auditor

Membahas Auditor: Tugas, Syarat, Gaji dan Tanggung Jawab

Auditor merupakan profesi yang akan bergelut pada keuangan di perusahaan, organisasi, atau instansi pemerintahan. Untuk mengetahui pembahasan lebih dalam mengenai profesi ini, simak artikel LinovHR berikut ini!

 

Apa itu Auditor?

Auditor adalah seseorang yang memiliki wewenang untuk meninjau dan memverifikasi keakuratan dari pencatatan keuangan serta memastikan bahwa perusahaan telah mematuhi Undang-Undang Perpajakan.

Tugas auditor adalah melindungi bisnis dari tindak penipuan, menunjukkan perbedaan di dalam metode akuntansi, serta melayani konsultasi perusahaan untuk menemukan cara agar meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu mereka juga bertanggung jawab untuk melakukan auditor internal dan juga eksternal.

 

Baca Juga : Definisi dan Jenis-Jenis Opini Audit pada Perusahaan

 

Bagaimana Cara Kerja Auditor?

Tugas utama seorang auditor adalah mengaudit keuangan dalam suatu perusahaan atau klien. Berikut adalah cara kerja atau langkah dalam mengaudit keuangan:

 

Mengumpulkan Seluruh Dokumen yang Dibutuhkan

Sebelum mengaudit keuangan dari perusahaan atau klien, auditor akan meminta beberapa dokumen yang akan dibutuhkan. Beberapa dokumen yang dibutuhkan antara lain:

  • Salinan laporan keuangan audit sebelumnya
  • Nota keuangan
  • Debit dan kredit perusahaan
  • Rekening koran
  • Buku besar
  • Bagan organisasi
  • Daftar nama dewan beserta komite yang terkait

 

Membuat Rencana Audit

Semua informasi yang didapatkan dari dokumen tersebut akan dikumpulkan untuk dibuat perencanaan audit. Perencanaan audit berfungsi untuk menentukan langkah dalam menentukan proses audit. Namun saat pembuatan perencanaan, seorang audit akan melakukan pengecekkan atau workshop ke perusahaan klien. Hal ini dilakukan agar perencanaan bisa dilakukan dengan benar dan meminimalisir terjadi kesalahan saat proses audit.

 

Menjadwalkan untuk Rapat Terbuka

Rapat terbuka yang dilaksanakan oleh auditor akan mengundang para manajemen senior dan juga general affair. Rapat ini akan membahas tentang ruang lingkup audit, jangka waktu pengerjaan, serta masalah apa saja yang akan dibahas. Maka dari itu, perusahaan klien harus menginformasikan tentang agenda rapat terbuka ini kepada para bawahannya atau penanggung jawab.

 

Proses Kerja Lapangan

Dari rapat terbuka yang sudah dilakukan sebelumnya akan mendapatkan hasil rapat yang nantinya akan digunakan untuk merealisasikan rencana audit. Jika rencana sudah direalisasikan, auditor akan mengkomunikasikan ke anggota tim untuk meninjau prosedur pelaksanaan audit.

Setelah itu, kepatuhan dari perusahaan klien akan diuji dan disesuaikan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Dari sini auditor akan mendiskusikan kepada klien jika terjadi masalah yang muncul dan memberikan kesempatan melakukan feedback.

 

Menyusun Laporan Audit

Proses penyusunan laporan auditor diawali dengan mengumpulkan audit yang berisi rincian hasil temuan audit yang sudah dilaksanakan. Selanjutnya, laporan auditor ini akan merangkum seluruh kesalahan yang bersifat matematis, temuan yang bersifat material dan non material, dan hal lainnya. Jika sudah, auditor akan memberikan komentar tentang hasil temuan yang sudah dilakukan serta memberikan solusi yang bisa klien lakukan.

 

Mengadakan Rapat Penutupan

Setelah rangkaian proses audit sudah dilaksanakan dan klien sudah menyelesaikan masalahnya, langkah terakhir adalah melakukan rapat penutupan.

Rapat penutupan ini akan akan membahas tentang tanggapan serta persetujuan klien terhadap masalah dan hasil temuan yang tercantum dalam laporan audit. Lalu, auditor akan menjelaskan deskripsi rencana aksi manajemen untuk menyelesaikan masalah dan hasil temuannya, dan juga menentukan tanggal untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Di dalam rapat ini juga seluruh pihak yang terkait akan mendiskusikan laporan audit dan tanggapan dari manajemen perusahaan. Jika terdapat masalah baru maka harus segera mencari solusinya dalam rapat tersebut.

 

Baca Juga: Tips dalam Menyusun Laporan Keuangan yang Sederhana!

 

Jenis-Jenis Auditor

Di bawah ini terdapat beberapa jenis auditor beserta fungsinya.

 

Pemerintah

Jenis ini ditugaskan pada instansi pemerintahan. Tugasnya adalah meninjau keuangan praktek pada lembaga pemerintahan. Hasil audit ini akan dijadikan sebagai acuan untuk membuat pengelolaan kebijakan serta anggaran.

 

Pada jenis ini dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu internal dan eksternal.

  • Internal

Yaitu Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah (APFP) yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP, Inspektorat Jenderal Departemen atau LPND, serta Badan Pengawasan Daerah (BPD).

 

  • Eksternal

Pemerintah yang dilaksanakan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) sesuai dengan Pasal 23E Ayat 1 UUD 1945, yaitu bertugas untuk mengecek pengelolaan dan tanggung jawab yang terkait dengan keuangan negara, yang diadakan dalam satu BPK yang bebas dan mandiri.

 

Forensik

Pada jenis ini dikhususkan untuk menangani tindakan yang berkaitan dengan kriminalitas keuangan. Tugasnya adalah memeriksa seluruh dokumen yang berkaitan dengan tindak kriminal seperti pencucian uang (money laundry), kejahatan dalam perbankan, melacak sumber penggunaan uang dan di mana uang tersebut disimpan.

 

Internal

Jenis auditor internal adalah mereka yang bekerja di suatu perusahaan. Tugasnya adalah memeriksa dokumen keuangan internal perusahaan yang diberikan oleh manajemen dengan lingkup yang cukup terbatas. Selain itu, mereka juga membantu perusahaan untuk meningkatkan akurasi data keuangan serta menghindari dari adanya permasalahan hukum atau keuangan.

 

Independen

Merupakan bagian dari anggota kantor akuntan publik. Dikatakan independen karena mereka tidak terikat dengan perusahaan manapun. Jadi, jika terdapat perusahaan yang membutuhkan jasa audit dapat memesannya melalui kantor ini..

 

Pajak

seorang auditior yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tugasnya adalah melakukan audit kepada wajib pajak tertentu apakah mereka telah melaksanakan kewajibannya yang sesuai dengan peraturan Undang-Undang.

 

Syarat Menjadi Auditor

Agar bisa bekerja dalam bidang audit ini dibutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

 

1. Mengenal Standar Audit

Syarat pertama agar bisa menggeluti bidang ini adalah memiliki pengetahuan untuk melakukan praktik audit. Untuk mendapatkan bekal pengetahuan tersebut tentunya Anda harus mempelajarinya terlebih dahulu.

 

2. Memiliki Sertifikat Tenaga Auditor

Cara untuk mendapatkan sertifikat tenaga auditor bisa dilakukan dengan mengikuti pelatihan. Agar bisa dikatakan sebagai auditor profesional, maka sertifikat yang dibutuhkan harus terdaftar dalam International Register of Certificated Auditor atau dikenal dengan IRCA.

 

3. Mengetahui Standar Kualitas Auditor

Terakhir adalah mengetahui standar kualitas dalam bidang audit. Karena pekerjaan ini akan dibutuhkan perusahaan dalam mencapai targetnya, sehingga mereka membutuhkan tenaga ahli yang berkualitas.

Selain 3 syarat diatas, terdapat beberapa syarat lain yang dibutuhkan.

 

4. Kompeten 

Skill yang dibutuhkan untuk menjalani proses ini yaitu berkompeten. Maksud dari  berkompeten adalah memiliki keilmuan khusus di bidang auditing serta memiliki pengalaman kerja dalam bidang audit. Dengan ilmu serta pengalaman kerja yang tinggi, klien atau perusahaan akan mempercayakan keahlian Anda.

 

5. Independen 

Independen dalam hal ini adalah dapat sesuai dengan kenyataan (in fact) yang dibuktikan dengan sikap mental yang tidak mudah terpengaruh oleh pihak manapun, serta dalam penampilan atau in appearance. Pada aspek in appearance ini dibuktikan dari keadaan eksternal yang dapat mempengaruhi pendapat orang lain kepada independensi auditor.

 

6. Cermat 

Sebagai seorang auditor tentunya harus bisa cermat dalam menjalankan tugasnya. Karena hasil audit nantinya akan berpengaruh terhadap sikap yang akan memutuskan hasil audit yang akan dilakukan. Selain itu mereka juga harus bisa mempertanggung jawabkan hasil audit yang telah dikerjakannya.

 

Tugas dan Tanggung Jawab Auditor

Auditor bertanggung jawab untuk mengurusi keuangan dalam perusahaan atau organisasi. Untuk itu terdapat tugas dan tanggung jawab Auditor.

 

Melakukan Perencanaan, Pengendalian, serta Pencatatan

Tugas pertama adalah melakukan perencanaan, pengendalian dan membuat pencatatan audit untuk melakukan tugas selanjutnya.

 

Melakukan Sistem Akuntansi

Pengetahuan secara pasti mengenai sistem pencatatan serta pemrosesan transaksi sangat dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Hal ini dilakukan untuk dijadikan dasar dalam menyusun laporan keuangan.

 

Baca Juga: Akuntansi Keuangan untuk Melancarkan Bisnis Perusahaan

 

Bukti Audit

Bukti audit yang diperoleh secara relevan dan reliable akan digunakan untuk membuat kesimpulan yang rasional.

 

Proses Pengendalian Intern

Jika ingin menaruh kepercayaan pada pengendalian internal, tentunya harus memastikan serta mengevaluasi pengendalian tersebut serta melakukan pemenuhan test.

 

Melakukan Peninjauan Ulang terhadap Laporan Keuangan yang Relevan

Auditor harus melakukan peninjauan ulang laporan keuangan yang relevan dengan kesimpulan yang diambil berdasarkan bukti audit lainnya untuk memberikan dasar secara rasional pendapat terkait laporan keuangan. 

 

Gaji Auditor di Indonesia

Dari beberapa sumber yang telah LinovHR simpulkan, gaji auditor di Indonesia berkisar antara Rp3.500.000 sampai Rp7.000.000 perbulannya. Jadi jika diakumulasikan dalam setahun pendapatan dari pekerjaan menjadi seorang auditor antara Rp42.000.000 sampai Rp98.000.000. Kebijakan dalam memberikan gaji ini tentunya akan berbeda pada setiap perusahaan.

 

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai pekerjaan auditor beserta dengan tugas, syarat, serta kisaran gaji yang akan diperoleh. Jika Anda berminat untuk menjalani profesi pada bidang ini, Anda bisa melihat persyaratan yang dibutuhkan pada artikel di atas. Selamat mencoba!