Setiap karyawan berhak mendapatkan cuti menikah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Berdasarkan aturan yang berlaku, karyawan berhak memperoleh cuti menikah selama 3 hari dan tetap mendapatkan upah penuh.
Meski demikian, dalam praktiknya banyak perusahaan yang tetap mewajibkan karyawan untuk mengajukan permohonan secara resmi melalui surat cuti menikah.
Tak sedikit pula karyawan yang masih bingung mengenai format, struktur, dan contoh surat cuti menikah yang benar agar pengajuannya diterima dengan lancar.
Melalui artikel ini, LinovHR akan membahas secara lengkap mulai dari dasar hukum cuti menikah, jumlah hari yang diperoleh, hingga contoh surat cuti menikah yang bisa langsung Anda gunakan.
Berapa Hari Cuti Menikah Menurut UU Ketenagakerjaan?
Cuti menikah diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat 2(c) dan ayat 4(a), yang telah disesuaikan melalui UU No. 6 Tahun 2023 (Perppu Cipta Kerja).
Dalam aturan tersebut, pekerja yang menikah berhak memperoleh cuti selama 3 (tiga) hari kerja dengan upah tetap dibayarkan penuh.
Cuti ini termasuk kategori izin tidak bekerja karena alasan penting sehingga perusahaan tidak boleh melakukan pemotongan gaji.
Beberapa poin penting terkait cuti menikah:
- Durasi: 3 hari kerja (umumnya satu hari sebelum, saat hari pernikahan, dan satu hari setelah).
- Upah: Tetap dibayar penuh oleh perusahaan.
- Berlaku untuk: Karyawan yang menikah sendiri.
- Prosedur: Biasanya perlu melampirkan undangan pernikahan sebagai bukti administratif.
Ketentuan ini merupakan hak minimum pekerja. Perusahaan boleh memberikan kebijakan yang lebih baik, selama tidak mengurangi hak yang telah diatur dalam undang-undang.
Apakah Semua Karyawan Mendapat Hak Cuti Menikah?
Pada dasarnya, hak cuti menikah diberikan kepada karyawan baik yang berstatus kontrak (PKWT) maupun tetap (PKWTT). Bahkan, PNS juga memiliki ketentuan khusus terkait cuti menikah.
Namun, durasi dan mekanismenya bisa berbeda tergantung pada status kepegawaian dan aturan yang berlaku.
Karyawan PKWT
Karyawan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) berhak atas cuti menikah selama 3 hari kerja dengan upah tetap dibayar penuh, sesuai UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 93 ayat 2(c) dan 4(a).
Cuti ini umumnya diberikan untuk pernikahan pertama yang tercatat secara sah di KUA atau Catatan Sipil.
Pengajuannya tetap harus mengikuti prosedur internal perusahaan. Hak ini wajib dipenuhi oleh perusahaan dan tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan PHK.
Jika diatur dalam Perjanjian Kerja atau Peraturan Perusahaan, durasi cuti dapat diberikan lebih dari 3 hari.
Karyawan PKWTT
Karyawan PKWTT (karyawan tetap) juga memperoleh hak yang sama, yaitu cuti menikah selama 3 hari kerja berturut-turut dengan upah penuh.
Biasanya cuti ini digunakan untuk satu hari persiapan, satu hari saat pernikahan, dan satu hari setelahnya.
Seperti PKWT, cuti ini berlaku untuk pernikahan pertama yang sah dan wajib dilaporkan kepada perusahaan.
Dalam praktiknya, beberapa karyawan menggabungkan cuti menikah dengan cuti tahunan agar masa libur menjadi lebih panjang, selama disetujui perusahaan.
PNS
Sementara itu, PNS mengatur cuti menikah dalam kategori Cuti Karena Alasan Penting yang diatur dalam PP No. 11 Tahun 2017 jo. PP No. 17 Tahun 2020.
Untuk PNS non-guru, durasi cuti biasanya diberikan paling lama 14 hari kalender, sedangkan untuk guru maksimal 7 hari kalender, tergantung kebijakan instansi masing-masing.
Pengajuan cuti harus dilakukan secara tertulis dan mendapat persetujuan dari pejabat berwenang.
Perlu dicatat bahwa setiap instansi dapat memiliki ketentuan teknis berbeda, sehingga pNS disarankan untuk memeriksa aturan internal sebelum mengajukan cuti.
Struktur Surat Cuti Menikah yang Benar
Agar pengajuan cuti mudah diproses dan terlihat profesional, pastikan surat cuti menikah memuat struktur berikut:
- Tempat dan Tanggal Surat: Ditulis di bagian kanan atau kiri atas (Contoh: Jakarta, 12 Februari 2026).
- Perihal: Ditulis secara singkat dan jelas (Contoh: Permohonan Cuti Menikah).
- Tujuan Surat: Ditujukan kepada atasan langsung atau HRD.
- Salam Pembuka: Gunakan salam formal (Contoh: Dengan hormat,).
- Identitas Diri: Cantumkan nama lengkap, jabatan, NIK (jika ada), dan divisi/departemen.
- Alasan dan Durasi Cuti: Jelaskan alasan pengajuan (menikah), tanggal mulai dan berakhirnya cuti, serta jumlah hari yang diajukan.
- Serah Terima Pekerjaan (Handover): Sebutkan rekan kerja yang akan menangani tugas sementara selama Anda cuti.
- Penutup: Sampaikan ucapan terima kasih dan permohonan persetujuan.
- Salam Penutup dan Tanda Tangan: Gunakan salam formal seperti Hormat saya, lalu tanda tangan dan nama terang.
Pastikan surat diajukan minimal 1 bulan sebelum hari pernikahan agar perusahaan dapat mengatur pekerjaan dengan baik.
Baca Juga: Apakah Karyawan Kontrak Berhak Ajukan Cuti Menikah?
Contoh Surat Cuti Menikah
Berikut beberapa contoh surat cuti menikah yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan perusahaan. Pilih format yang paling relevan dengan kondisi tempat Anda bekerja.
1. Surat Cuti Menikah untuk Karyawan Swasta
Contoh 1:

Contoh 2:
Jakarta, 12 Februari 2026
Perihal: Permohonan Cuti Menikah
Kepada Yth.
Bapak/Ibu HRD
PT Maju Sejahtera
di Tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Andi Pratama
Jabatan : Staff Marketing
NIK : 123456
Divisi : Marketing
Dengan ini mengajukan permohonan cuti menikah selama 3 (tiga) hari kerja, terhitung mulai tanggal 20 Februari 2026 sampai dengan 22 Februari 2026, sehubungan dengan rencana pernikahan saya yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2026.
Selama saya menjalankan cuti, pekerjaan saya akan dikoordinasikan dan dibantu oleh rekan satu tim saya, yaitu Budi Santoso.
Demikian surat permohonan ini saya sampaikan. Besar harapan saya agar permohonan ini dapat disetujui. Atas perhatian dan kebijaksanaannya, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
(tanda tangan)
Andi Pratama
Download Surat Cuti Menikah untuk Karyawan Swasta (.docx)
2. Contoh Surat Cuti Menikah untuk PNS
Digunakan oleh PNS karena termasuk kategori Cuti Karena Alasan Penting sesuai PP No. 11 Tahun 2017 jo. PP No. 17 Tahun 2020.
Contoh 1:

Contoh 2

Contoh 3
Surabaya, 10 April 2026
Hal: Permohonan Cuti Karena Alasan Penting (Menikah)
Kepada Yth.
Kepala Dinas Pendidikan
di Tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Siti Rahmawati
NIP : 1987654321
Pangkat : Penata Muda
Unit Kerja : SMP Negeri 1 Surabaya
Dengan ini mengajukan permohonan cuti karena alasan penting selama 7 (tujuh) hari kalender, terhitung mulai tanggal 15 April 2026 sampai dengan 21 April 2026, sehubungan dengan pernikahan saya.
Demikian permohonan ini saya ajukan untuk mendapatkan persetujuan sebagaimana mestinya.
Hormat saya,
(tanda tangan)
Siti Rahmawati
Download Surat Cuti Menikah untuk PNS (.docx)
3. Contoh Surat Cuti Menikah Versi Singkat

Download Surat Cuti Menikah Versi Singkat (.docx)
4. Contoh Surat Cuti Menikah dalam Bahasa Inggris
Digunakan untuk perusahaan multinasional atau atasan asing.
Subject: Leave application for my wedding
Dear Mr. Putu,
My name is Johnny Walker working in the Business Developer Department, and it is joyful to update you that I am getting married on May 12, 2022. This is an imperative instance of my life, and I wish to apply for a week’s leave starting on May 10, 2022. The ceremony is taking place on May 12, 2022, at Yeezy Park, Bali, Dewata Island at 10 am as mentioned on the wedding invitation enclosed herewith. I also have surpassed an invitation to all co-members.
I will resume my duties on May 17, 2022. I also have discussed my situation with Ms. Kimmy Wong, and she has accepted to cover my work, during my absence.
I hope that you will understand and it would be great to see you there as well. Thank you in advance.
Regards,
Johnny Walker
Download Surat Cuti Menikah dalam Bahasa Inggris
Baca Juga: Aturan Menikah Satu Kantor Masih Dilarang Atau Tidak?
5. Template Kosong Surat Cuti Menikah
Gunakan template ini untuk disalin ke Word atau Google Docs dan disesuaikan dengan data Anda.
[Tempat], [Tanggal]
Perihal: Permohonan Cuti Menikah
Kepada Yth.
[Nama Atasan/HRD]
[Nama Perusahaan]
di Tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Jabatan :
NIK :
Divisi :
Dengan ini mengajukan permohonan cuti menikah selama [jumlah hari] hari kerja, terhitung mulai tanggal [tanggal mulai] sampai dengan [tanggal selesai], sehubungan dengan pernikahan saya yang akan dilaksanakan pada tanggal [tanggal pernikahan].
Selama saya cuti, pekerjaan akan saya serahkan kepada [nama rekan kerja/jabatan].
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan persetujuannya, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
(Tanda tangan)
[Nama Lengkap]
Download Template Kosong Surat Cuti Menikah
6. Contoh Pengajuan Cuti Menikah via Email
Digunakan jika perusahaan menerima pengajuan cuti melalui email resmi. Format tetap formal namun lebih ringkas.
Subject: Permohonan Cuti Menikah
Yth. Bapak/Ibu [Nama Atasan/HRD],
Dengan hormat,
Melalui email ini, saya bermaksud mengajukan cuti menikah selama 3 (tiga) hari kerja, terhitung mulai tanggal 20–22 Februari 2026, karena saya akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 21 Februari 2026.
Selama saya cuti, pekerjaan saya akan dikoordinasikan dengan [nama rekan kerja/divisi] agar operasional tetap berjalan dengan baik.
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Besar harapan saya agar dapat memperoleh persetujuan. Atas perhatian dan dukungannya, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Nama Lengkap]
[Jabatan]
[Divisi]
7. Contoh Izin Cuti Menikah via WhatsApp
Digunakan untuk pemberitahuan awal kepada atasan sebelum mengirimkan surat resmi.
Selamat pagi Pak/Bu, saya ingin menginformasikan bahwa saya akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 21 Februari 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, saya berencana mengajukan cuti menikah selama 3 hari kerja (20–22 Februari 2026). Surat resmi akan segera saya kirimkan. Mohon izin dan arahan lebih lanjut. Terima kasih.
Ajukan Cuti Menikah Tanpa Ribet Melalui Aplikasi Absensi LinovHR

Membuat surat mengajukan cuti menikah memang menjadi salah satu syarat yang harus dilampirkan karyawan dalam proses pengajuan cuti.
Surat cuti menikah tentu akan memudahkan karyawan yang memerlukannya. Dengan menyediakan referensi surat tersebut karyawan yang mengajukan cuti bisa langsung meniru format dan strukturnya.
Selain menghadirkan kemudahan dengan menyediakan surat referensi, sebenarnya perusahaan juga bisa menghadirkan kemudahan proses pengajuan cuti dengan sistem satu pintu.
Melalui fitur Request yang ada di dalam modul absensi LinovHR, karyawan bisa secara mandiri mengajukan cuti hanya melalui smartphone mereka.
Caranya juga mudah, karyawan yang ingin mengajukan cuti bisa masuk ke fitur Request kemudian mengisi keterangan dan jenis cuti yang akan mereka ambil. Lalu, HR pun bisa langsung melakukan approval setelah pengajuan tersebut diajukan.
Dengan cara ini, tentu proses pengajuan cuti dan pengelolaan cuti dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
Tunggu apa lagi? Ajukan demo gratis sekarang juga!