Seorang Content Writer adalah peran strategis dalam membangun komunikasi brand melalui tulisan. Ia bertanggung jawab membuat artikel blog, website copy, landing page, email marketing, hingga konten SEO yang mampu menarik trafik sekaligus membangun kredibilitas perusahaan.
Bagi HR dan tim marketing, Content Writer bukan sekadar penulis. Posisi ini berperan langsung dalam meningkatkan visibilitas brand di mesin pencari, membangun kepercayaan audiens, serta mendukung konversi melalui konten yang relevan dan terstruktur.
Tantangan dalam Merekrut Content Writer
Merekrut Content Writer yang tepat tidak cukup hanya melihat portofolio atau kemampuan merangkai kata. Tantangannya adalah menemukan kandidat yang mampu:
- Memahami target audiens dan customer journey
- Menyesuaikan tone of voice sesuai brand identity
- Menerapkan prinsip SEO on-page secara natural
- Melakukan riset topik dan keyword secara mandiri
- Konsisten menulis dengan kualitas yang stabil
- Bekerja efektif dalam tenggat waktu ketat
Tanpa pertanyaan interview yang tepat, HR berisiko hanya menilai gaya bahasa, tanpa menggali kemampuan strategis, pola pikir SEO, dan manajemen kerja kandidat.
Karena itu, proses wawancara perlu dirancang untuk menguji kemampuan teknis, kreativitas, serta kedisiplinan kerja secara seimbang.
8 Pertanyaan Interview Content Writer yang Wajib Ditanyakan
Untuk memastikan kandidat tidak hanya pandai menulis tetapi juga memahami strategi konten, HR dapat menggunakan pertanyaan berbasis pengalaman dan studi kasus.
Berikut adalah contoh pertanyaan interview Content Writer yang dapat Anda gunakan dan sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
1. Bagaimana Anda menyesuaikan gaya tulisan Anda untuk audiens atau brand yang berbeda?
Tujuannya untuk mengevaluasi fleksibilitas kandidat dalam menulis untuk berbagai gaya dan tone of voice.
2. Ceritakan tentang salah satu artikel atau proyek tulisan yang paling Anda banggakan. Apa yang membuatnya istimewa?
Tujuannya untuk menilai standar kualitas pribadi kandidat dan kemampuannya mengevaluasi karyanya sendiri.
3. Apa langkah Anda saat memulai proyek tulisan baru, dari riset hingga publikasi?
Tujuannya untuk memahami proses kerja kandidat dalam mengelola konten dari awal sampai akhir.
4. Bagaimana Anda memastikan bahwa tulisan Anda SEO-friendly tanpa mengorbankan kualitas bacaan?
Tujuannya untuk menggali kemampuan kandidat dalam menggabungkan teknik SEO dengan copywriting yang natural dan engaging.
5. Pernahkah Anda menerima feedback negatif tentang tulisan Anda? Bagaimana Anda menanganinya?
Tujuannya untuk menilai ketangguhan mental kandidat, keterbukaannya terhadap kritik, dan kemauan untuk berkembang.
6. Platform apa saja yang biasa Anda gunakan untuk menerbitkan atau mengelola konten?
Tujuannya untuk melihat kemampuan teknis kandidat terhadap CMS (Content Management System) seperti WordPress, atau platform lain.
7, Bagaimana Anda menghindari plagiarisme saat membuat konten?
Tujuannya untuk mengukur integritas kandidat dan pemahamannya tentang orisinalitas dalam penulisan.
8. Bagaimana Anda mengelola waktu ketika harus menangani beberapa proyek penulisan sekaligus dengan deadline ketat?
Tujuannya untuk mengevaluasi manajemen waktu, prioritas kerja, dan kemampuan multitasking kandidat.
Buat Wawancara Lebih Mudah dengan Software Recruitment LinovHR
Selain pertanyaan interview yang tepat, HR juga memerlukan sistem rekrutmen yang terdokumentasi dan terorganisir. Tanpa sistem yang baik, proses seleksi bisa memakan waktu dan sulit dievaluasi secara objektif.
Dengan sistem rekrutmen LinovHR, HR dapat mengelola kandidat, memantau tahapan seleksi, serta membandingkan hasil wawancara secara lebih terukur.
Hal ini membantu perusahaan menemukan Content Writer terbaik yang mampu memperkuat strategi konten dan meningkatkan performa digital secara berkelanjutan.
Ajukan demo gratis LinovHR sekarang!