aplikasi absensi

9 Fitur Inovatif yang Ada di Aplikasi Absensi LinovHR

Tak banyak aplikasi absensi yang menyediakan banyak keunggulan, tapi aplikasi absensi LinovHR merupakan pengecualian. Terdapat beragam fitur inovatif dalam tiap modulnya, dan ini masih didukung dengan desain antarmuka yang ramah pengguna.

Secara umum, LinovHR mampu mempermudah kinerja perusahaan dalam mengelola karyawan meski dalam jumlah besar. Alur kerja akan terjaga karena penjadwalan dan perizinan tertata rapi, begitupun dengan sisi administrasinya yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan penilaian kerja.

 

#1. Time Group

Akan lebih mudah mengelola karyawan jika jam kerjanya dikelompokkan, entah itu berdasarkan shift kerja atau sesuai departemen yang dipegang. Fitur Time Group dari LinovHR mampu mengatur ini dengan mudah. Fitur ini akan memperlihatkan jam kerja karyawan juga status kehadiran.

Manajemen bisa melihat langsung bagaimana prosentase kehadiran karyawan dengan jadwal dan data absensi untuk melihat kehadiran. Dalam fitur Time Group juga terdapat overtime rounding, flexible holiday overtime, paid overtime, cuti tahunan, toleransi terlambat, dan lainnya.

 

#2. Calendar

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan kadang punya jadwal libur berbeda dari libur nasional. Itu sebabnya, perusahaan punya kalender kerja sendiri yang mengacu pada rencana kerja yang sudah dibuat. Fitur Calendar akan menampilkan seluruh libur perusahaan.

Tak hanya waktu libur perusahaan, event yang diselenggarakan perusahaan juga bisa dimasukkan dalam menu ini. Termasuk menentukan karyawan mana yang berhak mengikuti event yang memenuhi beberapa kriteria yang dapat diatur secara manual.

 

#3. Schedule Exception

Dengan berbagai alasan, beberapa karyawan tidak memungkinkan untuk masuk kerja. Dibutuhkan kelihaian manajemen untuk mengganti atau menyusul ulang jadwal supaya produktivitas perusahaan tetap terjaga. Fitur Schedule Exception berguna untuk mengubah jam kerja karyawan.

Untuk karyawan yang berhalangan hadir, manajemen bisa mengganti langsung dengan jadwal karyawan lain. Secara khusus, fitur Schedule Exception didesain untuk mengatur shift kerja karyawan supaya tak ada kekosongan karyawan pada saat hari kerja.

 

#4. Leaves

Bahkan waktu libur juga harus diatur demi membuat suasana kerja berkesinambungan. Khusus untuk mengatur cuti karyawan, fitur Leaves akan membantu manajemen dalam menentukan jadwal libur. Mudahnya, fitur leaves berguna untuk mengelola konfigurasi cuti karyawan.

Dalam fitur ini, manajemen perusahaan juga dapat menentukan kuota cuti karyawan dan periode kuota cuti dalam waktu tertentu. Keunggulan lain, fitur Leaves juga bisa dimanfaatkan untuk menentukan karyawan mana saja yang berhak menerima cuti.

 

#5. Permit Request

Fitur Permit Request didesain untuk mengajukan izin datang terlambat karena suatu alasan, atau ingin pulang cepat karena ada kepentingan mendesak. Fitur ini sangat berguna, karena karyawan tak harus membuang waktu menunggu atasan hanya untuk meminta izin.

Dari fitur ini, perusahaan dapat memantau kehadiran karyawan apakah sesuai dengan jadwal yang dimiliki. Alhasil, tindakan tak bermoral karyawan seperti yang didefinisikan Forbes seperti mencuri waktu masuk dan keluar bisa dicegah tanpa melibatkan banyak usaha. Yang menarik, manajemen juga bisa mengatur alur approval.

 

#6. Leave Request

Perusahaan manapun yang berorientasi ke profit pasti menganggap waktu adalah barang berharga. Saat karyawan ingin mengajukan cuti lalu harus menemui atasan untuk sekedar meminta izin, ada banyak waktu yang terbuang di sini. Dan jelas ini tak baik untuk produktivitas perusahaan.

Lewat fitur Leave Request, perusahaan bisa menjaga dinamika produktivitas karyawan tanpa harus mengorbankan waktu yang dimiliki karyawan meski hanya sebentar. Karyawan dapat langsung mengajukan cuti dari fitur ini, sekaligus bisa melihat berapa sisa kuota cuti yang masih dimiliki.

 

#7. Overtime Request

Untuk beberapa karyawan, bekerja kadang tak mengenal waktu demi kepentingan apapun. Lembur menyediakan penghasilan tambahan yang signifikan dan kadang dianggap sebagai ‘pekerjaan sampingan’. Masalahnya, banyak karyawan merasa terbatasi saat ingin mengajukan lembur.

Dengan fitur Overtime Request, karyawan akan dapat kemudahan untuk mengajukan lembur tanpa prosedur berbelit. Ini bermakna baik untuk perusahaan, karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk membuat departemen yang hanya melayani karyawan yang minta lembur.

 

#8. Timesheet

Untuk melihat detil kehadiran karyawan,  Aplikasi Absensi  LinovHR memiliki fitur Timesheet. Fitur ini berisi seluruh data kehadiran karyawan yang nantinya dapat dianalisa lalu dibandingkan dengan jadwal absensi. Hasilnya adalah data kehadiran karyawan yang sangat akurat.

Lebih lanjut, terdapat dua jenis Timesheet, yaitu Unprocessed Timesheet dan Processed Timesheet. Unprocessed Timesheet adalah timesheet yang belum dianalisa, sedang Processed Timesheet adalah timesheet yang sudah dianalisa dengan beberapa variabel seperti status kehadiran, cuti, dan lembur.

 

#9. Time Definition

Untuk menentukan besaran gaji yang harus dibayarkan ke karyawan, perhitungan meliputi banyak variabel. Salah satunya yaitu kehadiran karyawan. Fitur Time Definition berisi kumpulan dari berbagai komponen time yang selanjutnya bisa digunakan untuk perhitungan payroll.

Misalnya saja, dalam tiap slip gaji yang dikeluarkan perusahaan, umumnya terdapat beberapa keterangan seperti kehadiran, lembur, apresiasi, dan beberapa fasilitas lain yang diuangkan. Lewat fitur Time Definition, penghitungan semacam ini akan dilakukan secara otomatis.

Aplikasi Absensi LinovHR akan benar-benar mempermudah manajemen, khususnya HRD dalam mengelola jadwal kerja karyawan yang tentunya memiliki dinamika yang tinggi serta pola kerja yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan karyawan, Selain itu anda dapat mencoba gratis Fitur Aplikasi Absensi LinovHR Melalui Link – > https://www.linovhr.com/#/request-free-trial  Ayo coba gratis sekarang dan buktikan Kecanggihan LinovHR Secara langsung