jenis pekerjaan

Jenis-Jenis Pekerjaan yang Cocok untuk Introvert dan Ekstrovert

Secara umum kepribadian manusia terbagi menjadi dua jenis, yaitu ekstrovert dan introvert. Meskipun bukan menjadi suatu keharusan atau patokan resmi, umumnya seorang introvert dan ekstrovert cenderung memilih jenis pekerjaan sesuai dengan kepribadian mereka.  Kecenderungan sikap dan karakteristik tersebut juga membuat seorang individu introvert dan ekstrovert pada akhirnya menemukan kecocokan dalam suatu pekerjaan. Apalagi jika pekerjaan tersebut membuat mereka nyaman dan uraian pekerjaannya cocok dengan kepribadian mereka. 

 

Apa itu Extrovert? 

Menurut Healthline.com, seorang extrovert adalah orang yang memiliki kepribadian ‘meriah’ dan suka berinteraksi dengan orang lain. Extrovert biasanya senang menjadi pusat perhatian dan berada dalam tim yang terdiri dari banyak orang.  Mereka memiliki kecenderungan ekspresif dalam mengemukakan pendapat atau pikiran dan akan merasa kurang nyaman jika bekerja sendirian. 

 

Apa itu Introvert?

Berbeda dengan extrovert, introvert adalah kebalikan dari extrovert. Seorang introvert mampu bersosialisasi dengan normal dan bukanlah tipikal melankolis atau penyendiri. Kinerja seorang introvert lebih maksimal ketika berada dalam tim kecil dan suasana tenang jauh dari keramaian.  Ketika merasa kelelahan, seorang introvert akan menyediakan waktu mereka untuk menyendiri dan menenangkan diri. Saat sudah kembali merasa prima, barulah kemudian introvert mampu berkumpul dengan orang banyak.  

 

Baca Juga: Penyebab Stress di Tempat Kerja

 

Jenis Pekerjaan untuk Extrovert

Karena kepribadian yang outgoing dan ‘ramai’, seorang extrovert cocok meniti karir dalam pekerjaan yang melibatkan banyak orang dan suasana yang ramai. Di bawah ini adalah rekomendasi jenis pekerjaan yang cocok untuk extrovert:

 

1. Sales

Seorang sales akan berinteraksi dengan banyak orang dan menjual produk secara grosir maupun ecer dari perusahaan. Mereka bertemu dengan klien yang sudah ada maupun klien baru untuk membahas manfaat dari lini produk. Kemudian sales akan menjelaskan fungsi barang, menjawab pertanyaan, dan menegosiasikan harga hingga kesepakatan terjalin.

Ketika tidak bertemu dengan calon pelanggan atau klien, mereka berada di kantor mereka mempersiapkan transaksi pertemuan berikutnya, melakukan memesan kembali barang dagangan perusahaan, dan mengidentifikasi pelanggan baru.

 

2. Event Planner 

Event Planner biasanya adalah kunci kesuksesan dibalik sebuah konvensi, pameran dagang, dan pertemuan bisnis. Mereka berbicara dengan klien dan berdiskusi tentang visi mereka untuk acara tersebut. Tak lupa seorang event planner juga bertemu dengan vendor dan manajemen venue memeriksa detail, penawaran, dan menegosiasikan kontrak.

Setelah konvensi atau pameran usai, event planner akan perencana acara meninjau anggaran yang dikeluarkan dan menagih pembayaran kepada pihak yang menyewa jasa mereka.

 

3. Tour Guide

Industri pariwisata sangat memerlukan peran tour guide.  Sebagai tour guide, tugas utama yang harus dilakukan adalah menjelaskan objek wisata kepada wisatawan, menghibur, hingga melakukan soft selling agar wisatawan mau berkunjung kembali di kemudian hari.

Tak hanya harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik, seorang tour guide juga harus memiliki kepribadian yang ramah dan energik. Orang-orang dalam kelompok wisata mungkin tidak saling kenal, yang beberapa mungkin merasa tidak nyaman. Adalah tugas tour guide untuk membuat semua orang merasa nyaman dan untuk memfasilitasi percakapan dalam sebuah tur wisata.

 

4. Public Relation

Public relation merupakan perwakilan citra positif di antara klien, investor, dan media dari organisasi yang mereka wakili. Seorang public relation akan mengelola citra publik dari suatu organisasi, apakah itu partai politik, lembaga pendidikan, tim olahraga atau perusahaan multinasional.

Para profesional ini menggunakan berbagai strategi untuk menumbuhkan awareness masyarakat akan brand. Misalnya, menyusun siaran pers mengenai perkembangan baru dalam perusahaan, mengkoordinasikan wawancara dengan juru bicara, dan menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai brand atau perusahaan yang pereka kelola. 

Public Relation juga harus memiliki keterampilan sosial yang baik, karena mereka perlu membangun dan memelihara jaringan kontak media dan berbicara atas nama perusahaan yang mereka wakili. Lingkungan kerja yang serba cepat dan digerakkan oleh masyarakat sangat ideal bagi para introvert yang ingin menjadi pusat perhatian.

 

Jenis Pekerjaan untuk Introvert

Seorang introvert senang menghabiskan waktu untuk mengerjakan sesuatu dalam kondisi yang tenang dan tim inti yang kecil. Oleh karena itu, pekerjaan yang cocok untuk introvert adalah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan dan tingkat konsentrasi cukup tinggi. 

Baca Juga: Tugas Human Capital Management

 

1. Programmer

Seorang introvert yang menyukai komputer dan teknologi dan nyaman duduk di belakang monitor selama berjam-jam sepanjang hari untuk memecahkan kode-kode sistem perangkat lunak. Pengembang perangkat lunak membantu menciptakan program komputer baru untuk penggunaan komersial atau personal.

Programmer harus tahu bagaimana perangkat lunak akan digunakan, cara membuat platform yang aman dan cara menulis kode yang benar untuk perangkat lunak. Selain itu, mereka juga dapat membantu menginstal perangkat lunak baru atau bug kerja dari sistem jika perangkat lunak tidak berfungsi dengan benar.

 

2. Desain Grafis

Desain grafis akan bertanggung jawab terhadap desain brand, logo, ilustrasi sebuah organisasi dan perusahaan. Ide untuk sebuah desain tidaklah mudah. Untuk menjadi ide brilian muncul, desain grafis sebagai suasana tenang. Mereka juga akan berinteraksi sibuk dengan komputer atau perangkat lain lain.

Bahkan, untuk mencari inspirasi, terkadang seorang desain grafis bepergian ke suatu tempat dengan desain yang unik untuk mencari inspirasi.  Hal ini membuat mereka fokus terhadap desain yang dikerjakan dan tak mudah terdistraksi oleh orang lain.  

 

3. Editor

Seorang editor harus jeli untuk memeriksa salah ketik dan tata bahasa dalam suatu naskah maupun jurnal ilmiah. Introvert sangat cocok untuk menjadi editor karena mereka sangat detail dan mampu berdiam untuk meneliti suatu objek tertentu. 

Selain menyisir naskah atas kesalahan tata bahasa dan ejaan, editor juga perlu memeriksa fakta, data yang terdapat dalam suatu naskah. Yang lebih menarik, ada beberapa editor yang bebas mengerjakan pekerjaan mereka dari rumah tanpa perlu membawanya ke kantor.  

 

4. Ilmuwan Peneliti

Seorang ilmuwan peneliti akan menghabiskan waktu mereka di laboratorium untuk berkutat dengan penelitian yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Untuk perusahaan ilmuwan dapat bekerja untuk perusahaan farmasi, pemerintah lembaga pendidikan, atau bahkan organisasi lingkungan non profit.

Ilmuwan peneliti akan  merancang dan melakukan eksperimen dalam tes laboratorium, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menentukan hasil. Penelitian ini sering melibatkan penelitian secara mandiri atau dalam tim kecil. 

Jadi, apakah Anda seorang introvert atau extrovert? Atau jangan-jangan Anda terinspirasi untuk menentukan pilihan karir atau bahkan memulai karir yang berbeda? Apa pun pilihan karir Anda, pastikan jika anda memiliki minat dan bakat yang sesuai dengan uraian tugas pekerjaan. Jangan sampai Anda malah salah memilih jenjang karir yang akan membuat Anda tak betah pada akhirnya.