SPT PPH

Kesalahan-Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Pengisian SPT Pajak

Batas waktu lapor pajak biasanya terjadi di akhir bulan Maret tiap tahunnya. Banyak wajib pajak yang cenderung menunda pelaporan hingga hari terakhir. Biasanya kalau terburu-buru juga akan rentan melakukan kesalahan, dan ini bisa berujung tidak baik karena bisa mendatangkan pemeriksaan yang tidak diinginkan. Untuk menghindari hal ini mari kita perhatikan beberapa hal berikut.

 

Baca Juga: Tutorial PPh 21 (Part 3): Penghitungan PPh 21 Karyawan Tetap dengan ESPT

 

Browser

Jika Anda melapor secara elektronik atau menggunakan aplikasi e-Filing, pastikan Anda mengakses situs pajak yang benar dan menggunakan browser yang sesuai. Saat ini browser yang bisa dipakai adalah Google Chrome dan Mozilla Firefox, sedangkan Safari yang biasanya ada di Macintosh belum bisa, sehingga para pengguna Mac bisa menggunakan Mozilla Firefox. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Transformasi dan Informasi Ditjen Pajak Iwan Djuniardi di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Iwan menyebutkan, dalam mengakses situs pajak, browser yang bisa digunakan adalah Google Chrome dan Mozilla Firefox. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang salah menggunakan browser dalam mengakses situs pajak dalam rangka pelaporan SPT Tahunan.

 

Kualitas Internet

Pastikan Anda juga memperhatikan kecepatan internet serta kuota agar tidak terhenti di tengah jalan. Anda tidak ingin kebingungan nantinya apakah data yang diisi sudah tersimpan di website Dirjen Pajak atau belum. Selain itu, siapkan juga dokumen pendukung seperti bukti potong, daftar harta, dan lainnya jika Anda mengisi formulir yang memerlukan data-data tersebut.

 

NPWP

Cek dan cek ulang NPWP Anda, mengingat cukup banyak angka yang harus dimasukkan. Jangan terburu-buru dalam mengisi dan ingatlah untuk memeriksanya kembali. Setiap wajib pajak memiliki kartu NPWP sendiri, yang bentuknya seperti kartu kredit.

 

Jenis Dokumen

Jangan salah mengisi formulir antara formulir SPT 1770 SS, 1770 S atau 1770. Pilih yang sesuai dengan pendapatan dan harta terlapor Anda.

 

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis SPT Pajak

 

Lampiran

Jika Anda mengisi formulir SPT 1770 SS maka jangan lupa melampirkan dengan kertas bukti potongan PPH pasal 21, 1721 A1 dan 1721 A2. Semua dokumen harus disatukan dalam satu amplop yang sama.

 

Data Lain

Anda harus memastikan semua data dalam formulir laporan terisi dengan benar. Selain NPWP, nomor identitas atau KTP beserta seluruh dokumen lampiran harus dirinci dengan benar, lengkap, jelas penulisan dan tanpa salah ejaan. Selain itu, jika Anda memakai amplop, nama yang tertera harus sama dengan nama yang ada di dalamnya. Gunakan amplop yang cukup besar untuk menampung semua dokumen dan kelengkapan bisa dimasukkan sekaligus tanpa terlipat.

 

Tanda Tangan

Tanda tangan merupakan bukti sah pelaporan Anda. Jangan terlalu sibuk mengisi formulir dan kelengkapannya tanpa menanda tanganinya sebagai pernyataan bahwa Anda setuju dengan apa yang ditulis.

 

Tepat Waktu

Masukkan SPT Tahunan Anda ke Dropbox SPT yang sudah disediakan oleh Kantor Pajak sebelum tanggal 31 Maret. Lewat tanggal tersebut Anda harus menyerahkannya secara langsung ke kantor pajak tempat Anda terdaftar.

 

Dengan menghindari berbagai kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi pada saat pengisian SPT, anda dapat menghemat waktu dan tentunya dapat melakukan kewajiban perpajakan dengan sebaik-baiknya.