employer branding

Mengapa Employer Branding Penting untuk Perusahaan

Ketika bekerja, karyawan tentu ingin memiliki rasa bahagia dan bangga terhadap perusahaan tempatnya bekerja agar mereka bisa loyal dalam melakukan pekerjaannya. Perasaan ini bisa didapat asal perusahaannya juga bisa menawarkan hal tersebut. Bagaimana sebuah perusahaan bisa memberikan kepuasan bagi karyawannya sudah bisa dilakukan sejak masa rekrutmen. Untuk hal itu, perusahaan punya strategi khusus yang dikenal dengan nama Employer Branding.

Employer Branding diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk mempromosikan perusahaannya melalui citra yang baik kepada calon kandidiat karyawan agar tertarik untuk melamar. Lebih jauh, Lloyd S menyatakan bahwa employer branding merupakan usaha perusahaan untuk mengkomunikasikan kepada karyawan yang sedang dipekerjakan saat ini dan calon karyawan bahwa perusahaan mereka adalah tempat yang diinginkan untuk bekerja.

Pada intinya, Employer Branding dibuat untuk membangun identitas, citra, dan nilai positif perusahaan. Hal ini dilakukan untuk membedakan perusahaan tersebut dengan perusahaan kompetitor. Strategi ini sendiri sering dikaitkan dengan proses rekrutmen lantaran disaat itulah perusahaan berjuang untuk bisa menjaring karyawan potensial. Namun perlu diingat juga bahwa employer branding tak kalah pentingnya bagi karyawan yang sudah ada di perusahaan.

Lantas mengapa employer branding ini begitu penting untuk perusahaan? Berikut 6 alasan utamanya.

 

1. Membangun Reputasi Positif Perusahaan

Seperti pada pengertiannya, employer branding dibuat untuk mempromosikan perusahaan kepada calon karyawan. Promosi yang dimaksud adalah memamerkan reputasi positif seperti budaya kerja dan visi misi dari perusahaan bersangkutan. Perusahaan harus bisa membangun citra dirinya ini secara baik agar kepercayaan karyawan dan calon karyawan menjadi lebih tinggi.

 

2. Menarik Perhatian Calon Karyawan

Jika anda tengah mencari pekerjaan dan dihadapkan dengan dua pilihan, satu perusahaan dengan reputasi baik dan satu lagi perusahaan yang tidak populer, mana yang anda pilih? Berbagai sumber menyatakan bahwa lebih dari 80% pencari kerja akan mengutamakan reputasi perusahaan sebelum melamar. Sumber lain juga menyatakan bahwa 9 dari 10 kandidat akan melamar pekerjaan untuk perusahaan yang dikelola secara aktif.

Dari survei tersebut dapat dilihat bahwa branding perusahaan memiliki dampak signifikan terhadap perekrutan. Hal tersebut sangat mungkin karena sebelum mendaftar, calon kandidat akan lebih banyak mencari tahu seputar perusahaan terutama di ulasan-ulasan online.

 

3. Menjaring Karyawan Potensial

Selain untuk menarik perhatian calon karyawan sebanyak-banyaknya, tujuan utama dari employer branding adalah untuk menjaring karyawan potensial. Statistik menunjukkan bahwa branding perusahaan yang kuat akan menarik 50% pelamar yang lebih potensial atau berkualitas. Dengan demikian, melalui employer branding perusahaan anda akan lebih berpeluang menjaring kandidat yang sesuai kriteria karena kandidat potensialnya lebih banyak.

 

Baca Juga: 7 Cara Memanfaatkan Employer Branding untuk Rekrut Karyawan Potensial

 

4. Reputasi Perusahaan Lebih Penting dari Nilai Gaji

Nilai gaji tentu sangat penting bagi calon karyawan. Gaji bisa dikatakan sebagai salah satu elemen yang paling dipertimbangkan ketika seorang calon kandidat melamar di sebuah perusahaan. Tetapi ternyata, bedasarkan survei yang dikutip dari laman talentnow.com menunjukkan bahwa 50% kandidat karyawan justru tidak akan bekerja di perusahaan dengan reputasi buruk meskipun gajinya lebih tinggi.

Angka yang lebih tinggi justru ditunjukkan dari survei CareerBuilder yang menyatakan bahwa 67% kandidat karyawan pada dasarnya akan menerima gaji yang lebih rendah asalkan perusahaan yang mereka minati memiliki reputasi yang positif. Kedua survei ini bisa menjadi tanda bahwa employer branding akan sangat mempengaruhi referensi calon karyawan.

 

5. Mengurangi Biaya Iklan

Membangun employer branding sangat penting untuk menekan biaya iklan atau promosi tentang perusahaan kepada calon karyawan. Terbukti dari penelitian LinkedIn, perusahaan dengan brand yang lebih kuat dari kompetitor akan menurunkan 43% dari biaya perekrutan. Hal ini membuktikan bahwa employer branding tidak hanya soal memikat karyawan tetapi juga bisa menguntungkan secara finansial.

 

6. Menjaga Loyalitas Karyawan

Tak hanya terkait proses rekrutmen, employer branding juga berpengaruh kepada keberadaan karyawan yang sudah ada. Jika employer branding yang dibangun sudah sangat baik, maka karyawan yang ada tidak akan berpaling ke perusahaan lain alias menekan angka resign. Employer branding untuk karyawan yang ada itu sendiri bisa dilakukan dengan berbagai strategi seperti menjamin kesejahteraan mereka, membangun budaya kerja yang menyenangkan, membuat peraturan yang saling menguntungkan, dan lain sebagainya.

 

Baca Juga: 8 Cara Menumbuhkan Loyalitas Karyawan

 

Itulah 6 hal yang menjadikan employer branding sangat penting untuk perusahaan. Employer branding yang efektif dan efisien akan mendatangkan kandidat terbaik dalam proses rekrutmen. Lebih dari itu, strategi ini akan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik untuk perusahaan karena mereka merasa nyaman di perusahaan tersebut. Untuk itu, jangan menyepelekan employer branding jika tidak ingin kehilangan karyawan terbaik.