Sumber daya manusia membutuhkan dua jenis keterampilan terutama dalam dunia kerja. Keterampilan teknis atau hard skill dan keterampilan non teknis atau soft skill.
Baik perusahaan maupun karyawan sebagai individu, keduanya mempunyai peran penting untuk membantu peningkatan kinerja. Baik perusahaan maupun karyawan sebagai individu.Â
Kenali lebih dalam pengertian hard skill dan soft skill, pentingnya kedua keterampilan tersebut, contoh hard skill dan soft skill di beberapa bidang kerja, perbedaan keterampilan teknis dan non teknis, sampai dengan cara mengembangkan hard skill dan soft skill terutama di dunia kerja.
Baca Juga: Ingin Melamar Kerja? Kenali Dulu Kualifikasi Kemampuan Profesional
Apa itu Keterampilan Teknis (Hard Skill)?
Keterampilan teknis atau hard skill merupakan kemampuan terukur dan diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, serta pengalaman kerja.
Keterampilan teknis memiliki sifat yang praktis dan umumnya mempunyai bukti nyata seperti sertifikat, hasil kerja, sampai dengan evaluasi kinerja individu.Â
Baca juga : 10 Contoh Hard Skill dan Tips Meningkatkannya
Apa itu Keterampilan Non Teknis (Soft Skill)?Â
Keterampilan non teknis atau soft skill adalah kemampuan interpersonal yang memperlihatkan bagaimana individu berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam tim.
Soft skill tidak mudah diukur seperti hard skill, namun kemampuan non teknis ini dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif.Â
Baca Juga: Apa itu Soft Skill? Definisi, Manfaat dan Contohnya
Perbedaan Keterampilan Teknis dan Non Teknis
Keterampilan teknis dan non teknis tentu memiliki perbedaan yang signifikan, terutama untuk membantu perkembangan individu selama bekerja.
Kemampuan teknis atau hard skill didapatkan dari pembelajaran dengan hasil sertifikat yang nyata, sementara soft skill didapatkan ketika individu berinteraksi dengan orang lain dan tidak terlihat secara nyata.Â
Perbedaan lainnya adalah cara individu memperoleh keterampilan tersebut, hard skill berkembang selama individu terus menerima kursus atau pelatihan sampai individu mendapatkan hasilnya.
Sedangkan soft skill dikembangkan melalui refleksi dan pembiasaan diri individu dalam kehidupan sehari-hari.
Agar lebih mudah, berikut ini tabel perbandingan keterampilan teknik (hard skill) dan keterampilan non teknis (soft skill).Â
No | Kriteria | Keterampilan Teknis (Hard Skill) | Keterampilan Non Teknis (Soft Skill) |
1. | Definisi | Keterampilan Terukur | Keterampilan Personal |
2. | Cara Belajar | Pendidikan formal dan workshop | Pengalaman sosial dan interaksi |
3. | Contoh | Excel, akuntansi, coding, SEO | Manajemen waktu, leadership, adaptif, problem solving |
4. | Hasil | Sertifikat, portofolio, hasil tes, pencapaian target kerja | Feedback, observasi, asesmen |
5. | Kebutuhan | Spesifik dan terbagi sesuai bidang yang dibutuhkan | Dibutuhkan di segala bidang |
6. | Tujuan | Menyelesaikan tugas dengan tepat dan sesuai | Membangun relasi yang baik |
Contoh Hard Skill dan Soft Skill dalam Dunia Kerja
Setelah mengetahui perbandingan keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan non teknis (soft skill), berikut ini contoh hard skill dan soft skill pada beberapa bidang dalam dunia kerja yang sering dijumpai.
1. Human Resource (HR)Â
Hard skill:
- Menguasai standar implementasi software HRISÂ
- Menyusun laporan absensi dan payroll
- Memahami peraturan ketenagakerjaan dan perpajakan
Soft skill:
- Berkomunikasi secara terbuka dan transparan kepada karyawan
- Pengambilan keputusan yang solutif dan adaptif
2. Digital Marketing
Hard skill:
- Menguasai tools (Google Ads, Meta Business Suite, SEO Tools)
- Analisis data campaign digital (Google Analytics)
- Memahami penulisan konten dan copywriting
Soft skill:
- Creative thinking
- Manajemen waktu yang baik
- Kolaborasi lintas tim
3. IT dan Developer
Hard skill:
- Kemampuan pemrograman (Java dan Python)
- Mengelola database dan jaringan cyber system
- Troubleshooting software dan hardware
Soft skill:
- Pemikiran logis dan analitis
- Kerja sama tim yang baik
- Ketekunan
4. Finance dan Akuntansi
Hard skill:Â
- Mengoperasikan software akuntansi (Accurate dan SAP)
- Membuat laporan keuanganÂ
- Memahami perpajakan dan regulasi keuangan
Soft skill:
- KetelitianÂ
- Integritas dan tanggung jawab tinggi
Contoh Penyajian Keterampilan Teknis dan Non Teknis dalam CV
Namun, dalam CV bagaimana contoh keterampilan teknis dan non teknis dalam CV? Kira-kira seperti ini contoh yang adapat Anda ikuti
Simak dalam Contoh CV Berikut ini:

Mana yang Lebih Penting, Keterampilan Non Teknis Atau Keterampilan Teknis?
Tentu kedua keterampilan tersebut penting bagi perusahaan dan saling melengkapi. Baik keterampilan teknis maupun non teknis dibutuhkan untuk memastikan target perusahaan terpenuhi dan menciptakan komunikasi terbuka secara menyeluruh.Â
Penting bagi HR menilai kandidat melalui kedua keterampilan tersebut saat proses rekrutmen berlangsung, hard skill membantu HR melihat kemampuan teknis mereka dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Sementara soft skill berguna untuk melihat bagaimana cara kandidat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam lingkungan kerja. Â
Cara Mengembangkan Hard Skill dan Soft Skill di Dunia Kerja
Untuk mengembangkan hard skill dan soft skill, baik perusahaan maupun individu harus menerapkan 4 cara berikut ini.
1. Mengikuti pelatihan atau kursus yang sesuai
Perusahaan bisa menyediakan program tersebut untuk membantu keterampilan teknis karyawan berkembang, sementara karyawan bisa memanfaatkan kursus yang disediakan oleh perusahaan untuk mendapatkan pembelajaran dan pengalaman baru.Â
2. Mentoring dan coaching
Setiap divisi bisa memanfaatkan ruang diskusi secara terbuka bersama leader mereka untuk membahas bagaimana mencapai target dengan tepat dan motivasi seorang leader untuk membantu anggota tim meningkatkan kemampuan non teknis mereka dalam dunia kerja.
3. Simulasi kerja dan studi kasus
Lakukan simulasi kerja seperti membuat laporan secara nyata untuk pelatihan hard skill dan menjalankan role play untuk berkomunikasi di hadapan user atau klien. Hal ini membantu individu merasakan sensasi yang terlihat dan mengimplementasikannya secara maksimal.Â
4. Evaluasi rutinÂ
Evaluasi membantu perusahaan dan individu mengetahui dengan jelas apa saja yang harus ditingkatkan. Selain evaluasi, penting bagi keduanya mendapatkan feedback seperti KPI untuk pengawasan hard skill individu dan 360 degree untuk keterampilan non teknis.
LMS LinovHR untuk Pengembangan Keterampilan Karyawan
Selain cara-cara di atas, Anda bisa memanfaatkan learning management system atau LMS untuk membantu perkembangan keterampilan karyawan secara maksimal. LinovHR menyediakan LMS sebagai solusi training digital yang modern.Â
Learning management system dari LinovHR memudahkan pengelolaan program pelatihan karyawan secara online, memberikan karyawan kemudahan dalam mengakses materi pelatihan melalui mobile app atau website, menyediakan e-sertifikat secara otomatis, serta digitalisasi modern secara menyeluruh selama proses pelatihan berlangsung. Coba dengan demo gratis sekarang dan rasakan perbedaannya!