pengembangan karir

Pengembangan Karir Karyawan dan Aplikasinya di Dalam Perusahaan

Setiap karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan tentu ingin berkembang karirnya. Pengembangan karir ini merupakan suatu keniscayaan karena tidak ada manusia yang ingin mengalami kemunduran dalam hidupnya termasuk karyawan yang tidak ingin stagnan dalam satu posisi apalagi turun jabatan.

Hal ini juga tidak boleh diabaikan oleh perusahaan. Suatu perusahan justru perlu dipertanyakan keprofesionalitasannya ketika karyawan yang ada di dalamnya tidak bisa berkembang sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, perusahaan selayaknya menjadi pengembangan karir karyawan sebagai salah satu perhatian untuk memajukan perusahaan itu sendiri.

Dalam pelaksanaanya, pengembangan karir bagi karyawan juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas dan kompetitif, pengambangan karir harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Dengan kata lain, pengembangan karir karyawan adalah suatu kegiatan manajemen SDM yang terintegrasi dengan kegiatan SDM lainnya.

 

A.     Apa itu Pengembangan Karir?

Pengembangan karir adalah suatu proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan perubahan status, posisi, atau kedudukan karyawan di perusahaan tersebut. Tidak hanya soal jabatan, pengembangan karir ini juga menekankan pada peningkatan kemampuan karyawan agar mampu menampilkan performa terbaiknya.

Dalam proses pengembangan karir, terdapat 3 pihak yang berperan yaitu individu (karyawan itu sendiri), manajer, dan perusahaan. Individu dimaksudkan bahwa setiap karyawan bertanggung jawab dalam mengembangkan dirinya untuk mencapai posisi tertentu. Semua upaya akan sia-sia jika dari individu karyawannya tidak berkeinginan untuk mengembangkan diri.

Dari segi manajer, berperan dalam memberikan dukungan dan umpan balik atas kinerja yang sudah ditampilkan karyawannya. Sedangkan dari segi perusahaan, perannya adalah menjadi penggerak dengan memberikan program pelatihan, pilihan jenjang karir, dan melalui kebijakan yang dimiliki.

 

B.     Membuat Rencana Pengembangan Karir

Pengembangan karir karyawan artinya karyawanlah yang menjadi fokus kebutuhan untuk berkembang sehingga mereka bisa menumbuhkan karirnya. Untuk itu, perlu komunikasi dan pemahaman yang baik antara perusahaan dan karyawan. Itulah mengapa, pengembangan karir harus direncanakan dengan baik pula agar tepat guna.

Dikutip dari laman thebalancecareers, Susan M.Heathfield memberikan beberapa langkah dalam membuat rencana pengembangan karir oleh perusahaan untuk karyawannya, yaitu :

  • Terbuka pada tanggapan karyawan, yaitu seorang manajer atau bagian HRD bisa menanyakan bagaimana karyawan melihat karirnya di perusahaan tersebut. Gali pemikiran mereka tentang apa yang mereka inginkan dari karir di perusahaan tersebut.

 

  • Sarankan agar karyawan memikirkan akan beberapa hal seperti ‘apa sasaran pengembangan kariri yang ingin dicapai dalam tiga tahun?’ dan ‘apa yang ingin dicapai dalam tahun ini?’. Serta tanyakan pula langkah apa yang mereka pertimbangkan dalam mencapai tujuan tersebut?

 

  • Siapkan rekomendasi tentang apa yang bisa perusahaan berikan dalam upaya mengembangkan karir karyawan. Dukungan seperti apa yang bisa perusahaan berikan sehingga sasaran pertumbuhan karir bisa diraih.

 

  • Libatkan karyawan dalam merumuskan rencana-rencana pengembangan karir. Bersikaplah fleksibel karena karyawan mungkin saja memiliki cara yang ingin mereka diskusikan.

 

  • Perusahaan juga bisa membuat suatu formulir yang memuat secara rinci akan rencana pengembangan karir untuk ditinjau dan dilakukan input tambahan oleh karyawan.

 

C.     Mengaplikasikan Pengembangan Karir di Perusahaan

Pengembangan karir bagi karyawan di perusahaan harus dibangun dengan tepat sesuai dengan tahapan dalam karir karyawan. Setidaknya ada 3 tahap karir bagi karyawan yaitu awal, pertengahan, dan akhir. Ketiganya memerlukan peran serta perusahaan dalam upaya mewujudkan pengembangan karir tersebut.

 

1.    Tahap Karir Awal

Setiap karyawan tentu memulai karirnya dari posisi tertentu sesuai kebidangan, keahlian, dan pendidikannya. Inilah yang disebut karir awal. Dalam prosesnya, karir awal tidak selalu berjalan mulis karena ada berbagai masalah seperti ketidaksesuaian realitas pekerjaan, seniorisasi, batasan loyalitas yang tidak jelas, sulit beradaptasi dengan lingkungan internal maupun eksternal, insentivitas akan aspek politik organisasi, dan lain sebagainya.

Dengan berbagai kemungkinan masalah tersebut, perusahaan selayaknya mengambil peran dalam mendorong para karyawan agar berpartisipasi dalam penilaian mandiri dan membantu mereka menentukan jalur karir yang realistis. Memformulasikan rencana karir ini akan memberikan gambaran kepada karyawan di tahap awal agar bisa melakukan perencanan diri akan karirnya.

 

2.    Tahap Karir Pertengahan

Tahap pertengahan bisa dikatakan sebagai periode stabilisasi karena mereka sudah cukup mampu memahami kerja dengan segala tanggung jawabnya. Pada tahap ini, karyawan mulai menemukan pengalaman baru seperti penugasan khusus, promosi, hingga tawaran dari perusahaan lain.

 

Baca Juga: Manfaat Pelatihan dan Pengembangan SDM bagi perusahaan

 

Menyikapi hal-hal yang terjadi pada tahap ini, perusahaan harus bisa memposisikan diri sebagai partner yang siap memberi pembinaan melalui pelatihan dan sejenisnya. Karena orang-orang di tahap ini biasanya sudah cukup berumur, artinya mereka juga perlu memperoleh ilmu dan kecakapan baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Perusahaan bisa melakukannya dengan mengirimkan karyawan untuk mengikuti seminar, workshop, kursus, dan lain sebagainya.

 

3.    Tahap Karir Akhir

Pada akhirnya, karyawan akan masuk ke tahap akhir dimana mereka yang sudah senior dan bersiap pensiun mulai mengurangi beban kerja sekaligus mentransfer ilmu kepada mereka yang akan menggantikan posisinya. Pada tahap ini, perusahaan bisa memberikan kebebasan kepada karyawannya namun memastikan mereka tetap produktif selama masa-masa akhir tersebut.

 

Pengembangan karir karyawan sebagai suatu kegiatan manajemen sumber daya manusia menjadi bentuk realisasi akan hubungan antara karyawan dengan perusahaannya. Meskipun tergantung dari profesionalisme masing-masing karyawan, perusahaan tetap mengambil peranan penting dalam pengembangan karir ini. Semakin baik sistem pengembangan karir karyawan di suatu perusahaan, maka semakin mudah juga bagi karyawan merencanakan pengembangan karirnya.