Gap Analysis atau analisis kesenjangan adalah salah satu dari sekian banyak metode yang digunakan untuk melakukan perbandingan kinerja di dalam perusahaan.
Kinerja yang dimiliki oleh setiap karyawan di perusahaan, merupakan hal yang vital dan perlu untuk dilakukan pengukuran kinerja atau evaluasi di setiap waktunya.
Gap Analysis dibuat guna menyelesaikan masalah tersebut, dan memberikan gambaran yang jelas kepada perusahaan atas kinerja yang telah dilakukan.
Oleh sebab itu, pada artikel ini LinovHR akan membahas secara mendalam apa itu gap analysis dan juga pentingnya menerapkan metode ini di dalam sebuah bisnis atau usaha.
Mari, simak informasi pentingnya di bawah ini!
Pengertian Gap Analysis
Gap Analysis adalah sebuah proses yang digunakan untuk melakukan perbandingan kinerja perusahaan atau karyawan yang terjadi saat ini, dengan kinerja yang diharapkan atau potensial oleh perusahaan.
Metode ini digunakan bertujuan untuk melihat dan juga menentukan apakah kinerja perusahaan sudah memenuhi target atau harapan yang telah ditentukan sebelumnya atau tidak, serta melihat apakah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan bisa dimanfaatkan secara efektif atau belum.
Dengan menerapkan Gap Analysis, perusahaan jadi bisa mengetahui status dan posisinya saat ini dengan melakukan pengukuran biaya, waktu dan juga tenaga yang telah dikeluarkan dengan target dari perusahaan.
Karena sesuai dengan namanya, proses ini berfungsi untuk mengisi gap atau kesenjangan yang terjadi di dalam perusahaan, antara kinerja yang ada saat ini, dengan kinerja yang telah ditargetkan oleh perusahaan sejak awal terbentuk.
Untuk mengisi kesenjangan tersebut, tim manajemen perlu melakukan analisis kesenjangan, dan melakukan strategi atau langkah penting untuk membantu perusahaan maju dan terus berkembang mencapai tujuannya.
Manfaat Melakukan Gap Analysis
Gap Analysis adalah metode yang sering dan banyak digunakan oleh para pelaku bisnis, karena terbukti dapat memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan bisnis.
Berikut ini beragam manfaat yang didapatkan dalam melakukan Gap Analysis di dalam bisnis, yaitu:
- Berguna sebagai informasi dasar untuk mengambil langkah atau keputusan yang lebih baik lagi
- Berguna sebagai insight atau petunjuk untuk area-area yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan di dalam bisnis
- Berguna sebagai alat untuk mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan yang ada di dalam perusahaan
- Membantu perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya dan juga tenaga yang dimiliki perusahaan secara efektif dan efisien
- Berguna untuk mengetahui perbedaan atau jarak antara strategi yang dibuat perusahaan dengan operasional yang telah dijalankan
- Memastikan segala aspek penting di dalam perusahaan, sudah dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan perusahaan
5 Divisi Kerja yang Harus Menggunakan Gap Analysis
Pada dasarnya metode gap analysis bisa digunakan oleh semua bisnis atau usaha, baik itu untuk bisnis yang sudah berskala besar, maupun yang masih kecil.
Untuk divisi kerja sendiri, gap analysis bisa diterapkan dan berguna untuk divisi manapun.
Namun, berikut ini adalah 5 divisi yang sangat cocok dan perlu untuk mempertimbangkan untuk menggunakan metode ini di dalamnya, yaitu:
- Divisi Penjualan/Sales
- Divisi Quality Control
- Divisi Financial Performance
- Human Resources
- Employee Satisfaction
Kelima divisi tersebut, berkaitan erat dengan keberhasilan dan kemajuan perusahaan atau bisnis.
Sehingga melakukan gap analysis, diharapkan bisa melihat performa yang ada saat ini, apakah sudah sesuai dengan target dan ekspektasi perusahaan, atau malah jauh dari target yang selama ini sudah dibuat.
Baca juga: Apa Itu HR Scorecard? Kenali Manfaatnya Dalam Mengukur Kinerja Pegawai
Jenis Gap Analysis
1. Gap Analysis Bisnis
2. Gap Analysis IT
3. Gap Analysis HR
Alat untuk Melakukan Gap Analysis
Berikut beberapa alat yang biasa digunakan untuk melakukan Gap Analysis.