Performance Appraisal

Proses Performance Appraisal Sangat Mencekam? Lakukan 10 Hal Ini

Bagi sebuah perusahaan, kinerja karyawan harus diperhatikan dengan baik. Tentu hal tersebut karena kinerja karyawan berkaitan dengan produktifitas. Secara teori, kinerja karyawan akan berbanding lurus dengan produktifitas perusahaan. Semakin baik kinerjanya, semakin tinggi pula produkitivitasnya, begitupun sebaliknya.

Untuk mengetahui kualitas kinerja karyawan, dilakukan sebuah pengukuran melalui penilaian kinerja atau performance appraisal. Menurut Hasibuan (2000:87) performance appraisal adalah kegiatan untuk mengevaluasi perilaku prestasi kerja pegawai serta menetapkan kebijaksanaan selanjutnya. Evaluasi meliputi penilaian kesetiaan, kejujuran, kepemimpinan, kerjasama, loyalitas, dedikasi, dan partisipasi.

Namun dalam penerapannya, performance appraisal sering membuat karyawan baik yang melakukan penilaian kinerja ataupun yang dinilai merasa tidak leluasa. Rasa was-was dan takut akan tidak berhasilnya mencapai sesuatu, bisa membuat suasana perusahaan seolah mencekam. Lantas apa yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengatasi hal tersebut? Berikut 10 hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi mencekamnya proses performance appraisal.

 

1.     Membuat Proses Performance Appraisal Secara Sederhana

Agar tidak terkesan mencekam, perfromance appraisal sebaiknya tetap dilakukan secara sederhana. Manfaatkan berbagai tools di komputer atau smartphone untuk membuat daftar kerja dan notifikasi jangka waktu pengerjaan. Biasakan setiap karyawan melakukan ulasan kerjanya secara berkala dan biarkan mereka melakukan secara mandiri.

 

Baca Juga: Software Performance Appraisal LinovHR: Ukur Kinerja Karyawan dengan Tepat dan Mudah

 

2. Jadikan Performance Appraisal Sebagai Budaya

Setiap pekerjaan yang dilakukan secara rutin dan dibuat sewajar mungkin, akan memberi efek pada rasa tidak terbebani bagi pelakunya. Begitupun dalam proses performance appraisal, prosesnya harus dijadikan budaya harian. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti memberi daftar tugas harian yang diulas setiap harinya. Dibanding menakumulasikannya setiap minggu, lebih baik memberikan umpan balik secara langsung jika ada tindakan khusus baik itu hal positif ataupun kekeliruan.

 

3. Lakukan Performance Appraisal Secara Kontinu

Hal yang dilakukan secara kontinu atau terus-menerus akan membuat hal tersebut menjadi tidak begitu menakutkan lagi. Begitupun dalam proses performance appraisal, bisa dilakukan dengan penjadwalan yang jelas dan kontinu. Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan jadwal tersebut sehingga tidak ada rasa seperti terawasi yang membuatnya karyawan tidak nyaman.

 

4. Komunikasikan dengan Semua Karyawan

‘Komunikasi adalah kunci’, begitulah hal yang sering diungkapkan. Ya, dalam proses performance appraisal, komunikasi juga penting agar setiap karyawan mendapat informasi yang jelas. Perdebatan tetap mungkin ada dalam pengelolaan kinerja ini, tetapi jika komunikasi dan kejelasan proses sudah disampaikan, maka perdebatan besar bisa dihindari.

 

5. Berorientasi Masa Depan

Agar tidak memberi kesan menghakimi, dalam proses evaluasi tahunan performance appraisal sebaiknya perusahaan atau HRD berfokus pada langkah apa yang harus dilakukan karyaan untuk di satu tahun kedepan. Langkah-langkah ini juga harus ditunjang dengan tujuan yang jelas dan terukur agar setiap karyawan memiliki arah yang jelas berdasar pencapaiannya masing-masing.

 

6. Gunakan Teknologi

Saat ini sudah ada software khusus perfromance appraisal sehingga pihak HRD perusahaan bisa lebih ringkas dalam melakukan proses penilaian tanpa direpotkan dengan cara-cara konvensional. Melakukan proses performance appraisal dengan memanfaatkan teknologi seperti ini tidak hanya membantu HRD tetapi juga akan mengurangi biaya dan mengakurasi hasil penilaian.

 

7. Lakukan Review Sesegera Mungkin

Seringkali perusahaan melakukan review akan kinerja karyawannya hanya setahun sekali sesuai waktu review tahunan. Hal ini justru membuat proses perfromance appraisal tampak menyeramkan karena semua hal dibahas dalam waktu yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan review sesegera mungkin ketika ada hal-hal yang memang perlu disampaikan. Dengan cara ini, kesalahan yang dilakukan karyawan bisa teratasi diwaktu yang tepat, bukan justru dibiarkan dan menjadi masalah besar di akhir tahun.

 

8. Jangan Jadikan Performance Appraisal Berhubungan dengan Kompensasi

Agar fungsi performance appraisal tidak bias, perusahaan sebaiknya tidak menjadikan hasil dari proses penilaian kinerja ini berkaitan langsung dengan kompensasi baik gaji atau promosi kepada karyawan. Hal tersebut untuk menghindari ketidakterbukaan karyawan dalam menyampaikan kritik atau sebagainya.

 

Baca Juga : Key Performance Indicator dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

 

9. Jadikan Proses Performance Appraisal Sebagai Pengalaman Positif

Mencekamnya proses performance appraisal salah satunya dikarenakan pola pikir yang menganggap bahwa hal tersebut sebagai penilaian satu arah. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan performance appraisal sebagai suatu pengalaman positif dengan memberi kesempatan pada karyawan untuk menyampaikan umpan balik dan kritik akan perusahaan.

 

10. Jadikan Performance Appraisal Sebagai Media Komunikasi

Dibandingkan terus memberikan masukan dan saran kepada karyawan, lebih baik menjadikan performance appraisal sebagai sarana perusahaan menawarkan sesuatu pada karyawannya. Michele Markey dan SkillPath yang disadur dari laman forbes memberikan contoh akan hal ini yaitu manajer bisa menanyakan kepada karyawannya “Apa yang ingin anda capai di tahun depan dan bagaimaan saya bisa membantu?”. Pertanyaan sederhana ini tentu akan membuat karyawan lebih santai menghadapai proses performance appraisal dan perusahaan tetap bisa melakukan penggalian ide dan kritik dari karyawannya.

 

Tujuan dilakukannya performance appraisal adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan yang dampaknya untuk produktivitas perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka performance appraisal harusnya dilakukan dengan nyaman tanpa menimbulkan stress dan rasa mencekam. Oleh karena itu, melalui 10 cara yang sudah dijabarkan diatas proses performance appraisal selayaknya bisa menjadi hal yang menyenangkan baik dari segi perusahaan ataupun karyawan.