Work life balance

7 Bahaya Jika Anda Tidak Memperhatikan Work Life Balance

Dengan banyaknya tekanan dalam pekerjaan dewasa ini, work life balance dianggap mampu untuk mengatasi tantangan ini. Para pekerja atau karyawan mendapatkan kemudahan dalam mengatur jam kerja maupun beban pekerjaan sebagai cara untuk mempertahankan ataupun meningkatkan produktivitas kerja. Banyak perusahaan menciptakan berbagai macam cara untuk mendukung hal ini. Namun apa dampak yang bisa terjadi pada karyawan jika perusahaan tidak memperhatikan work life balance? Apakah ini bisa menjadi fatal?

 

1. Karyawan Merasa Tertekan

Perusahaan yang gagal untuk mengakomodasi kebutuhan keseimbangan kerja bisa membuat karyawan merasa tertekan dan menjadi stres karena tekanan pekerjaan yang berlebihan, apalagi jika mereka memegang beberapa posisi atau fungsi sekaligus. Akibatnya bisa buruk bagi kesehatan mental. Survei Mental Health Foundation menemukan bahwa sepertiga responden merasa tidak bahagia atau sangat tidak bahagia tentang waktu kerja mereka. Lebih dari 40% karyawan tidak memperhatikan aspek kehidupan lain karena pekerjaan, meningkatkan kemungkinan menderita penyakit mental. Ketika terpaksa bekerja lembur, 27% karyawan merasa depresi, 34% merasa gelisah, dan lebih dari separuh atau 58% merasa mudah terganggu. Semakin bertambah jam kerja mereka, semakin karyawan merasa tidak bahagia (42% karyawan wanita lebih tidak bahagia dibandingkan 29% karyawan pria). Kemungkinan penyebabnya adalah ketidakmampuan untuk mengatur pola hidup yang sering berubah.

 

2. Kesehatan Fisik Terganggu

Konflik antara pekerjaan dan kehidupan rumah tangga dan lainya bisa menyebabkan kesehatan fisik terganggu. Tingginya tingkat pengeluaran energi di tempat kerja mengurangi waktu istirahat, sedangkan tuntutan kehidupan lainnya seperti mengasuh anak, mengurus diri sendiri, memperhatikan pasangan atau orang tua, dan bergaul dengan teman juga perlu mendapat perhatian yang cukup. Keterbatasan ini bisa menyebabkan sakit atau gangguan fisik terhadap kesehatan pribadi karyawan.

 

3. Pekerjaan Mengganggu Keluarga

Karyawan yang memegang peranan penting dalam keluarganya bisa mengalami konflik yang mengganggu ini ketika tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan melebihi kapasitas pribadi dan mengambil waktu keluarga. Misalnya, tidak bisa menghadiri acara sekolah yang penting sehingga mengecewakan sang anak. Atau jarang berkumpul dengan seluruh anggota keluarga secara bersamaan. Atau, stres dari tempat kerja terbawa ke rumah dan menimbulkan konflik dengan pasangan dan anggota keluarga lain.

 

4. Keluarga Mengganggu Pekerjaan

Konflik tipe ini terjadi ketika tuntutan dan tanggung jawab dalam keluarga membuat seseorang menjadi sulit untuk memenuhi tanggung jawab dalam pekerjaannya. Misalnya, anak sakit sehingga tidak bisa masuk kantor atau ketegangan dalam rumah tangga yang mengganggu konsentrasi kerja.

 

5. Tekanan Sebagai Pengasuh Anggota Keluarga

Ini terjadi apabila ada anggota keluarga yang secara konstan membutuhkan perhatian khusus selama periode waktu tertentu. Misalnya, orang tua mengalami kecelakaan dan memerlukan perawatan rutin dan cenderung tidak bisa ditinggal. Kewajiban sebagai penolong akan bertabrakan dengan kewajiban untuk menuntaskan pekerjaan (dan hak untuk mendapatkan penghasilan). Jika tidak ada yang menggantikan, kemungkinan karyawan tersebut bisa terpaksa berhenti bekerja.

 

6. Kehilangan Konsentrasi dan Fokus

Berbeda dengan komputer, manusia tidak didesain untuk multi tasking. Perpindahan tugas yang terlalu sering akan mengurangi konsentrasi dan memakan waktu untuk kembali menjadi produktif. Kehilangan konsentrasi dan fokus karena work life balance yang tidak baik akan merugikan kedua sisi kehidupan Anda.

 

Baca Juga: 8 Fakta Mengerikan dari Multitasking

 

7. Meningkatkan Resiko Cedera Dalam Pekerjaan

Ini adalah efek lanjutan dari hilangnya konsentrasi dan fokus. Dengan kesehatan mental yang terganggu, Anda bisa menjadi selalu tergesa-gesa dalam mengerjakan tugas, meningkatkan resiko cedera seperti kecelakaan di tempat kerja, dalam perjalanan, dan lainnya. Hidup terburu-buru mirip seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, bisa lebih cepat sampai namun dengan resiko kecelakaan lebih tinggi.

 

Bekerja tanpa memperhatikan waktu untuk keluarga maupun kesehatan diri sendiri bukan menjadikan anda lebih produktif, namun sebaliknya, hal tersebut justru bisa membahayakan diri anda sendiri. Manajamen waktu sangatlah penting untuk dilakukan, agar pekerjaan anda lebih maksimal dan produktivitas anda tidak terganggu.