aplikasi learning management system

Program Training Karyawan Lebih Efektif dengan Aplikasi Learning Management System Dari LinovHR

Kebutuhan perusahaan akan suatu aplikasi manajemen semakin hari semakin meningkat. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang mulai sadar bahwa betapa pentingnya menyederhanakan persoalan administrasi mereka.

Tak hanya sekedar untuk absensi atau penggajian saja, suatu perangkat lunak juga bisa digunakan untuk keperluan manajemen pelatihan yang kompleks pengelolaannya. Untungnya, saat ini sudah ada aplikasi learning management system yang memudahkan proses kegiatan pelatihan atau pembelajaran karyawan.

 

Pengertian Learning Management System

Pengertian learning management system sendiri adalah sebuah perangkat lunak berbasis web yang dapat dimanfaatkan untuk merencanakan, melaksanakan, hingga menilai proses kegiatan pembelajaran tertentu secara online.

Umumnya, sistem learning management ini sudah banyak digunakan pada kegiatan belajar mengajar perkuliahan online. Lalu, bisakah sistem learning management ini diterapkan di perusahaan?

Jawabannya tentu saja bisa. Namun, pertanyaan yang muncul adalah seberapa penting perusahaan membutuhkan sebuah aplikasi learning management system?

Untuk tahu lebih lanjut, simak ulasan yang sudah LinovHR persiapkan berikut ini.

 

Pentingnya Learning Management System Untuk Perusahaan

Penerapan learning management system tidak hanya ditujukan oleh guru maupun murid saja. Sudah banyak perusahaan atau lembaga lain yang membutuhkan aplikasi ini. Untuk itu, seharusnya perusahaan tidak perlu lagi ragu untuk menerapkan learning management system.

Berikut ini beberapa manfaat learning management system yang layak untuk perusahaan pertimbangkan.

 

  1. Kegiatan Pelatihan Lebih Efisien

Pelaksanaan training karyawan akan lebih maksimal dengan adanya learning management system ini. Selain itu, LMS juga menawarkan sistem yang bisa digunakan untuk mengelola kegiatan training tanpa menganggu kinerja perusahaan. Hal ini tentunya akan memudahkan perusahaan dalam memberikan jenis materi pelatihan yang sebelumnya sudah ditentukan.

Sistem ini tentu akan sangat optimal, karena dalam pemakaiannya Anda hanya perlu menyediakan media pelatihan baik melalui laptop maupun smartphone yang terhubung dengan koneksi internet.

 

  1. Hemat Biaya

Pelaksanaan kegiatan pelatihan cukup memakan waktu, tenaga, dan biaya. Perusahaan harus menyiapkan anggaran tambahan untuk menyewa tempat, mempersiapkan akomodasi, hingga konsumsi. Namun, dengan LMS ini perusahaan bisa lebih menghemat biaya pengeluaran.

Tentu perusahaan akan merasakan langsung dampak positifnya. Hanya dengan mengeluarkan sedikit biaya, skill karyawan bisa meningkat dengan lebih maksimal.

 

Baca Juga: ROTI (Return on Training Investment), Bagaimana Cara Hitungnya?

 

  1. Pembelajaran Lebih Fleksibel

Learning management system berbasis cloud membantu karyawan untuk dapat mengakses materi pelatihan tanpa batas. Selama terhubung dengan akses internet, seluruh karyawan yang mengikuti kegiatan pelatihan bisa mengakses materi belajar kapan saja dibutuhkan melalui laptop, komputer, ataupun smartphone.

Dengan begitu, proses pembelajaran pun akan lebih efektif bagi peserta tanpa mengesampingkan tugas dan tanggung jawabnya.

 

  1. Pantau Kemajuan Belajar Lebih Mudah

Penggunaan aplikasi learning management system akan memudahkan perusahaan dalam memantau kemajuan belajar para peserta. Tak hanya itu, perusahaan juga bisa mengetahui seberapa sering peserta hadir mengikuti kelas online yang telah disediakan.

Para pengelola pelatihan yang ditunjuk perusahaan juga bisa mengetahui frekuensi dan durasi belajar dari para peserta. Tak hanya itu, kemajuan belajar para peserta juga bisa diketahui dengan melihat skor tes.

 

  1. Menghidupkan Interaksi Sosial di Antara Peserta

Meskipun para peserta pelatihan diberi kebebasan memilih waktu dan durasi belajarnya sendiri, mereka juga tetap dapat saling berinteraksi untuk mendiskusikan materi belajar dengan peserta lain. Artinya, LMS mendukung dalam menciptakan interaksi sosial antar peserta.

Hal ini sangat baik untuk dapat menciptakan suasana kerja yang lebih dinamis dan rasa kekeluargaan di dalam perusahaan.

 

  1. Proses Evaluasi Pelatihan Lebih Mudah

Adanya learning management system memudahkan pengelola pelatihan dalam memantau perkembangan karyawan maupun perusahaan sendiri. Hal itu didukung dengan fitur-fitur yang disediakan LMS beserta parameter yang bisa memperlihatkan target yang ingin dicapai terhadap kinerja karyawan dan juga perusahaan.

 

Baca Juga: Mana yang Lebih Efektif, Metode Pelatihan Online atau Offline?

 

Fitur yang Harus Ada Dalam Learning Management System

Untuk mendukung seluruh proses kegiatan pelatihan, aplikasi learning management system harus dilengkapi sejumlah fitur berikut ini.

 

  1. User Interface yang Ramah

Aplikasi yang baik sudah seharusnya memiliki user interface yang ramah dan mudah digunakan. User interface-nya pun harus selaras dengan kemampuan dan tujuan penggunaan LMS. Sebab, jika penggunaannya saja sulit pasti kegiatan akan terganggu dan bisa jadi pengguna meninggalkan aplikasi tersebut.

 

  1. Responsif

Karena berfungsi sebagai sistem pembelajaran, maka fitur yang ada dalam aplikasi learning management system haruslah responsif. Hal ini supaya desainnya mudah digunakan pada perangkat apa pun, mulai dari laptop, komputer, desktop, tablet, dan smartphone. Selain itu, konten-konten yang ada dalam LMS juga harus bisa diunduh agar lebih mudah diakses secara offline oleh pengguna.

 

  1. Laporan dan Analisis

Laporan dan analisis sudah seharusnya ada dalam LMS agar admin dan instruktur bisa melihat dan melacak aktivitas peserta pelatihan lebih mudah. Dengan begitu, instruktur bisa menentukan dan memberikan penyesuaian terhadap peserta pelatihan secara individu maupun kelompok.

 

  1. Tersedia Katalog dan Manajemen Pembelajaran

Dalam sistem learning management sendiri terdapat kapasitas yang dapat dipakai untuk menampung semua materi pelatihan dan konten pembelajaran. Admin beserta instruktur dapat membuat serta mengelola konten untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih terstruktur dan terarah untuk peserta pelatihan.

 

  1. Forum Diskusi

Dalam suatu perangkat lunak learning management system harus ada yang namanya forum diskusi. Sehingga, para peserta dapat saling terhubung dan berdiskusi membahas materi pelatihan atau berbagi informasi jadi lebih mudah. Forum ini bisa dibuatkan publik atau privat.

 

  1. Menyediakan Video Conference

Menyelenggarakan e-learning pastinya harus ada fitur yang menyediakan video conference karena akan digunakan untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka secara virtual. Melalui fitur tersebut, instruktur dapat menyampaikan secara langsung materi yang dibawakan.

 

  1. Penilaian Peserta

Sistem learning management yang baik harus didukung dengan fitur yang dapat digunakan untuk menilai kemampuan dari setiap peserta pelatihan. Fitur ini memungkinkan instruktur untuk melaksanakan audit berdasarkan catatan LMS dari para peserta.

 

  1. Integrasi Konten

Konten pembelajaran yang telah dibuat dan disimpan dalam sistem LMS harus dikemas dengan baik sesuai standar interoperabilitas dan saling terintegrasi satu sama lain. Tujuannya agar lebih mudah diakses oleh admin maupun instruktur dengan nyaman.

 

HRIS LinovHR Hadirkan Fitur Terbaik untuk Learning Management System

Kini Anda sudah paham tentunya kenapa learning management system penting bagi perusahaan. Tidak hanya memudahkan dalam proses perkuliahan untuk mahasiswa, aplikasi ini juga bisa direkomendasikan untuk memberikan pelatihan online kepada para peserta atau karyawan yang ikut ambil bagian.

 

Aplikasi Absensi Online
Aplikasi Learning LinovHR

 

Aplikasi learning management system yang direkomendasikan tentu saja adalah LinovHR. Aplikasi LinovHR memiliki kelengkapan secara modular yang dapat dipakai untuk berbagai kebutuhan administrasi perusahaan termasuk kegiatan pelatihan untuk karyawan melalui modul Learning & Development.

Dalam modul Learning & Development terdapat beberapa fitur unggulan yang bisa bantu HR mempersiapkan kegiatan pelatihan hingga evaluasinya, seperti:

  • Learning Checklist. Dalam fitur ini berisi daftar skills, development activities, competency, dan learning task yang harus karyawan selesaikan sebelum tenggat waktunya.
  • Budget Calculation. Perusahaan bisa mengkalkulasikan anggaran untuk keperluan pelatihan hingga finalisasi anggarannya. Di sini admin akan memasukkan development period dan calculation setup.
  • Budget Calculation Setup. Fitur ini bisa admin manfaatkan untuk menentukan cara menghitung anggaran di perusahaan. Sebab kegiatan pelatihan yang diadakan cara perhitungan anggarannya berbeda-beda.
  • Budget Group. Memudahkan admin untuk mengelompokkan karyawan yang memiliki cara perhitungan anggaran untuk pelatihan yang sama.
  • Development Period. Ini adalah rentang waktu untuk masa berlakunya sebuah anggaran. Development period ini dipakai ketika akan melakukan perhitungan anggaran.
  • Activity Catalog. Fitur ini memudahkan manajemen HR merangkum hasil dari pelatihan yang telah dilaksanakan serta mengestimasi berapa total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pelatihan tersebut.
  • Session. Admin HR bisa menggunakan fitur ini apabila ingin membuat sebuah pelatihan lebih dari satu sesi. Di sini Anda bisa mengatur setiap sesi pelatihan yang sudah dibuat.
  • Development Activity. Membantu Anda mengelola pelatihan yang diselenggarakan perusahaan, mulai dari jenis pelatihan, durasi, daftar peserta training, biaya yang diperlukan, dan mengukur skill serta kompetensi yang akan dicapai.

 

Bagaimana? Dari sini saja sudah jelas bahwa dari satu modul LinovHR, fitur-fitur pendukungnya sangat berguna untuk mengelola setiap keperluan pelatihan dan pengembangan karyawan.

Tunggu apalagi, kunjungi website LinovHR untuk tahu informasi selengkapnya.

Anda juga bisa jadwalkan demo modul training & development software gratis untuk tahu detail fitur-fiturnya.