TotalRp 455.000.000,00Rp 78.750.000,00

 

Dengan penghitungan tersebut, Ahmad wajib membayar sebesar Rp 78.750.000,000

Itulah penghitungan pajak notaris yang perlu Anda ketahui. Kesimpulannya, notaris merupakan profesi yang termasuk kategori Tenaga Ahli dalam aspek perpajakan sehingga dikenakan pajak penghasilan 21. Jenis penghasilan dan pekerjaannya memengaruhi penghitungan besaran pajak penghasilan 21 yang perlu dihitung, disetor dan dilaporkan pada negara. 

 

Kesimpulan

Seorang notaris adalah pekerjaan yang membutuhkan kompetensi dan pendidikan yang tinggi. Profesi satu ini tidak sama dengan PPAT walau mereka sama-sama mengurus surat berharga.

Gaji notaris tidak berasal dari negara melainkan akan disesuaikan dengan proyek dari klien yang mereka pegang.

Profesi ini juga harus berpegang teguh pada kode etik. Oleh sebab itu, menjadi seorang notaris bukan hal yang mudah, profesi ini memiliki tanggung jawab yang besar dan memiliki pekerjaan yang bisa dibilang sulit.

Demikianlah artikel mengenai notaris. Semoga artikel dari LinovHR ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan Anda.

Terimakasih telah membaca sampai akhir.