Keterampilan Teknis VS Keterampilan Non Teknis, Mana yang Lebih Penting?

aulyta-yasinta

Reviewer

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

Isi Artikel

Sumber daya manusia membutuhkan dua jenis keterampilan terutama dalam dunia kerja. Keterampilan teknis atau hard skill dan keterampilan non teknis atau soft skill.

Baik perusahaan maupun karyawan sebagai individu, keduanya mempunyai peran penting untuk membantu peningkatan kinerja. Baik perusahaan maupun karyawan sebagai individu. 

Kenali lebih dalam pengertian hard skill dan soft skill, pentingnya kedua keterampilan tersebut, contoh hard skill dan soft skill di beberapa bidang kerja, perbedaan keterampilan teknis dan non teknis, sampai dengan cara mengembangkan hard skill dan soft skill terutama di dunia kerja.

Baca Juga: Ingin Melamar Kerja? Kenali Dulu Kualifikasi Kemampuan Profesional

Apa itu Keterampilan Teknis (Hard Skill)?

Keterampilan teknis atau hard skill merupakan kemampuan terukur dan diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, serta pengalaman kerja.

Keterampilan teknis memiliki sifat yang praktis dan umumnya mempunyai bukti nyata seperti sertifikat, hasil kerja, sampai dengan evaluasi kinerja individu. 

Baca juga : 10 Contoh Hard Skill dan Tips Meningkatkannya

Apa itu Keterampilan Non Teknis (Soft Skill)? 

Keterampilan non teknis atau soft skill adalah kemampuan interpersonal yang memperlihatkan bagaimana individu berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam tim.

Soft skill tidak mudah diukur seperti hard skill, namun kemampuan non teknis ini dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif. 

Baca Juga: Apa itu Soft Skill? Definisi, Manfaat dan Contohnya

Perbedaan Keterampilan Teknis dan Non Teknis

Keterampilan teknis dan non teknis tentu memiliki perbedaan yang signifikan, terutama untuk membantu perkembangan individu selama bekerja.

Kemampuan teknis atau hard skill didapatkan dari pembelajaran dengan hasil sertifikat yang nyata, sementara soft skill didapatkan ketika individu berinteraksi dengan orang lain dan tidak terlihat secara nyata. 

Perbedaan lainnya adalah cara individu memperoleh keterampilan tersebut, hard skill berkembang selama individu terus menerima kursus atau pelatihan sampai individu mendapatkan hasilnya.

Sedangkan soft skill dikembangkan melalui refleksi dan pembiasaan diri individu dalam kehidupan sehari-hari.

Agar lebih mudah, berikut ini tabel perbandingan keterampilan teknik (hard skill) dan keterampilan non teknis (soft skill). 

No Kriteria Keterampilan Teknis (Hard Skill) Keterampilan Non Teknis (Soft Skill)
1.  Definisi Keterampilan Terukur Keterampilan Personal
2.  Cara Belajar Pendidikan formal dan workshop Pengalaman sosial dan interaksi
3.  Contoh  Excel, akuntansi, coding, SEO Manajemen waktu, leadership, adaptif, problem solving
4.  Hasil Sertifikat, portofolio, hasil tes, pencapaian target kerja Feedback, observasi, asesmen
5. Kebutuhan Spesifik dan terbagi sesuai bidang yang dibutuhkan Dibutuhkan di segala bidang
6.  Tujuan Menyelesaikan tugas dengan tepat dan sesuai Membangun relasi yang baik

Contoh Hard Skill dan Soft Skill dalam Dunia Kerja

Setelah mengetahui perbandingan keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan non teknis (soft skill), berikut ini contoh hard skill dan soft skill pada beberapa bidang dalam dunia kerja yang sering dijumpai.

1. Human Resource (HR) 

Hard skill:

  • Menguasai standar implementasi software HRIS 
  • Menyusun laporan absensi dan payroll
  • Memahami peraturan ketenagakerjaan dan perpajakan

Soft skill:

  • Berkomunikasi secara terbuka dan transparan kepada karyawan
  • Pengambilan keputusan yang solutif dan adaptif

2. Digital Marketing

Hard skill:

  • Menguasai tools (Google Ads, Meta Business Suite, SEO Tools)
  • Analisis data campaign digital (Google Analytics)
  • Memahami penulisan konten dan copywriting

Soft skill:

  • Creative thinking
  • Manajemen waktu yang baik
  • Kolaborasi lintas tim

3. IT dan Developer

Hard skill:

  • Kemampuan pemrograman (Java dan Python)
  • Mengelola database dan jaringan cyber system
  • Troubleshooting software dan hardware

Soft skill:

  • Pemikiran logis dan analitis
  • Kerja sama tim yang baik
  • Ketekunan

4. Finance dan Akuntansi

Hard skill: 

  • Mengoperasikan software akuntansi (Accurate dan SAP)
  • Membuat laporan keuangan 
  • Memahami perpajakan dan regulasi keuangan

Soft skill:

  • Ketelitian 
  • Integritas dan tanggung jawab tinggi

Contoh Penyajian Keterampilan Teknis dan Non Teknis dalam CV

Namun, dalam CV bagaimana contoh keterampilan teknis dan non teknis dalam CV? Kira-kira seperti ini contoh yang adapat Anda ikuti

Simak dalam Contoh CV Berikut ini:

contoh cv keterampilan teknis dan non teknis
sumber: gajihub.com

Mana yang Lebih Penting, Keterampilan Non Teknis Atau Keterampilan Teknis?

Tentu kedua keterampilan tersebut penting bagi perusahaan dan saling melengkapi. Baik keterampilan teknis maupun non teknis dibutuhkan untuk memastikan target perusahaan terpenuhi dan menciptakan komunikasi terbuka secara menyeluruh. 

Penting bagi HR menilai kandidat melalui kedua keterampilan tersebut saat proses rekrutmen berlangsung, hard skill membantu HR melihat kemampuan teknis mereka dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Sementara soft skill berguna untuk melihat bagaimana cara kandidat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam lingkungan kerja.  

Cara Mengembangkan Hard Skill dan Soft Skill di Dunia Kerja

Untuk mengembangkan hard skill dan soft skill, baik perusahaan maupun individu harus menerapkan 4 cara berikut ini.

1. Mengikuti pelatihan atau kursus yang sesuai

Perusahaan bisa menyediakan program tersebut untuk membantu keterampilan teknis karyawan berkembang, sementara karyawan bisa memanfaatkan kursus yang disediakan oleh perusahaan untuk mendapatkan pembelajaran dan pengalaman baru. 

2. Mentoring dan coaching

Setiap divisi bisa memanfaatkan ruang diskusi secara terbuka bersama leader mereka untuk membahas bagaimana mencapai target dengan tepat dan motivasi seorang leader untuk membantu anggota tim meningkatkan kemampuan non teknis mereka dalam dunia kerja.

3. Simulasi kerja dan studi kasus

Lakukan simulasi kerja seperti membuat laporan secara nyata untuk pelatihan hard skill dan menjalankan role play untuk berkomunikasi di hadapan user atau klien. Hal ini membantu individu merasakan sensasi yang terlihat dan mengimplementasikannya secara maksimal. 

4. Evaluasi rutin 

Evaluasi membantu perusahaan dan individu mengetahui dengan jelas apa saja yang harus ditingkatkan. Selain evaluasi, penting bagi keduanya mendapatkan feedback seperti KPI untuk pengawasan hard skill individu dan 360 degree untuk keterampilan non teknis.

LMS LinovHR untuk Pengembangan Keterampilan Karyawan

Selain cara-cara di atas, Anda bisa memanfaatkan learning management system atau LMS untuk membantu perkembangan keterampilan karyawan secara maksimal. LinovHR menyediakan LMS sebagai solusi training digital yang modern. 

Learning management system dari LinovHR memudahkan pengelolaan program pelatihan karyawan secara online, memberikan karyawan kemudahan dalam mengakses materi pelatihan melalui mobile app atau website, menyediakan e-sertifikat secara otomatis, serta digitalisasi modern secara menyeluruh selama proses pelatihan berlangsung. Coba dengan demo gratis sekarang dan rasakan perbedaannya!

Tentang Penulis

Picture of Gusti Wisnu Pio Kusuma
Gusti Wisnu Pio Kusuma

Gusti Wisnu Pio Kusuma sudah lebih dari tiga tahun berkecimpung di industri Human Resource. Di LinovHR, ia banyak menulis tentang teknologi HR dan bagaimana perusahaan bisa beradaptasi dengan perubahan dalam pengelolaan SDM.

Tentang Reviewer

aulyta-yasinta
Aulyta Yasinta

Aulyta Yasinta adalah seorang profesional HR dengan pengalaman dalam pengelolaan SDM dan pengembangan talenta. Di LinovHR, ia membahas strategi manajemen sumber daya manusia, tren HR terkini, serta praktik terbaik dalam membangun budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Tentang Penulis

Picture of Gusti Wisnu Pio Kusuma
Gusti Wisnu Pio Kusuma

Gusti Wisnu Pio Kusuma sudah lebih dari tiga tahun berkecimpung di industri Human Resource. Di LinovHR, ia banyak menulis tentang teknologi HR dan bagaimana perusahaan bisa beradaptasi dengan perubahan dalam pengelolaan SDM.

Tentang Reviewer

aulyta-yasinta
Aulyta Yasinta

Aulyta Yasinta adalah seorang profesional HR dengan pengalaman dalam pengelolaan SDM dan pengembangan talenta. Di LinovHR, ia membahas strategi manajemen sumber daya manusia, tren HR terkini, serta praktik terbaik dalam membangun budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan.

Artikel Terbaru