Hari Perempuan Internasional

Hari Perempuan Internasional: Berawal dari Tuntutan Jam Kerja & Gaji yang Lebih Baik

Tanggal 8 Maret merupakan peringatan hari Perempuan Internasional atau biasa orang menyebutkan dengan International Women’s Day (IWD). 

Perayaan ini tentu saja didedikasikan untuk menghormati pencapaian seorang perempuan sepanjang sejarah dunia dan juga untuk memperjuangkan hak serta kesetaraan gender.

Pada tahun 2021, kali ini tema yang diangkat adalah #ChooseToChallange yang memiliki tujuan untuk menjawab tantangan dunia saat ini dan masa yang akan datang.

Pada peringatan Hari Perempuan Internasional, biasanya terdapat beberapa agenda yang dilakukan seperti penggalangan dana, meningkatkan kesadaran akan emansipasi wanita, memperjuangkan kesetaraan gender, dan merayakan prestasi para perempuan.

Namun dibalik semua perayaan ini, terdapat kisah para perjuangan wanita dulu untuk mendapatkan hak-haknya. Apa saja yang telah mereka lakukan? 

 

Baca Juga: 12 Cara Menjadi Orang Sukses dalam Karir!

 

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Sekitar tahun 1909, Partai Sosialis Amerika merayakan 15.000 wanita yang menuntut pemerintah untuk memangkas waktu kerja, peningkatan upah kerja, hingga memenuhi setiap hak suara para kaum wanita.

Atas kejadian tersebut, pada tahun 1910 seorang Pemimpin ‘Kantor Perempuan’, Clara Zetkin menegaskan bahwa setiap negara wajib untuk memperingati Hari Perempuan Internasional selama 1 hari dalam setahun sebagai bentuk dukungan aksi tuntutan perempuan pada masa itu. 

Gagasan tersebut akhirnya disetujui oleh 100 perempuan yang berasal dari 17 negara dan disepakati pada tanggal 19 Maret 1911 sebagai Hari Perempuan Internasional.

Walaupun penetapan hari sudah ditentukan, kesulitan yang dialami oleh para wanita malah semakin parah terlebih pada saat Perang Dunia 1. Pada saat itu, para wanita di Rusia tidak bisa melakukan apapun, sementara para pria pergi untuk berperang. 

Pada tanggal 8 Maret 1917, puluhan ribu wanita Rusia melakukan aksi demo untuk menuntut perubahan. Aksi seruan tersebut berisi agar pemerintah memberikan hak suara bagi para perempuan.

Setelah kejadian tersebut, akhirnya telah ditetapkan bahwa pada tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.

 

Makna Tema #ChooseToChallange

Dikutip dari situs resmi internationalwomensday.com, tema dari #ChooseToChallange ini memiliki arti bahwa setiap wanita bebas memilih untuk menunjukan bahwa mereka bisa ikut serta dalam berkomitmen menentang dan juga menyerukan kesetaraan gender.

Dari tema tersebut, diharapkan juga para perempuan di seluruh dunia dapat memilih untuk mencari dan menentukan perayaan setiap pencapaian kaum mereka (wanita) dan akan membawa pada perubahan yang lebih baik.

 

hris

Perkembangan Hak Utama Perempuan di Indonesia 

Tuntutan para perempuan di seluruh dunia melahirkan kesetaraan hak perempuan dalam berbagai aspek, seperti ketenagakerjaan, kesehatan, dan lainnya.

Di Indonesia sendiri, setiap perempuan mendapatkan hak dalam ketenagakerjaan berupa pemberian cuti libur bagi wanita yang sedang hamil, melahirkan, hingga jika wanita mengalami keguguran.

Selain itu, terdapat hak-hak utama perempuan yang telah dirangkum dari konferensi yang diadakan oleh Komisi Kedudukan Perempuan PBB.

 

Baca Juga:  Aturan Lembur Bagi Karyawan Perempuan di Indonesia

 

  • Hak dalam Ketenagakerjaan

Dalam hak ini, setiap perempuan berhak atas mendapatkan pekerjaan yang sama dengan laki-laki.

 

  • Hak dalam Kesehatan

Setiap perempuan berhak atas mendapatkan kesempatan terbebas dari kematian pada saat melahirkan, dan juga menjamin mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan KB, kehamilan, persalinan, dan setelah melahirkan.

 

  • Hak dalam Menempuh Pendidikan

Setiap perempuan berhak untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

 

  • Hak dalam Perkawinan dan Keluarga

Perempuan memiliki hak untuk memilih calon suami secara bebas, dan setiap perkawinan tidak boleh dilakukan secara terpaksa.

 

  • Hak dalam Berkehidupan Publik dan Politik

Setiap perempuan berhak untuk dipilih dan memilih. Selain itu, perempuan juga memiliki hak untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan pemerintah.

 

Itulah ulasan mengenai Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 8 Maret. Setelah proses panjang untuk menyuarakan hak, akhirnya hingga saat ini setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan yang tinggi, mendapatkan pekerjaan yang layak, hingga ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan. 

 

Selamat Hari Perempuan Internasional!