Tahukah Anda, bahwa laporan kegiatan seringkali diperlukan, terutama ketika mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat formal.
Hal ini diperlukan sebagai bukti untuk mengetahui kegiatan yang sudah berlangsung tersebut, umumnya laporan ini dibuat setelah berakhirnya sebuah kegiatan.
Laporan yang dibuat nantinya akan diberikan kepada atasan maupun orang-orang yang memiliki keperluan dari laporan tersebut, sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan suatu kegiatan.
Ada beragam contoh laporan kegiatan yang ada, tergantung pada fungsi dari laporan itu dibuat.
Pada artikel kali ini LinovHR akan membahas mengenai contoh-contoh dan juga panduan cara membuat laporan kegiatan yang baik dan benar.
Baca juga: 6 Kendala Ini Biasa Muncul Dalam Menyusun Laporan Evaluasi Kinerja Karyawan
Apa itu Laporan Kegiatan?
Laporan kegiatan adalah dokumen tertulis yang merangkum atau mendeskripsikan secara rinci aktivitas yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi.
Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan yang telah dilaksanakan, hasil yang dicapai, serta evaluasi terhadap kegiatan tersebut.
Biasanya, laporan kegiatan dibuat setelah acara atau aktivitas selesai. Laporan ini kemudian diserahkan kepada atasan atau pihak lain yang memerlukan informasi tersebut.
Selain itu, laporan harus disusun dengan jelas dan mudah dipahami agar penerima dapat mengerti perkembangan yang terjadi.
Baca juga: Laporan Kinerja dan Manfaatnya
Fungsi Laporan Kegiatan
Sebelum menuju contoh-contohnya, penting untuk mengetahui beberapa fungsi dari laporan suatu kegiatan dibuat.
1. Bahan Evaluasi
Fungsi yang pertama yaitu sebagai bahan untuk evaluasi. Sebuah laporan kegiatan dibuat untuk mengetahui berjalannya sebuah acara, beserta dengan hambatan, kendala, maupun hal-hal yang membuat suatu kegiatan terganggu.
Dengan adanya laporan tersebut, hal-hal yang di atas bisa dicegah atau diminimalisir, agar tidak terjadi pada kegiatan-kegiatan berikutnya.
2. Pengambilan Keputusan
Fungsi selanjutnya yaitu sebagai dasar untuk mengambil suatu tindakan atau keputusan. Sebuah laporan bisa dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam mengambil suatu tindakan.
3. Bukti Sebuah Kegiatan
Fungsi yang terakhir yaitu sebagai sebuah bukti terlaksananya sebuah kegiatan. Laporan dibutuhkan sebagai sebuah bukti yang bisa dipertanggungjawabkan kepada atasan atau orang-orang yang berkepentingan mengenai sebuah kegiatan.
Baca juga: Tips HR: Contoh Laporan Kerja Harian Karyawan
Struktur Laporan Kegiatan yang Baik dan Benar
Struktur laporan kegiatan yang baik akan memudahkan pembaca memahami tujuan, proses, hingga hasil kegiatan tersebut.
Berikut format laporan kegiatan yang umum digunakan:
1. Judul Laporan
Bagian pertama adalah judul laporan yang mencerminkan nama kegiatan secara jelas dan spesifik.
Judul sebaiknya mencantumkan jenis kegiatan serta waktu pelaksanaannya agar pembaca langsung memahami konteks laporan tanpa perlu membaca keseluruhan isi terlebih dahulu.
2. Pendahuluan
Pendahuluan berisi latar belakang diselenggarakannya kegiatan.
Pada bagian ini dijelaskan alasan, urgensi, atau dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pendahuluan membantu pembaca memahami konteks dan tujuan umum dari kegiatan yang telah dilakukan.
3. Tujuan Kegiatan
Bagian ini menjelaskan secara spesifik apa yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut.
Tujuan dapat berupa peningkatan keterampilan peserta, pencapaian target perusahaan, sosialisasi program tertentu, atau bentuk realisasi rencana kerja.
4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Informasi mengenai kapan dan di mana kegiatan berlangsung perlu dicantumkan secara jelas.
Penulisan tanggal, hari, serta lokasi kegiatan penting sebagai bentuk dokumentasi administratif.
5. Susunan Panitia atau Pelaksana
Dalam laporan formal, biasanya dicantumkan struktur panitia atau pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan.
Bagian ini menunjukkan siapa saja yang terlibat dan memiliki peran dalam kegiatan tersebut.
6. Rangkaian atau Jalannya Kegiatan
Pada bagian ini dijelaskan secara kronologis bagaimana kegiatan berlangsung, mulai dari pembukaan hingga penutupan.
Penjelasan sebaiknya disampaikan secara runtut dan objektif agar pembaca dapat memahami alur kegiatan dengan jelas.
7. Hasil dan Evaluasi
Bagian hasil memuat pencapaian kegiatan, jumlah peserta, respons yang diterima, serta output yang dihasilkan.
Sementara itu, evaluasi berisi analisis terhadap kekurangan maupun kendala yang muncul selama pelaksanaan.
Bagian ini sangat penting karena menjadi dasar perbaikan kegiatan di masa mendatang.
8. Penutup
Penutup berisi kesimpulan singkat dari keseluruhan kegiatan serta harapan atau rekomendasi ke depan.
Bagian ini menandai berakhirnya laporan secara formal.
9. Lampiran (Jika Ada)
Lampiran biasanya memuat dokumentasi foto, daftar hadir, rincian anggaran, atau dokumen pendukung lainnya.
Tidak semua laporan wajib memiliki lampiran, tetapi untuk laporan resmi, bagian ini sangat disarankan.
Cara Membuat Laporan Kegiatan yang Sistematis dan Profesional
Setelah memahami struktur laporan kegiatan yang benar, langkah selanjutnya adalah menyusunnya secara sistematis agar mudah dipahami dan disetujui oleh atasan atau pihak terkait.
Berikut tahapan praktisnya:
1. Kumpulkan Data dan Dokumen Pendukung
Sebelum mulai menulis, pastikan seluruh data kegiatan telah terkumpul dengan lengkap.
Data tersebut dapat berupa rundown acara, daftar hadir peserta, dokumentasi foto, anggaran dan realisasi biaya, hingga hasil evaluasi.
Dengan menyiapkan dokumen pendukung sejak awal, proses penulisan akan lebih cepat dan terstruktur.
2. Tentukan Tujuan dan Penerima Laporan
Setiap laporan memiliki audiens yang berbeda, sehingga gaya penyusunan dan kedalaman pembahasan perlu disesuaikan.
Laporan untuk atasan biasanya membutuhkan data hasil dan evaluasi yang jelas, sedangkan laporan untuk sponsor lebih menekankan pada pencapaian dan dampak kegiatan.
Menentukan tujuan laporan sejak awal membantu Anda menyusun isi yang lebih relevan dan tepat sasaran.
3. Susun Isi Sesuai Struktur yang Telah Ditentukan
Agar laporan mudah dipahami, tulislah isi sesuai dengan struktur yang sistematis, mulai dari pendahuluan, tujuan, pelaksanaan kegiatan, hasil, hingga evaluasi dan penutup.
Hindari menyampaikan informasi secara acak atau melompat-lompat antarbagian.
Penyusunan yang runtut akan membuat laporan lebih enak dibaca dan menunjukkan profesionalisme penyusunnya.
4. Gunakan Bahasa yang Formal dan Objektif
Laporan kegiatan termasuk dokumen resmi, sehingga sebaiknya menggunakan bahasa formal dan objektif.
Hindari penggunaan opini pribadi yang tidak didukung data, serta kalimat yang terlalu emosional.
Gunakan kalimat yang jelas, ringkas, dan langsung pada inti pembahasan agar pembaca dapat memahami isi laporan tanpa kebingungan.
5. Lakukan Pemeriksaan Akhir Sebelum Dikirim
Sebelum laporan diserahkan, luangkan waktu untuk melakukan pengecekan ulang.
Pastikan tidak ada kesalahan penulisan, data angka sudah sesuai, tanggal konsisten, serta lampiran sudah tercantum dengan lengkap.
Pemeriksaan akhir ini sering kali menentukan apakah laporan akan langsung disetujui atau justru dikembalikan untuk revisi.
Baca juga: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ): Pengertian, Prinsip, dan Format Penyusunannya
Kesalahan Umum dalam Menyusun Laporan Kegiatan
Menyusun laporan kegiatan terlihat sederhana, tetapi dalam praktiknya masih banyak laporan yang dikembalikan untuk revisi karena dianggap kurang lengkap atau tidak sistematis.
Kesalahan-kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap struktur dan tujuan laporan itu sendiri.
Berikut beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan:
1. Tidak Mengikuti Struktur yang Jelas
Salah satu kesalahan paling umum adalah menyusun laporan tanpa struktur yang runtut.
Informasi disampaikan secara acak sehingga pembaca kesulitan memahami alur kegiatan.
Laporan yang baik seharusnya mengikuti susunan yang sistematis, mulai dari pendahuluan hingga penutup, agar isi lebih mudah dipahami dan terlihat profesional.
2. Minim Data dan Bukti Pendukung
Banyak laporan hanya berisi narasi tanpa didukung data konkret seperti jumlah peserta, dokumentasi kegiatan, atau hasil evaluasi.
Padahal, laporan kegiatan bukan sekadar cerita, melainkan dokumen pertanggungjawaban.
Tanpa data yang jelas, laporan akan dianggap kurang valid dan kurang meyakinkan.
3. Bahasa Terlalu Informal atau Subjektif
Penggunaan bahasa yang terlalu santai, emosional, atau mengandung opini pribadi dapat mengurangi kredibilitas laporan.
Laporan kegiatan seharusnya menggunakan bahasa formal dan objektif, terutama jika ditujukan untuk atasan, instansi, atau pihak eksternal.
4. Tidak Menyertakan Evaluasi
Sebagian penyusun laporan hanya menjelaskan jalannya kegiatan tanpa mencantumkan evaluasi.
Padahal, bagian evaluasi menunjukkan sikap profesional dan kesiapan untuk melakukan perbaikan di masa depan.
Tanpa evaluasi, laporan terasa kurang lengkap dan tidak memberikan nilai pembelajaran.
5. Kesalahan Teknis dan Administratif
Kesalahan penulisan tanggal, inkonsistensi data angka, atau lampiran yang tidak lengkap juga sering menjadi penyebab laporan ditolak.
Hal-hal kecil seperti ini dapat memengaruhi penilaian terhadap kualitas kerja penyusunnya.
Oleh karena itu, pemeriksaan ulang sebelum menyerahkan laporan sangat penting untuk menghindari revisi yang tidak perlu.
Tips Membuat Laporan Kegiatan yang Mudah Disetujui Atasan
Dalam lingkungan kerja, laporan kegiatan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja.
Agar laporan lebih mudah disetujui, perhatikan beberapa hal penting berikut ini:
1. Fokus pada Hasil dan Dampak, Bukan Hanya Proses
Atasan umumnya lebih tertarik pada hasil yang dicapai dibandingkan detail teknis pelaksanaan.
Oleh karena itu, selain menjelaskan jalannya kegiatan, pastikan Anda menonjolkan pencapaian, data keberhasilan, serta dampak kegiatan terhadap tim atau perusahaan.
Misalnya, peningkatan partisipasi, efisiensi biaya, atau tercapainya target tertentu.
2. Sajikan Data Secara Ringkas dan Terukur
Gunakan angka, persentase, atau indikator yang jelas untuk memperkuat laporan.
Penyajian data yang terukur membuat laporan lebih objektif dan mudah dievaluasi.
Hindari penjelasan yang terlalu panjang tanpa poin inti yang jelas, karena hal tersebut justru menyulitkan pembaca menangkap informasi utama.
3. Tulis Secara Sistematis dan Mudah Dipindai
Atasan biasanya membaca laporan dengan waktu terbatas.
Oleh karena itu, pastikan laporan tersusun rapi, menggunakan subjudul yang jelas, serta paragraf yang tidak terlalu panjang.
Struktur yang terorganisir membantu pembaca menemukan informasi penting dengan cepat.
4. Sertakan Evaluasi dan Rekomendasi
Selain memaparkan hasil, sertakan juga evaluasi serta saran perbaikan untuk kegiatan berikutnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya melaporkan, tetapi juga melakukan analisis.
Sikap proaktif seperti ini biasanya dinilai positif oleh manajemen.
5. Lakukan Proofreading Sebelum Mengirim
Kesalahan kecil seperti typo, inkonsistensi angka, atau lampiran yang tertinggal dapat mengurangi kredibilitas laporan.
Sebelum menyerahkan dokumen, luangkan waktu untuk membaca ulang secara menyeluruh.
Laporan yang rapi dan minim kesalahan teknis cenderung lebih cepat disetujui.
Contoh Laporan Kegiatan
Ada beberapa contoh laporan bergantung pada jenis kegiatan yang dilaksanakan, yaitu:
1. Laporan Kegiatan Sekolah

2. Laporan Kegiatan Pramuka
Nama Kegiatan
Persami Angkatan 2021-2022
Latar Belakang
Pramuka adalah salah satu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dalam pendidikan nasional. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk melatih potensi-potensi yang dimiliki oleh murid-murid di luar dari pelajaran formal. Kegiatan ini juga berguna untuk mempersiapkan anak untuk menjadi bagian dari masyarakat luas.
Tujuan Kegiatan
- Mempererat tali persaudaraan antar siswa
- Melatih kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa, meliputi fisik, spiritual, dan intelektual.
- Mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari masyarakat luas
Anggaran Dana
Kegiatan ini akan sepenuhnya ditanggung oleh pihak sekolah, sehingga para peserta tidak perlu mengeluarkan biaya.
Agenda Kegiatan
Berikut agenda kegiatan persami angkatan 2021-2022, diantaranya
- Pelatihan leadership
- Pemberian Materi oleh Kepala Sekolah
- Pelatihan Spiritual
Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Persami angkatan 2021/2022 akan dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu di SMAN Indonesia Cerdas, Jakarta Selatan.
Hasil Kegiatan
Berdasarkan hasil yang didapatkan dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Sebanyak 90 siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan lancar, dan 10 siswa lainnya tidak bisa mengikuti kegiatan sampai akhir, dikarenakan terjadi kondisi yang kurang mendukung untuk mengikuti kegiatan.
Kesimpulan
Kegiatan sudah berlangsung dengan sangat baik, tetapi ada beberapa kendala yang mengakibatkan acara tidak berjalan sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan. Diharapkan ke depannya, panitia memiliki rencana cadangan guna mengantisipasi kondisi yang tidak sesuai dengan agenda.
3. Contoh Laporan Kegiatan Pelatihan
Nama Kegiatan
Pelatihan Strategi Digital Marketing Zaman Now
Pendahuluan
Perkembangan zaman yang sudah semakin maju dan berkembang, mendorong berbagai industri untuk masuk ke dalam ranah digital, salah satunya yaitu marketing. Digital marketing merupakan cara terbaru dalam mencapai target konsumen yang diharapkan perusahaan.
Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan ini diselenggarakan yaitu untuk melatih para karyawan, terutama dalam bidang marketing untuk mempelajari strategi yang diperlukan dalam melakukan pemasaran dalam dunia digital.
Tanggal dan Tempat
Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2022, di Aula Kantor Digital Bahagia, Gedung B, Lt.22, Jakarta Barat.
Materi Pelatihan
- Pengenalan Digital Marketing
- Strategi yang dibutuhkan oleh seorang Digital Marketer
- Pengenalan tools dalam Digital Marketing
Manfaat Kegiatan
Adapun dampak kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi peserta di dalam dunia digital marketing, diantaranya:
- Secara umum pelatihan ini berfungsi untuk meningkatkan pemahaman mengenai digital marketing secara umum.
- Secara khusus pelatihan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan strategi dan juga tools dalam dunia digital marketing
Penutup
Demikian laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas tugas dan juga kegiatan yang diselenggarakan.
4. Contoh Laporan Lomba
Pendahuluan
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, dan mempererat tali persaudaraan antar karyawan
Tujuan Kegiatan
- Melatih kerja sama dan gotong royong antar karyawan
- Melatih jiwa bersaing atau kompetitif antar karyawan
- Memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme karyawan
Tanggal dan Tempat
Hari : Sabtu 17 Agustus 2022
Jam : 09:00 – selesai
Tempat : Kantor PT. Sejahtera Semua
Penutup
Demikian laporan ini kami buat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas diselenggarakannya acara ini. Kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan jadwal dan juga rencana yang sudah dibuat.
5. Laporan Kegiatan Kunjungan

6. Laporan Kegiatan Dinas

7. Laporan Kegiatan Sosialisasi

8. Contoh Laporan Kegiatan Bahasa Sunda

9. Contoh Laporan Kegiatan PDF

10. Contoh Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan
Untuk membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan yang baik dan benar, berikut contoh yang dapat dijadikan acuannya.
| LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN
BAB 1: PENDAHULUAN
BAB 2: RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
BAB 3: PELAKSANAAN KEGIATAN
|
11. Contoh Laporan Kegiatan Harian
| LAPORAN KEGIATAN HARIAN
Nama : Ridho Alif Muhammad Jurusan : PAI Alamat : Jl. Kamboja, No.3 RT 01/ RW/02, Desa Sedayu Kec. Brondong Kab. Lamongan
|
12. Contoh Laporan Kegiatan Usaha
LAPORAN KEGIATAN USAHA KULINER Ditulis sebagai laporan mingguan/ bulanan (LOGO) Disusun oleh: (Nama) (Alamat tempat usaha)
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan “Laporan Kegiatan Usaha Kuliner” yang didalamnya terdapat laporan hasil usaha selama satu minggu/ bulan terakhir.
Bagian ini dapat Anda buat secara otomatis di Ms. Word yang memuat bab dan sub bab serta halamannya.
Bisnis kerajinan adalah salah satu usaha yang memiliki prospek cukup baik. Dengan kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat, kebutuhan akan makanan sehari-hari untuk memenuhi gizi namun tetap memiliki rasa yang enak tentu semakin diminati.
Pada bagian ini, kegiatan usaha yang dijalankan harus dijelaskan secara detail, seperti apa progresnya dan apakah bisnis mencapai target penjualan atau sebaliknya.
Kami berharap untuk kedepannya dapat memberikan pelayanan serta kualitas produk yang lebih baik lagi kepada setiap konsumen. Selain itu, kami pun akan menjalankan strategi yang sudah dipaparkan pada bab penjelasan agar mampu mencapai target pasar yang lebih luas.
Pada bagian ini, Anda dapat melampirkan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan usaha, seperti halnya dokumentasi, bukti transaksi, dan lampiran-lampiran lainnya. |
13. Contoh Laporan Kegiatan Singkat
| LAPORAN KEGIATAN SINGKAT
Judul Kegiatan : Pelatihan Membuat Batik Tulis Lokasi : Bantul, Yogyakarta Tanggal Kegiatan : 20-25 Juni 2022 Panitia : 13 orang Jumlah Partisipan : 33 orang Latar Belakang : Beragam budaya yang dimiliki Indonesia harus dilestarikan. Tujuan Kegiatan : Melestarikan budaya Nusantara dan menambah keterampilan. Hasil Kegiatan : Berjalan dengan lancar |
14. Contoh Laporan Kegiatan Kantor

15. Contoh Laporan Kegiatan Organisasi

Template Laporan Kegiatan Siap Pakai
Agar lebih mudah dalam menyusun laporan, Anda dapat menggunakan format dasar berikut ini sebagai acuan. Template ini bersifat umum dan dapat disesuaikan dengan jenis kegiatan, baik untuk sekolah, organisasi, maupun perusahaan.
Silakan salin atau download agar bisa diedit sesuai kebutuhan.
LAPORAN KEGIATAN
[Nama Kegiatan]
[Tahun / Periode Kegiatan]
I. Pendahuluan
Bagian ini menjelaskan latar belakang dan alasan diselenggarakannya kegiatan. Uraikan secara singkat konteks kegiatan, kebutuhan yang melatarbelakanginya, serta gambaran umum pelaksanaannya.
Contoh pengisian:
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja divisi pemasaran tahun 2026 dalam rangka meningkatkan pemahaman tim terhadap strategi digital marketing terbaru.
II. Tujuan Kegiatan
Tuliskan tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini. Usahakan dirumuskan secara jelas dan spesifik.
Contoh:
- Meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang tertentu.
- Meningkatkan koordinasi antar tim.
- Mendukung pencapaian target perusahaan.
III. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
IV. Peserta Kegiatan
Jelaskan siapa saja yang mengikuti kegiatan, termasuk jumlah peserta dan pihak yang terlibat.
Contoh:
- Kegiatan ini diikuti oleh 35 karyawan dari divisi operasional dan pemasaran.
V. Rangkaian Kegiatan
Uraikan jalannya kegiatan secara kronologis, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Penjelasan dapat ditulis dalam bentuk narasi singkat yang runtut.
Contoh:
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Direktur Operasional, dilanjutkan dengan sesi pelatihan, diskusi kelompok, serta evaluasi di akhir acara.
VI. Hasil dan Evaluasi
Jelaskan hasil yang diperoleh dari kegiatan serta evaluasi pelaksanaannya.
Contoh:
Kegiatan berjalan lancar dengan tingkat kehadiran mencapai 95%. Berdasarkan hasil kuesioner, mayoritas peserta menyatakan materi mudah dipahami. Kendala yang ditemukan adalah keterbatasan waktu diskusi.
VII. Penutup
Berikan kesimpulan singkat dan harapan untuk kegiatan berikutnya.
Contoh:
Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan.
[Tanda Tangan]
[Nama Penanggung Jawab]
[Jabatan]
[Tanggal]
Download Template Laporan Kegiatan Siap Pakai
Permudah Pembuatan Laporan HR Bersama LinovHR

Masih terkait laporan kegiatan, terkadang HR juga harus membuat laporan terkait aktivitas karyawan seperti laporan absensi, laporan penyelesaian pekerjaan, laporan kegiatan pelatihan dll.
Oleh karena itu HR memperlukan sebuah software untuk mempermudah pekerjaan dalam membuat laporan.
Salah satu software yang bisa digunakan adalah software HRIS dari LinovHR.
Software HRIS dari LinovHR adalah solusi tepat untuk mempermudah HR dalam membuat laporan, baik itu laporan kegiatan pelatihan karyawan, laporan absensi dan jenis laporan HR lainnya.
Hal ini karena LinovHR memiliki modul dan fitur terlengkap yang dapat mempermudah semua jenis pekerjaan HR.
Itulah pembahasan mengenai contoh laporan kegiatan yang seringkali dibutuhkan ketika selesai melakukan sebuah kegiatan ataupun acara.
Mengingat sebuah laporan sangat penting untuk dibuat, terutama dalam kegiatan-kegiatan formal. Jadi pastikan Anda memahami fungsi dan juga format penulisan yang tepat dalam membuat laporan sebuah kegiatan.